
Tak terasa usia kehamilan mami Ambar saat ini sudah sudah 7 bulan, saat ini kediaman si kembar sedang di sibukkan dengan acara doa 7 bulanan, dengan mengundang anak yatim dan teman-teman ngaji si kembar dan para sahabat.
"Boy, apa kalian sudah siap?" tanya papi Gilang yang baru saja memasuki kamar si kembar.
"Uda to pi, ni igal ulun aja te awa(udah kok pi, ini tinggal turun aja ke bawa)" ucap Galih melihat sang papi.
"Oke, papi sama mami tunggu di bawa ya, teman-teman kalian juga udah pada datang loh," ucap papi Gilang.
"Ia pi, esai ni ita ansun ulun to(iya pi, selesai ini kita langsung turun kok)" ucap Galah.
"Ya sudah papi duluan ya," ucap papi Gilang.
"Ote pi(oke pi)" ucap si kembar bersama.
Setelah papi Gilang keluar dari kamar kedua putra kembarnya, si kembar terlihat sedang mengunakan kopiah kecil milik mereka, saat ini kedua bocah kembar itu mengenakan gamis yang senada.
"Ila-ila Ibal ama Ipli da ateng lum ya(kira-kira Iqbal sama Kifli udah dateng belum ya)" ucap Galih.
"Anti ita iat di awa ya(nanti kita liat di bawa ya)" ucap Galah.
"Ia, yo ita ulun(iya, ayo kita turun)" ajak Galih.
Si kembar pun keluar dari dalam kamar mereka, bertepatan juga dengan kak Dev yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Tat, da iap uga(kak, udah siap juga)" tanya Galih.
"Iya, ayo kita turun," ucap kak Dev mengajak si kembar.
Kak Dev dan si kembar menuruni anak tangga ke lantai bawa, terlihat anak-anak panti dan teman mengaji si kembar sudah berada di kediaman mereka.
"Alah, Alih(Galah, Galih)" panggil teman mengaji si kembar.
__ADS_1
"Ei Iman(hey Iman)" ucap Galah dan Galih menyapa teman mereka.
Terlihat Iqbal dan Kifli memasuki rumah si kembar, kedua bocah kecil itu langsung mencari keberadaan si kembar.
"Ibal, tu embal etana yo(Iqbal, itu kembar ke sana yuk)" ajak Kifli.
Mereka pun pergi mendekati si kembar dan bergabung bersama teman mereka dan anak-anak panti yang lain.
Terlihat kakek Nicko, kakek Reza, eyang Sinta dan eyang Nisa juga sudah berada di sana, mommy Nara dan daddy Erik pun sudah datang juga, hanya tinggal menunggu yang lain saja.
"Eyan Ara, oty ura ama adit Aqil ana(eyang Nara, aunty Maura sama adik Aqil mana)" ucap Galih.
"Lagi di perjalanan sayang, bentar lagi sampai kok," ucap eyang Nara mengelus kepala sang cucu.
Terlihat papi Joshua dan mami Ranti juga baru sampai, para uncle juga dan papa Leo dan mama Sisi, terlihat Tio dan Laura juga baru saja tiba.
"Om Io(om Tio)" panggil Galih.
"Alah agi ama eyan om(Galah lagi sama eyang om)" ucap Galih.
"Tat Ula(kak Laura)" ucap Galih.
"Hay sayang," ucap Laura juga mengelus kepala bocah kecil itu.
Uncle Brian datang bersama sang kekasih Sheila, uncle Marvel datang bersama Adelia, dan para sahabat Brian dan Marvel juga turut datang, hanya Raffa yang tak hadir karena Raffa saat ini sedang berada di Prancis.
Saat semuanya sudah berkumpul, acara doa 7 bulanan pun di mulai, dan doa di bawa oleh ustad yang mengajar si kembar dan yang lain mengaji.
Si kembar dan kedua sahabatnya duduk bersama uncle Brian dan uncle Marvel, terlihat Galih sedang membisikkan sesuatu pada sang kembaran.
Membuat uncle Brian menggeleng kepala melihat tingkah kedua ponakan nakalnya itu, sedangkan Iqbal dan Kifli duduk diam sambil mendengar oak ustad membacakan doa.
__ADS_1
"Amu tenapa ci Alih(kamu kenapa sih Galih)" tanya Galah balik berbisik.
"Atu da apel Alah(aku udah laper Galah)" ucap Galih kembali berbisik pada sang kembaran.
"Abal, itit agi esai to(sabar, dikit lagi selesai kok)" ucap Galah.
Setelah doa selesai, semuanya pun di persilahkan untuk mencicipi hidangan yang sudah di siapkan oleh tuan rumah, semau menu ada di atas meja, mami Ambar dan papi Gilang juga memberikan jadian untuk anak-anak panti dan teman-teman ngaji si kembar, berupa gamis hijab dan masi banyak yang lain juga.
"Yo ais, ita atan (ayo guys, kita makan)" ucap Galah dan Galih mengajak para sahabat.
Uncle Marvel terlihat mengendong ponakan cantiknya beby Aqil, uncle Marvel lalu duduk di dekat gadis nya Adelia.
"Lucu banget ya kak," ucap Adel mengusap pipi beby Aqil dengan lembut.
"Iya, kaya uncle nya hehhe," ucap uncel Marvel sambil terkekeh geli.
"Ish, ucel Alvel ni enit anet ci(ish, uncle Marvel genit banget sih)" ucap Galih yang tak sengaja mendengar obrolan uncle Marvel dan Kak Adel.
Membuat uncle Brian dan yang lain tersenyum melihat uncle Marvel.
"Lain kali saling bisik bro, biar si kembar gak dengar hehehe," ucap uncle Brian meledek sang sohib.
Suasana berlangsung dengan hikmat, semuanya menyantap makanan yang sudah di siapkan, terlihat si kembar dan kedua sahabatnya juga tidak mau ketinggalan.
Mami Ambar dan papi Gilang tersenyum melihat banyak anak-anak yang sedang berbaur dengan anak-anak mereka, sekarang tinggal menunggu beby kembar lahir dan kebahagiaan pasangan suami dan istri itu akan bertambah.
Tak lupa juga semuanya berfoto bersama, sebagai kenang-kenangan, si kembar mengajak anak panti dan semua para sahabat mengaji mereka.
~***Tamat~
Guys, akhirnya cerita si kembar season satu tamat juga, lanjut season dua ya judulnya ~Dua Kembar Nakal~ masi dengan cerita si kembar kecil yang menyambut kelahiran adik kembar mereka, tapi gak terbit di NT ya🙏🙏***
__ADS_1