Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Es Krim Berukuran Mini


__ADS_3

Seperti janji kak Dev tadi, ia memesankan es krim untuk keempat bocah kecil itu, es krim di cup berukuran mini.


Membuat keempat bocah kecil itu saling pandang, melihat cup es krim yang berukuran mini yang baru saja di letakan di atas meja oleh pelayan.


"Kenapa kok diam sih?" tanya kak Dev, melihat keempat bocah kecil itu.


"Tat to et tim ya ecil anet ci(kak kok es krim nya kecil sih?)" tanya Galih melihat kak Dev.


"Ini banyak loh isi nya, apa lagi tempatnya lucu kan?" ucap kak Dev lagi.


"Ucu paan ni iti ya itit anet, ga isa itin uas(lucu apaan ini isi nya dikit banget, gak bisa bikin puas)" ucap Galih lagi.


Kak Dev tersenyum melihat wajah keempat bocah kecil itu, lalu kak Dev mengambil cup es krim milik Galih.


"Jadi gak mau ni? kaka makan aja ya," ucap kak Dev membuka penutup cup mini itu.


"Bil aja tat, ita gak uka yan utulan ecil (ambil aja kak, kita gak suka yang ukuran kecil)" ucap Galah lagi.


"Ya sudah," ucap kak Dev.


"Adi tat ga esan agi ni yan et tim utulan esal buat ita(jadi kak gak pesan lagi nih yang ukuran besar buat kita)" tanya Galih melihat kak Dev.


"Ini aja belum habis, mas pesan lagi," ucap kak Dev santai sambil memakan es krim itu.

__ADS_1


Dengan terpaksa keempat bocah kecil itu mengambil cup es krim berukuran mini itu, dan memakannya. Dari pada gak ada ya kan.


Kak Dev tersenyum geli melihat para bocah kecil itu, yang akhirnya memakan juga es krim berukuran mini itu.


"Ita atan aja yo, ali ada ga ada ya(kita makan aja yuk, dari pada gak ada ya)" ucap Galih membuka penutup es krim berukuran mini itu.


"Du iti ya itit anet agi, ga isa uas ni(aduh isi nya dikit banget lagi, gak bisa puas ini)" ucap Galah, sengaja mengeraskan suara nya, agar kak Dev dapat mendengar.


Sedangkan kak Dev hanya menyembunyikan senyumnya melihat wajah si kembar, berbeda dengan Iqbal dan Kifli hanya tenang-tenang saja.


"Makannya pelan-pelan, biar habisnya lama kaya kaka nih," ucap kak Dev sambil memakan es krim milik.


Si kembar tak menangapi perkataan kak Dev, si kembar malah memakan es krim itu dengan banyak, bahkan tinggal tersisa sedikit aja di tempatnya.


"Ia anti ita inta ucel eli et tim ya yan utulan esal ya(iya nanti kita minta uncle beli es krim nya yang ukuran besar ya)" ucap Galah juga.


"Ia ga aya etim ni, ecil anet(iya gak kaya es krim ini, kecil banget)" ucap Galih.


"Uda ita atan aja ya, utulin aja(udah kita makan aja ya, syukurin aja)" ucap Kifli melihat si kembar.


Galih lalu mengambil ponsel miliknya, dan menekan aplikasi tik tok, suara musik mengenang di ruang VVIP itu.


"Alih amu onton itot(Galih kamu nonton tik tok)" tanya Iqbal.

__ADS_1


"Ia ni iat de eluh anet(iya ini liat deh seru banget)" ucap Galih sambil menggoyangkan kepalanya mengikuti irama musik di dalam vidio.


Kak Dev melihat es krim milik Galih yang sudah habis, kak Dev bukan gak mau belikan es krim di cup yang besar, hanya saja keempat bocah kecil itu sudah banyak makan takutnya akan kelebihan kalau di tamba es krim juga.


"Udah kan ni, kita balik sekarang yuk." ajak kak Dev.


Keempat bocah kecil itu melihat ke arah kak Dev, lalu Galih kembali memakai topi kecilnya lagi.


"Ia yo ita ulan aja, tan uda ga eli st tim agi(iya ayo kita pulang aja, kan udah gak beli es krim yang besar lagi)" ucap Galih yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.


Setelah membayar semua pesanan mereka, kak Dev mengajak keempat bocah kecil itu keluar dari dalam ruang VVIP itu, Galih keluar membawa hp miliknya.


"Aduh kalian lucu banget sih," ucap salah sagu pengunjung restoran itu.


"Ia don tat(iya dong kak)" ucap Galih sambil tebar pesona.


"Hey, kecil-kecil udah tebar pesona," ucap kak Dev.


"Enapa ci tat(kenapa sih kak?)" tanya Galih melihat kak Dev.


"Tat Dep asti ili de, alna tewe-tewe ebi ili ita de(kak Dev pasti iri deh, karena cewek-cewek lebih Mili kita deh)" ucap Galah.


Membuat kak Dev menatap keempat bocah kecil itu dengan mata melotot.

__ADS_1


__ADS_2