Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Gagal Deh


__ADS_3

Galih mengambil 3 biji durian yang masi ada di kulitnya, takut nanti gak kebagian. Membuat kak Dev dan ketiga sohibnya saling pandang, kemudian melihat ke arah Galih.


"Alih to amu bil ayat ci(Galih kok kamu ambil banyak sih)" tanya Galah.


"Ia anti atu da ga eba dian agi(iya nanti aku udah gak kebagian lagi)" ucap Galih sambil memakan durian nya.


"Tu tan asi anyat (itu kan masi banyak)" ucap Galah.


"Ga atu au bil uluan (gak aku mau ambil duluan)" ucap Galih.


"Ish amu in(ish kamu ini)" ucap Galah.


"Ayo ini bagi buat kita berempat, sama Galih kan udah ada" ucap kak Dev.


"Atu inta agi don tat(aku minta lagi dong kak)" ucap Galih.


"Habisin dulu yang itu" ucap kak Dev.


"Ditit agi ni uga abis(dikit lagi ini juga habis)" ucap Galih.


"Tat uian li di ana ci(kak durian beli di mana si)" tanya Galah.


"Beli di jalan, ada yang mangkal di mobil jadi kaka beli 5 biji" ucap kak Dev.


"Lus yan ain ana don, to uma ua ci(terus yang lain mana dong, kok cuma dua sih)" tanya Galih.


"Ada di dalam buat kakek kalian" ucap kak Dev.


"Bis ini atu ua inta ama akek uga a(habis ini aku mau minta sama kakek juga ah)" ucap Galih.


"Kan udah makan yang ini, gak puas apa?" tanya kak Dev.


"Ga tat atu enen agi, bis enat ci (gak kak aku pengen lagi, habis enak sih)" ucap Galih sambil menyingir kuda.


"Terserah kamu lah" ucap kak Dev.


Keempat bocah kecil itu melihat isi durian sudah habis dari kulitnya, Galih lalu mengajak ketiga sohibnya masuk ke dalam.


"Yo ais ita inta ama akek agi, ita igal aja tat Dep(ayo guys kita minta sama kakek lagi, kita tinggal aja kak Dev)" ucap Galih.


"Bantuin kaka buang kulit durian dulu dong" ucap kak Dev.


"Ita antuin api tat Dep lus eli agi uian ya esot ya(kita bantuin tapi kak Dev harus beli lagi durian nya besok ya)" ucap Galah.


"Iya nanti besok kaka beliin kalian buah-buah lagi" ucap kak Dev.


Keempat bocah kecil itu pun membantu kak Dev membuang kulit durian ke tempat sampah, kak Dev beberapa kali mengingatkan mereka agar hati-hati karena duri yang ada di kulit durian sangat tajam.


"Uda yo ita asut(udah ayo kita masuk)" ajak Galih.


Keempat bocah kecil itu masuk ke dalam rumah, mencari keberadaan sang kakek.


Galah melihat eyang Nisa yang baru saja keluar dari kamar, Galah lalu mendekat dan bertanya keberadaan sang kakek.


"Eyan akek ana(eyang kakek mana)" tanya Galah.


"Ada di dalem sayang, kenapa?" tanya eyang Nisa.


"Ita au inta uian ama akek(kita mau minta durian sama kakek)" ucap Galah.


"Yah durian nya udah habis di makan kakek, sama eyang tadi" ucap eyang Nisa.


"Adi uian ya da abis don eyan(jadi durian nya udah habis dong eyang)" tanya Galih.


"Iya sayang udah habis, yang satu di kasih kakek sama bibi" ucap eyang Nisa.


"Ya agal de au inta uian(ya gagal deh mau minta durian)" ucap Galih.


"Alo ami ana eyan(kalau mami mana eyang)" tanya Galah.


"Mami ada di kamar sayang" ucap eyang Nisa.


"Ais ita te amal aja yo(guys kita ke kamar aja yuk)" ajak Galah.


Keempat bocah kecil itu lalu pergi ke kamar si kembar yang ada di lantai dua, bau durian masi tercium dari mulut keempat bocah kecil itu.


"Lus ita au pain don(terus kita mau ngapain dong)" tanya Iqbal.

__ADS_1


"Ita idul aja(kita tidur aja)" ucap Galih.


"Api atu ga antut(tapi aku gak ngantuk)" ucap Galah.


"Lus ita au pain don(terus kita mau ngapain dong)" tanya Galih lagi.


"Ita te amal tat Dep aja(kita ke kamar kak Dev aja)" ucap Galih.


"Ia ya, yo(iya yah, ayo)" ajak Galih.


Keempat bocah kecil itu keluar dari kamar si kembar, lalu pergi ke kamar kak Dev. Keempat bocah itu melihat kak Dev sedang mengobrol di ponsel bersama seseorang.


"Tat agi epon ama iapa (kak lagi telpon sama siapa)" tanya Galah.


Kak Dev memberi isyarat untuk keempat bocah kecil itu agar tidak berisik, tapi bukan si kembar namanya kalau tidak buat rusuh.


"Tat agi epon ama tewe ya(kak lagi telpon sama cewek ya)" tanya Galih.


"Iya beb, gak bukan suara siapa-siapa kok" ucap kak Dev.


"Ish tat Dep ooong(ish kak Dev bohong)" ucap Galih.


"Iya benar suara adik-adik aku itu di luar sana" ucap kak Dev.


"Iya gak kok beb" ucap kak Dev lagi.


Membaut keempat bocah kecil itu saling pandang, lalu para bocah itu berbaring di ranjang kak Dev, tidak menghiraukan lagi kak Dev yang sedang asik telponan.


Galih dengan jahilnya me noel, pinggang kak Dev, membaut kak Dev kegelian gara-gara bocah kecil itu.


"Hihihi,, tat Dep elat-elat(hihihi, kak Dev gerak-gerak)" ucap Galih.


Sedangkan Galah dan kedua sohibnya sudah tertidur, karena saat ini juga jam 1 siang. Mungkin saja ketiga bocah itu kelemahan habis bermain.


Selesai mengobrol bersama sang pacar, kak Dev melihat Galih yang masi belum juga tidur.


"Kenapa kamu gak ikut tidur?" tanya kak Dev.


"Atu ga antut tat(aku gak ngantuk kak)" ucap Galih.


"Hp kamu mana, tumben gak ada?" tanya kak Dev.


"Tat bis elpon ama tewe ya(kak habis telpon sama cewek ya)" tanya Galih.


"Kecil-kecil udah kepo" ucap kak Dev.


"Hehehe, ga apa don tat(hehehe, gaknapa-apa dong kak)" ucap Galih sambil terkekeh.


Galih lalu turun dari atas ranjang, dan berjalan ke arah pintu kamar kak Dev.


"Kamu mau ke mana?" tanya kak Dev.


"Atu au te amal akek tat, au bil pe atu(aku mau ke kamar kakek kak, mau ambil hp aku)" ucap Galih membuka pintu itu, lalu bocah kecil itu keluar dari kamar kak Dev.


Sedangkan ketiga sohibnya kini sedang berada di alam mimpi, sedangkan Galih berpetualang keatas ke bawa.


Galih menuruni tangga menuju lantai bawa, kemudian bocah kecil itu langsung pergi ke kamar kakek dan juga eyang Nisa, untuk mengambil ponsel miliknya.


☘☘☘☘


Brian menjemput sang kekasih di lobby kantor, sepulang kuliah Sheila langsung pergi ke kantor Brian.


"Sayang" panggil Brian.


"Kok kaka di sini sih?" tanya Sheila.


"Iya aku mau jemput kamu lah" ucap Brian sambil tersenyum manis.


"Ngapain di jemput, aku gak akan ke sasar kok ke ruangan kaka" ucap Sheila.


Brian tak menangapi ocehan sang kekasih, Brian langsung mengajak Sheila masuk ke dalam lift, yang akan membawa mereka ke lantai atas.


Ting...


"Sayang nanti ikut aku ke rumah kak Ambar ya" ucap Brian, setelah keduanya masuk ke dalam ruangan Brian.


"Iya aku juga kangen sama si kembar dan temannya" ucap Sheila.

__ADS_1


Brian mengajak Sheila duduk di sofa, kemudian keduanya mengobrol di sana. Ini adalah waktu yang tepat untuknya berduaan dengan sang kekasih tampa ada yang menganggu.


Brian yang melihat anak rambut Sheila menutupi wajah gadis itu pun dengan cepat Brian menyelipkan ke daun telinga Sheila.


Membuat gadis itu tersenyum malu karena perlakuan manis Brian padanya.


"Kak aku mau ke toilet dulu ya" ucap Sheila.


"Iya sayang" ucap Brian.


Sheila beranjak masuk ke kamar mandi, sedangkan Brian masi duduk di sofa menunggu sang kekasih.


Cclekk...


Brian melihat ke adah pintu, Raffa masuk dengan wajah kuatnya. Langsung duduk di dekat sang sahabat.


"Kenapa loh?" tanya Brian.


"Gak kok, gue gak papa" ucap Raffa.


Pandangan Raffa tertuju pada tas seorang wanita yang ada di atas sofa, Raffa lalu menatap sang sahabat dengan curiga.


"Kenapa loh liatin gue gitu?" tanya Brian.


"Itu tas nya siapa?" tanya Raffa menunjuk tas yang ada di atas sofa.


"Punya cewek gue lah" ucap Brian.


"Sheila?" tanya Raffa.


"Iya, lagi di kamar mandi dia" ucap Brian.


"Kirain gue loh bawah cewek lain ke mari" ucap Raffa sambil tersenyum.


"Sialan loh" ucap Brian, semakin membuat Raffa terkekeh.


Sheila keluar dari kamar mandi dan melihat sudah ada Raffa di sana bersama dengan Brian.


"Kak Raffa udah dari tadi?" tanya Sheila duduk di dekat Brian.


"Baru kok Sel" ucap Raffa.


"Loh ganggu aja, gue kan pengen berduaan sama pacar gue" ucap Brian.


"Kak kok ngomong gitu sih" ucap Sheila.


"Biarin aja sayang" ucap Brian.


Sedangkan Raffa tidak menghiraukan omongan sang sahabat, di angga seperti angin lalu oleh Raffa.


"Tamu gak di bikinin minum nih?" tanya Raffa.


"Bikin aja sendiri" ucap Brian.


Okelah, gue bikin sendiri aja" ucap Raffa beranak mengambil minuman dingin di ruang pendingin yang ada di rungan Brian.


Raffa lalu kembali duduk di sofa dekat Brian dan Sheila, Brian melihat Raffa cukup lama lalu bertanya.


"Kapan loh mau ke Perancis?" tanya Brian.


"Seminggu lagi" jawab Raffa.


"Terus Melodi gimana?" tanya Brian lagi.


"Gue udah putusin dia kemarin di kantor" ucap Raffa.


Brian dan Sheila saling pandang, lalu Brian kembali melihat sang sahabat, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


"Masuk" ucap Brian.


Tio masuk sambil membawa berkas yang perlu di tandatangani oleh sang Bos, Tio melihat di sana juga ada Raffa.


"Bos ada berkas yang harus di tandatangani" ucap Tio.


"Taro aja di meja, loh gabung sini sama kita" ucap Raffa, membuat Brian mengernyit kening nya.


"Di sini gue bos nya" ucap Brian

__ADS_1


Next...


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...


__ADS_2