
"Api ama ami to lum idul ci, ami ama api agi atalan ya(papi sama mami kok belum tidur sih, mami sama papi lagi pacaran ya)" tanya Galah, membuat Gilang dan Ambar menjadi salah tingkah dengan pertanyaan putra mereka.
"Sayang kok kamu belum tidur sih, tadi habis makan mami bilang apa" tanya Ambar mengalihkan pembicaraan.
"Atu lum atut mi, atu aus adi atu ulun de uat bil ail(aku belum ngantuk mi, aku haus jadi aku turun deh buat ambil air)" ucap Galih.
"Ya sudah tunggu mami ambilin ya" ucap Ambar.
"Ga uca mi, ial Alih aja ami ajut atalan agi aja ama api(gak usah mi, biar Galih aja mami lanjut pacaran lagi aja sama papi)" ucap Galih membuat Ambar dan Gilang saling pandang.
Bocah kecil itu berlalu dari hadapan ke dua orang tuanya, pergi ke dapur sendiri mengambil air puti, Galih mengambil gelas yang sudah di sedia kan di dekat dispenser.
Bocah kecil itu menekan tombol dispenser dan air pun keluar, setelah melihat gelasnya hampir penuh Galih langsung menekan lagi tombol dispenser agar air berhenti.
Selesai meminum air, Galih meletakan gelas kosong di atas meja lalu kembali lagi ke ruang tengah dan melihat kedua orang tua nya masih berada di sana.
__ADS_1
"Sayang sudah" tanya Ambar.
"Uda mi, atu bali te amal ya mi,pi(udah mi, aku kembali ke kamar dulu ya mi,pi)" ucap Galih menaiki tangga, tapi di pertengahan tangga bocah kecil itu berhenti dan kembali melihat kedua orang tuanya.
"Ada apa boy" tanya Gilang melihat putranya yang tiba-tiba berhenti.
"Eman ga isa ya mi, pi atalan di amal ni tan da elat atalan di ual (emang gak bisa ya mi,pi pacaran di kamar ini kan udah telat pacaran di ruar)" ucap Galih.
Yang lagi-lagi membuat pasangan suami istri itu diam dan saling pandang, gak tau harus menjawab apa.
"Iya boy, ini papi sama mami udah mau masuk kamat kok" ucap Gilang mengajak sang istri.
Terlibat Gilang dan Ambar baru saja memasuki kamar mereka, saat ini jam sudah menunjukan pukul 11 malam.
"Sayang putra mu itu ya, kecil-kecil udah tau pacaran" ucap Ambar duduk di meja rias.
__ADS_1
"Yah nama nya juga anak gaul sayang, anak jaman sekarang" ucap Gilang.
Membuat ambar geleng-geleng kepala melihat sang suami, membuat Gilang yang di tatap mengedipkan sebelah mata nya membuat Ambar memutar bola matanya dengan malas.
"Jangan mulai deh" ucap Ambar.
"Gak bisa sayang kalau aku pengen ya mulai sekarang gimana" ucap Gilang menggoda sang istri.
Ambar tidak menghiraukan godaan dari sang suami, ia malah sibuk memakai krim malam untuk perawatan wajahnya, sedangkan Gilang sudah berbaring terlebih dahulu sambil menunggu sang istri.
Ambar juga sudah menceritakan tentang niat baik si kembar dan ke dua sahabatnya yang ingin ke rumah sang kakek besok, Gilang yang mendengar itu sangat senang dan bersyukur karena ia tau pasti para bocah kecil itu nanti tidak akan bekerja yang berat-berat di kakek Nicko.
Next...
***Jangan lupa, Like, Komen sama Vote ya guys....
__ADS_1
Terimakasih....
Lanjut up cerita Maura dan Jovian***..