Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Wijaya Group


__ADS_3

Mobil yang di naikin oleh si kembar pun keluar dari pintu gerbang yang besar itu, tapi sebelum ke kantor sang uncle mobil mampir untuk menjemput Iqbal dan Kifli, karena si kembar ingin mengajak kedua sahabat mereka.


Pik pik..


Mobil tiba di depan rumah sederhana Iqbal, tak lama kemudian Iqbal keluar dengan pakaian rapi.


"Ibal ayo, ita eput ipli uga(Iqbal ayo, kita jemput kifli juga)" ucap Galih, Iqbal pun masuk kedalam mobil duduk bersama si kembar.


"Maacih ya da emput atu(makasih ya udah jemput aku)" ucap Iqbal.


"Ia ama-ama(iya sama-sama)" ucap Galah.


Terlihat Kifli juga sudah rapih menunggu di depan rumah kontrakan, melihat mobil berhenti pun Kifli langsung masuk kedalam mobil.


"Alah, Alih ita ga atan di arahin ucel Blian tan(Galah, Galih kita gak akan di marahin uncle Brian kan)" tanya Kifli.


"Ga to ucel ita tan ayan ama ita(gak kok uncle kita kan sayang sama kita)" ucap Galih.


"Boy, nanti jangan nakal ya di kantor uncle" ucap Gilang.


"Ga anji py(gak janji pi)" ucap Galih.


"Iqbal nanti nasehati si kembar kalau berbuat ulah ya nak)" ucap Gilang.


"Ia om, anti Ibal ilanin ebal(iya om, nanti Iqbal bilangin kembar)" ucap Iqbal.


Mobil membelah jalan raya yang sudah mulai padat akan akan kendaraan yang berlalu lalang, sedangkan keempat bocah kecil itu asik berceloteh tak jelas, apa yang mereka liat dari luar jendela langsung jadi bahan obrolan keempat bocah kecil itu.

__ADS_1


Tak berselang lama mobil pun memasuki gedung kantor Wijaya Group, terlihat para karyawan kantor mulai berdatangan.


"Yo ulun it da ampai (ayo turun kita udah sampai)" ajak Galah.


Keempat bocah kecil itu turun dari mobil, begitu juga dengan papi Gilang pada saat akan melangkah bertepatan dengan mobil Brian baru saja tiba, dengan heboh si kembar menunggu sang uncle keluar mobil.


"Ucel(uncle)" panggil si kembar, membuat Brian yang baru saja turun bersama Tio melihat ke asal suara.


"Hay, jagoan-jagoan uncle" ucap Brian mendekati keempat bocah kecil itu.


"Hay Iqbal, Kifli" sapa uncle Brian mengusap kepala kedua bocah kecil itu.


"Hay ucel Blian(hay uncle Brian)" ucap Iqbal dan Kifli juga.


"Kak" ucap Brian menyapa kaka iparnya.


"Iya, kak" ucap Brian.


"Boy ingat jangan nakal ya, kalau mau nakal papi udah gak akan ijinin kalian buat ke kantor uncle lagi" ucap Gilang.


"Ia pi ita anji ga atan akal(iya pi kita janji gak akan nakal)" ucap si kembar.


"Ya sudah kalau gitu papi ke kantor ya" ucap Gilang pamit pada semuanya di situ.


"Ia api, ati-ati ya(iya papi hati-hati ya)" ucap Galih.


Setelah mobil papi Gilang keluar dari halaman kantor Wijaya Group, Brian dan Tio mengajak keempat bocah kecil itu untuk masuk kedalam.

__ADS_1


"Om Io(om Tio)" panggil Galih.


"Hey, ayo jalan hati-hati ya nanti jatuh" ucap Tio.


Brian, Tio dan keempat bocah kecil itu masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai di mana ruangan Brian berada.


"Alah atu atut(Galah aku takut)" ucap Kifli.


"Atut napa(takut kenapa)" tanya Galah melihat sang sahabat.


"To ita asut tini cih, anti alo ga elual dimana(kok kita masuk sini sih, nanti kalau gak keluar gimana)" ucap Kifli dengan polos.


"Ni ama yaa ip yan au awa ita te antai uanan ucel(ini nama nya lift yang mau bawa kita ke lantai ruangan uncle)" ucap Galah.


"Udah gak usah takut ya" ucap Tio mengusap kepala Kifli.


Ting...


Lift terbuka, semuanya keluar dari lift dan melangkah masuk kedalam ruangan uncle Brian, terlihat Kevin juga sudah berada di balik meja kerjanya.


"Om Evin(om Kevin)" panggil Galih.


"Hey kembar)" ucap Kevin dan melihat tak hanya ada kembar tapi ada kedua temannya juga.


Brian mengajak semuanya masuk ke dalam ruangannya, sampai di dalam si kembar berhamburan lari ke arah sofa untuk meletakan tas punggung mereka.


Next....

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...


__ADS_2