
Dua mobil sport terparkir tepat di depan rumah si kembar, terlihat Brian turun dari mobil, begitu pun dengan Tio saat ini keduanya sedang mengendarai mobil satu persatu.
Galah yang mendengar suara deru mobil nya pun langsung saja keluar ke halaman depan, dan benar saja sang uncle sedang berada di sana.
"Icel (uncle)" panggil Galah.
"Hay jagoan uncle" sapa Brian mendekati bocah kecil itu.
"Ana uci obil atu ucel(mana kunci mobil aku uncle)" ucap Galah.
"Sabar dong, uncle ke sini mau balikin mobil kamu" ucap Brian.
Tak lama kemudian Galih menyusul keluar, karena sang kembaran sudah keluar terlebih dahulu, membuat Tio menatap kedua bocah kembar itu dengan penasaran.
"Ucel(uncle)" ucap Galih.
"Ucel ga au injam obil atu agi tan(uncle gak mau pinjam mobil aku lagi kan)" ucap Galih memandang sang uncle.
"Gak lah, uncle udah punya mobil baru tuh" ucap Brian dengan bangga menunjuk mobil sportnya yang baru.
Kedua pandangan si kembar mengarah ke mobil baru sang uncle, keduanya lalu saling pandang.
"Ucel inta apa akek ya(uncle minta sama kakek ya)" ucap Galih.
"Gak lah, uncle beli sendiri gitu loh" ucap Brian dengan bangga.
"Ish, ucel ombong (ish, uncle sombong)" ucap Galih lagi.
Perdebatan uncle dan ponakan nya itu di saksikan oleh Tio yang melengos mendengar perkataan si kembar.
"Uncle gak sombong kok boy" ucap Brian sambil terkekeh geli melihat si kembar.
__ADS_1
"Om iapa yaa ucel(om siapa nya uncle)" tanya Galah melihat Tio.
"Itu om Tio, teman kecil uncle sekarang udah jadi asisten pribadi uncle" ucap Brian.
"Alo om Io ama atu Alah, ni ade atu Alih(hallo om Tio nama aku Galah, ini adek aku Galih)" ucap Galah memperkenalkan diri.
"Hallo, kalian lucu-lucu banget sih" ucap Tio.
"Ia don om ita ucu ga elti ucel ili(iya dong om kita lucu gak seperti uncle iri)" ucap Galih melihat sang uncle.
"Gak usah dengerin mereka men" ucap Brian.
"Mereka ini keponakan loh" tanya Tio.
"Iya, anak nya kak Ambar sama kak Gilang" ucap Brian.
"Jangan liat lucunya aja, mereka nakal" ucap Brian berbisik agar si kembar tidak dengar, tapi sayang kedua telinga bocah nakal itu masi bisa mendengar.
"Hehehe,,, mami kalian mana" tanya Brian.
"Ada ih alem, ama api(ada di dalem, sama papi)" ucap Galih.
"Uncle ada perlu sama mami kalian, ayo Tio kita masuk" ajak Brian, Tio pun ikut masuk bersama sang bos, sedangkan si kembar masih berada di halaman depan.
"Embal(kembar)" panggil Iqbal yang baru saja tiba bersama kakek.
"Hey Ibal amu awa apa tu(hay Iqbal kamu bawa apa itu)" tanya Galih.
"Aku agi awa, angul uat antu akek(aku lagi bawa cangkul buat bantu kakek)" ucap Iqbal.
"Ibal ini de(Iqbal sini deh)" panggil Galih.
__ADS_1
"Adi Alah arah ama atu(tadi Galah marah sama aku)" ucap Galih.
"Arah enapa, amu eldain Alah ya ampe arah ama amu(marah kenapa, kamu ngerjain Galah ya sampe marah sama kamu)" ucap Iqbal.
"Ia, atu eldain Alah lus ia arah(iya aku ngerjain Galah terus dia marah)" ucap Galih lagi.
"Api alian da aitan tan(tapi kalian udah baikan kan)" tanya Iqbal.
"Uda don(udah dong)" ucap Galih, sedangkan Galah terlihat diam saja tampa menyambung obrolan kedua nya.
☘☘☘☘
Raffa yang baru saja tiba di kantor langsung masuk ke dalam lift, kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya membuat ketampanannya semakin bertambah, tak sedikit dari semua karyawan kantor banyak yang memandang tampa berkedip.
Tapi Raffa menganggap itu biasa saja, karena hanya ada satu gadis yang ada dalam hatinya saat ini ya itu Melatih.
Ting....
Raffa melangkah keluar dari dalam lift, lalu masuk ke dalam ruangannya ia melihat sekretarisnya belum juga datang.
Pagi ini jam 9 ia ada rapat bersama beberapa perusahaan yang bekerja sama dengannya, salah satunya perusahaan Wijaya Group.
"Kemana aku harus mencari kamu" ucap Raffa dalam hati sambil mengingat masa kecil pertama bertemu dengan Melatih di sebuah acara.
Raffa terus larut dalam lamunannya sampai tak mendengar sekertaris nya yang sedang mengetuk pintu beberapa kali.
Next...
***Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya guys setelah baca.
Terimakasih***....
__ADS_1