Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Kita Nakal Dari Uncle Brian & Uncle Marvel


__ADS_3

"To ucel iat ita ditu cih(kok uncle liatin kita gitu sih)" ucap Galih.


"Lagian kalian minta mobil sport kaya minta mainan" ucap Brian.


"Tu tan om Laffa ucel Blian ili ama ita(tuh kan om Raffa uncle Brian iri sama kita)" ucap Galih.


Membuat tawa Raffa dan Marvel pecah karena mendengar perkataan si kembar, Raffa tak habis pikir dengan keponakan sang sohib.


"Siap yang iri sih, uncle juga bisa kok beli mobil sendiri" ucap Brian tak mau kalah.


Saat ini Galah sedang duduk di pangkuan uncle Marvel, sedangkan Galih duduk di pangkuan om Raffa.


"Alo ucel isa eli dili enapa ijam obil pot ita elus(kalau uncle bisa beli sendiri kenapa pinjam mobil sport kita terus)" ucap Galah.


"Uncle lagi nabung buat ngelamar calon aunty kalian" ucap Brian.


"Tenapa ga inta ama akek Nic(kenapa gak minta sama kakek Nick)" ucap Galah.


"Emangnya kalian kalau mau sesuatu minta sama kakek" ucap Brian.


Sedangkan Raffa dan Marvel hanya menjadi pendengar setia ketiga pria yang berbeda usia itu berdebat.


Si kembar tak henti-hentinya menyerang sang uncle, Brian pun hanya bisa mengalah untuk kedua ponakan kembarnya itu.

__ADS_1


Di luar sana Ambar dan Maura bertanya tanya-tanya apa yang di lakukan si kembar sampai tak kunjung kembali.


"Ra, kita liat si kembar yuk" ajak Ambar.


"Ayo" ucap Maura.


Ambar dan Maura pun pergi ke lantai atas di mana ruangan pemilik kafe berada, yaitu Brian.


Cclleekk....


Semua yang ada di dalam situ melihat ke arah pintu yang kembali terbuka.


"Amyy, oty Ura to te tini cih(mami, aunty Maura kok ke sini sih)" tanya Galah.


"Eh ada tamu rupanya ya, Galih kok duduk di situ sih" ucap Ambar melihat putra bungsunya sedang duduk di pangkuan Raffa.


"Gak papa kak, santai aja" ucap Raffa tersenyum.


Ambar menatap sang adik, membuat Brian mengerti arti tatapan sang kaka.


"Ini Raffa kak, teman kecil kita dulu" ucap Brian.


Ambar melihat kearah pria tampan yang sedang memangku sang putra, karena sudah besar membuat Ambar dan Maura tidak mengenali wajah Raffa.

__ADS_1


"Ya ampun Raffa, ini beneran kamu tambah ganteng ya" ucap Maura.


"Ish, oty ura enit, anti ita apolin ama ucel Jo ya(ish, aunty Maura genit, nanti kita laporin sama uncle Jo ya)" ucap Galih, melihat Maura sangat akrap dengan Raffa.


"Ish, kalian ini, aunty kan kenal om Raffa dari kecil waktu main sama uncle kalian" ucap Maura.


"Amy uga au ilan om Laffa anteng, ita ilan apy uga ya(mami juga mau bilang om Raffa ganteng, kita bilang papi juga ya)" ucap Galah.


"Gak kok sayang, buat mami yang paling ganteng itu kalian berdua" ucap Ambar.


"Ita eman anten ali apy my(kita memang ganteng dari papi my)" ucap Galih dengan pede.


"Ganteng tapi nakal" ucap Brian.


"Ya ita akal ali ucel Blian ama ucel Alvel, ia tan Alah(yah kita nakal dari uncle, iya kan Galah)" ucap Galih lagi.


Membuat semua yang adi di ruangan itu tertawa mendengar perkataan Galih, apa lagi Raffa yang merasa sangat terhibur bisa mengenal kedua bocah kembar itu.


Sedangkan kedua pria yang menjadi pusat sasaran pun hanya saling pandang dan menggeleng kepala.


Next....


**Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys....

__ADS_1


Terimakasih**....


__ADS_2