Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Jangan Pura Pura Lupa


__ADS_3

Sore harinya mobil yang membawa hewan yang di minta si kembar pun datang, rupanya kakek Nicko tidak main-main memberikan kedua cucunya hadiah hewan.


Kakek Leo yang di perintah oleh sang bos pun langsung bergerak cepat mencari hewan yang di minta si kembar.


Mendengar mobil yang membawa hewan permintaan mereka sudah datang, si kembar dan kedua sahabatnya pun langsung saja keluar ke depan bersama kakek Nicko.


Si kembar melihat seperti ada yang berbeda, gajah yang mereka liat di kebun binatang tidak berbulu, dan tidak berwarna puti dan hitam tapi ini kok.


Eeekkk...


"Elataan uala aja utan dini de(perasaan sura gajah bukan gini deh)" ucap Galih.


"Ia yan ita iat di ebun ewan uga ga ada alna uti ama itam uga ya(iya yang kita liat di kebun hewan juga gak ada warna puti sama hitam juga ya)" ucap Galah juga.


"Ayo di runurin pak" ucap kakek Leo.


Para petugas itu pun menurunkan dua ekor hewan yang masi belum jelas di liat si kembar, mata keempat bocah kecil itu melotot besar melihat dua hewan yang baru saja turun.


"Uda(kuda)" ucap keempat bocah kecil itu bersama, lalu saling pandang.


"Ke to uda ci, ita tan inta ya aja(kek kok kuda sih, kita kan minta nya gajah)" ucap Galih melihat sang kakek yang sedang mengobrol bersama kakek Leo.


"Iya boy, kakek sama kakek Reza beli kuda buat kalian, kalau beli gajah mau di taruh di mana, lagian kuda kan bisa di naikin boy" ucap kakek Nicko.


Membaut si kembar berfikir keras, apa yang di katakan oleh sang kakek ada benarnya juga.

__ADS_1


"Iya de ga apa utulin aja, ama atu alna utih ya(iya deh gak papa syukurin aja, sama aku warna putih ya)" ucap Galih.


"Ia ama atu alna itam(iya sama aku warna hitam)" ucap Galah.


"Kita tunggu uncle Brian ya, nanti kita naik kuda keliling halaman" ucap kakek Nicko.


"Ia ke(iya kek)" ucap si kembar, lalu mengajak kedua sahabatnya mendekati kuda yang berdiri di dekat kakek Nicko.


"Wa, alna ya adus ya ais(wah, warna nya bagus ya guys)" ucap Galih.


"Ia ulu-ulu ya alus agi(iya bulu-bulu nya halus lagi)" ucap Iqbal.


"Ibal, Ipli anti alian uga ait uda ya alen ita(Iqbal, Kifli nanti kalian juga naik kuda ya bareng kita)" ucap Galah melihat kedua sahabatnya.


"Ia alo di adat ita ait to(iya kalau di ajak kita naik kok)" ucap Iqbal.


"Akek (kakek)" panggil si kembar.


"Ada apa boy?" tanya kakek Nicko melihat kedua cucunya.


"Lus tawat ita ana don, to ga ada ci(terus pesawat kita mana dong, kok gak ada sih)" tanya Galih melihat sang kakek.


Kakek Nicko melihat ke arah kakek Leo, kakek Leo yang mengerti arti tatapan sang bos pun hanya mengangguk saja.


"Pesawat kalian ada di bandara boy, gak bisa di bawa ke sini nanti di parkir di mana" ucap kakek Nicko.

__ADS_1


"Elius ke(serius kek)" tanya si kembar dengan antusias.


"Iya, nanti besok kita ke bandara ya, liat jet pribadi kalian oke" ucap kakek Nicko.


"Oke ke, api ita oleh ait tan(oke kek, tapi kita boleh naik kan)" tanya Galah.


"Boleh dong, itu kan pesawat milik kalian boy" ucap kakek Nicko.


Membaut si kembar bersorak senang, si kembar juga menceritakan pada kedua sahabatnya dengan senang.


"Wa elamat ya(wah selamat ya)" ucap Iqbal dan Kifli bersama.


Si kembar dan kedua sahabatnya kembali melihat kuda lagi, tiba-tiba mobil sport milik uncle Brian memasuki gerbang rumah si kembar.


Keempat bocah kecil itu melihat ke arah mobil uncle Brian.


"Ais tu ucel Blian, yo ita inta ado ama ucel(guys itu uncle Brian, ayo kita minta kado sama uncle)" ajak Galih.


"Yo(ayo)" ajak Galah juga.


Belum juga uncle Brian turun dari dalam mobil, sudah di serbu oleh keempat bocah kecil itu, Galih membuka pintu mobil uncle Brian.


"Kenapa?" tanya uncle Brian.


"Anan ula-ula upa ucel, ana ado uat ita(jangan pura-pura lupa uncle, mana kado buat kita)" ucap Galih menatap uncle Brian dengan tajam.

__ADS_1


"Hhehehe,,, tenang bro ada di dalam mobil" ucap uncle Brian sambil terkekeh geli melihat kedua ponakan nakalnya itu.


__ADS_2