
Waktu saat ini masi menunjukan pukul 7 pagi, suasana jalan raya juga masi terlihat tidak terlalu ramai, seperti keempat bocah kecil yang saat ini sedang semangat 45 mencari uang agar bisa berbuat kebaikan.
Mobil yang di kendarai oleh papi Gilang pun memasuki pintu gerbang kediaman rumah besar keluarga Wijaya, si kembar dan kedua sahabatnya dengan antusias turun dari mobil di susul juga oleh papi Gilang.
"Boy jangan lari-lari" ucap Gilang.
"Tot tot akek, aku intu ya akek(tok tok kakek, buka pintunya kek)" ucap si kembar dari luar.
Di dalam rumah kakek Nicko dan eyang Nisa mendengar kedatangan si kembar, dengan cepat pasangan suami istri yang tak lagi muda itu beranjak ke arah pintu.
Cllekk...
"Akek, eyan(kakek, eyang)" si kembar langsung memeluk eyang dan kakek nya.
"Dad, mom" sapa Gilang menyalami Nicko dan Nisa
Sedangkan Iqbal dan Kifli menyalami kakek Nick dan eyang Nisa, kemudian mereka semua masuk ke dalam rumah, si kembar dan kedua sahabatnya sudah berlari masuk ke dalam.
"Akek ucel ana(kakek uncle mana)" tanya Galih.
"Uncle masi di kamar sayang, mungkin lagi mandi" ucap Eyang Nisa.
"Sudah siap bantu kakek" tanya kakek Nicko pada keempat bocah kecil itu.
"Ia kek,(siap kek)" ucap keempatnya bersama.
__ADS_1
Setelah mengobrol cukup lama, Gilang langsung pamit ke kantor karena jam sudah menunjukan pukul setengah 8, setelah Gilang pamit terlihat seseorang memasuki ruang tengah.
"Om Io(om Tio)" panggil Galah.
"Hey kalian di sini" sapa Tio.
"Ia om ita au antu akek ial apat uan uat edeta(iya om kita mau bantu kakek biar dapat uang buat sedekah)" ucap Galih.
"Wah kalian hebat, semangat ya" ucap Tio.
"Ia om Io(iya om Tio)" ucap keempat bocah kecil itu.
"Ayo ikut kakek" ajak kakek Nicko.
Keempat bocah kecil itu pun mengikuti sang kakek ke lantai dua, karena ruangan buku-buku berada di lantai dua, sedangkan Tio pergi ke kamar sang bos hal itu sudah biasa bagi Tio kalau tiba di rumah sang sahabat.
Kakek membuka pintu ruangan buku-buku, terlihat banyak jenis buku yang tidak teratur di rak-rak buku, ada juga buku yang berserah kan di meja-meja.
"Utu ya ayat anet ke(buku nya banyak banget kek)" tanya Galah.
"Iya ini semua adalah buku tentang bisnis" ucap kakek Nick.
"Sekarang kita mulai atut buku-buku nya ya" ucap kakek Nick.
"Ote kek(oke kek)" ucap keempat bocah kecil itu.
__ADS_1
Mereka pun mulai mengatur buku yang berserah kan di meja, di lantai yang jatuh tak lupa me lap debunya terlebih dahulu.
Keempat bocah kecil itu terlihat sangat bersemangat, terlihat si kembar juga membuat kelucuan sehingga membuat Iqbal dan Kifli tak henti-hentinya tertawa.
Penghuni kamar sebelah mendengar dengan jelas suara tawa para bocil itu dari ruangan sebelah, karena ruangan buku itu bersebelahan dengan kamar uncle Brian.
"Seperti suara si kembar, tapi ngapain pagi-pagi udah kesini, tapi gak mungkin mereka kalau datang pasti udah bikin rusuh" ucap uncle Brian dalam hati.
Tio mengetuk pintu, setelah mendapat sahutan dari Brian, Tio pun masuk ke dalam kamar sang bos.
"Yo tadi gue dengar suara anak-anak emang ada siapa yang datang" tanya Brian.
"Si kembar dan kedua sahabat nya bos, tuh lagi di ruangan buka sama om Nicko" ucap Tio duduk di sofa.
"Tumben pagi-pagi mereka datang" ucap Brian.
"Katanya sih mau bantu om Nicko biar dapat uang buat sedekah" ucap Tio.
Brian diam melihat Tio cukup lama, membuat Tio yang di tata menjadi ngeri.
"Ngapain liatin gue gitu" tanya Tio.
"Gak, kalau gitu gue mandi dulu" ucap Brian masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan keempat bocah kecil itu sedang asik membantu sang kakek, semua buku yang ada di rak di turunkan oleh kakek dan di bersihkan debu-debu nya dengan bantuan para bocil itu tentunya.
__ADS_1
Next....
Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...