
Mobil yang di kendarai oleh papi Gilang berhenti tepat di depan rumah kecil yang sangat sederhana itu, bisa di bilang rumah Iqbal lebih besar rumah Kifli walaupun sederhana.
"Yo net ulun elan-elan ya anti nenet atuh(ayo nek turun pelan-pelan ya nanti nenek jatuh)" ucap Iqbal menuntun sang nenek turun dari dalam mobil.
Papi Gilang dan juga si kembar turun dari dari mobil, Gilang membuka bagasi mobil dan mengeluarkan sekarung beras dan tas besar yang tadi ia beli di warung.
Terlihat kakek Iqbal sudah menunggu sang istri di depan pintu, dengan raut wajah cemas.
"Assalamualaikum kek" ucap nenek.
"Waalaikumsalam, kok ibu bisa sama Iqbal" tanya kakek.
"Iya pak tadi kita ketemu nenek di jalan habis beli telur" ucap Gilang.
"Makasih nak Gilang" ucap kakek yang memeng sudah mengenal keluarga Gilang.
"Sama-sama pak, ini ada sedikit pemberian juga dari kami tolong di terima ya pak, bu, Iqbal" ucap papi Gilang.
"Alhamdulillah,, terima kasih banyak nak, saya doakan semoga keluarga bapak selalu di limpahkan rejeki oleh Allah" ucap kakek Iqbal.
"Amin terima kasih pak" ucap Gilang.
"Ayo nak Gilang, kembar kita masuk ke dalam yuk" ajak nenek.
__ADS_1
Mereka semua pun masuk ke dalam, kakek mempersilahkan mereka duduk di kursi rotan yang ada di ruangan kecil di dalam.
"Alah, Alih maacih ya alian elalu antuin atu ama akek dan nenet(Galah, Galih makasih ya kalian selalu bantuin aku sama kakek dan nenek)" ucap Iqbal.
"Ia ama-ama ita tan eman(iya sama-sama kita kan teman)" ucap Galih sambil tersenyum manis.
"Bapak kerja di mana" tanya Gilang memulai obrolan.
"Gak nentu nak, kalau ada yang nyuruh nyari rumput buat makanan ternak sapi saya baru dapat upah" jawab kakek.
"Kaka mau gak jadi tukang kebun di rumah saya, kebetulan di rumah saya gak ada tukang kebun" ucap Gilang.
"Benar nak Gilang" tanya kakek Iqbal dengan senang.
"Baik nak Gilang, terimakasih" ucap kakek Iqbal.
"Sama-sama pak" ucap Gilang.
"Alhamdulillah bu, bapa dapat kerja di rumah nak Gilang" ucap kakek senang pada sang istri yang baru saja keluar dari dapur.
"Alhamdulillah Ya Allah" ucap nenek Iqbal.
"Ke anti Ibal antuin akek ya elja (kek nanti Iqbal bantuin kakek ya kerja)" ucap Iqbal.
__ADS_1
"Iya nak, besok kita mulai kerja ya" ucap kakek senang.
Gilang dan si kembar juga senang melihat Iqbal dan sang kakek senang mendapat pekerjaan tetap.
Setelah mengobrol cukup lama, Gilang pamit pada kakek dan nenek Iqbal karena sudah jam setengah 9 malam, pasti mami Ambar sudah menunggu.
"Ibal ita ulan ulu ya, anti esot ita ain agi ote(Iqbal kita pulang dulu ya, nanti besok kita main lagi oke)" ucap Galih.
"Ia maaci ya alian da atal atu(iya makasih ya kalian udah antar aku)" ucap Iqbal.
"Ia ama-ama(iya sama-sama)" ucap si kembar.
"Om Ilan maacih ya(om Gilang makasih ya)" ucap Iqbal.
"Iya Iqbal, kalau gitu kita pamit ya" ucap papi Gilang.
"Iya nak" ucap kakek.
Gilang dan kedua putra kembarnya pun masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka pulang ke rumah, si kembar duduk di depan bersama papi Gilang yang menyetir.
Next....
Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya guys.....
__ADS_1