
"Ia de ita ga atan ilan ama tata ela, api ucel anji ga atan ual obil pot ita(iya deh kita gak akan bilang sama kaka Sheila, tapi uncle janji gak akan jual mobil sport kita)" ucap Galih.
"Oke, uncle gak akan jual mobil kalian" ucap Brian tersenyum penuh kemenangan.
"Kok kalian takut si sama uncle" tanya Raffa.
"Imana ga atut om, obil pot ita au di ual ama ucel(gimana gak takut om, mobil sport kita mau di jual sama uncle)" ucap Galah.
Ambar terlihat memasuki ruang di mana para pria berbeda usia sedang mengobrol.
"Sayang ayo siap-siap pergi ngaji" ucap Ambar karena sekarang sudah jam setengah 4 sore.
"Iqbal, mandi dari sini ajak ya, pakai gamis si kembar" ucap mami Ambar.
"Apa oleh ante(apa boleh tante)" tanya Iqbal.
"Iya sayang" ucap Ambar.
"Om ita iap-iap elgi aji ulu ya, yo Ibal(om kita siap-siap pergi ngaji dulu ya, ayo Iqbal)" ajak Galah.
"Iya ngaji yang benar ya" ucap Raffa.
__ADS_1
"Iap om(siap om)" ucap ketiga bocah kecil itu.
Lalu pergi ke lantai atas di mana kamar Galah dan Galih berada, sedangkan mami Ambar ikut bergabung bersama kedua pria tampan itu.
Tiba-tiba ponsel milik Brian bergetar, pertanda sebuah panggilan masuk Brian mengambil ponsel dari saku jas nya dan melihat si penelpon.
"Mommy" ucap Brian dalam hati.
"Kok gak di angkat" tanya Ambar melihat sang adik.
"Mommy nelpon, minta anak kesayangan di bawa ke rumah" ucap Brian.
Ambar tau siap yang di maksud oleh sang mommy, gadis itu adalah Sheila yang selalu dekat dengan mommy Nisa sedari kecil, setelah dewasa jarang berkunjung ke kediaman mommy Nisa karena Sheila sibuk dengan kuliahnya yang sudah memasuki semester ke 3.
"......."
"Iya nanti aku ajak calon istriku ke rumah, mommy tunggu aja" ucap Brian.
"........"
"Iya mommy ku, dah dulu yah aku lagi ngobrol sama Raffa dan kaka" ucap Brian, lalu sambungan telpon pun mati.
__ADS_1
Setengah jam kemudian terdengar suara cadel ketiga bocah kecil uang sedang menuruni tangga, terlihat si kembar sudah rapi dengan baju kokoh yang senada dengan peci nya, begitupun dengan Iqbal.
"My, ita da iap (my, kita sudah siap)" ucap Galih tiba di ruang tengah.
"Ucel, om atelin ita te asjid yo ake obil pot, ali pada uma dudut tan apa ahala(uncle, om anterin kita ke masjid yuk pake mobil sport, dari pada cuma duduk kan dapat pahala)" ucap Galah.
"Jalan aja kan dekat" ucap Brian.
"Gak papa uncle sama om anter kalian oke" ucap Raffa.
Mau tidak mau pun Brian dan Raffa pergi mengantar ketiga bocah kecil itu ke depan masjid dengan mengunakan mobil sport milik Raffa, Brian dan Raffa duduk di depan sedangkan ketiga bocah kecil itu duduk di belakang.
"Om Laffa uta don tap ya(om Raffa buka dong kap nya)" ucap Galih setelah mereka semua masuk ke dalam.
Raffa pun membuka kap mobilnya, sehingga semua kini menjadi terang, membuat ketiga bocah kecil itu bersorak senang.
Sedangkan Brian dan Raffa hanya menggeleng kepala melihat tingkah ketiga bocah kecil itu.
"Kaya kita dulu ya waktu kecil" ucap Raffa, melihat sang sahabat sambil terkekeh geli.
Next....
__ADS_1
***Jangan lupa tinggalkan Like, Komen sama Vote ya....
Terimakasih***....