Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Sorry Kita Lagi Sibuk


__ADS_3

Besok adalah hari ulang tahunnya si kembar yang ke 3 tahun, dan hari ini semaunya di sibukkan dengan dekor mendekor, sedangkan si kembar dan kedua sahabatnya sedang mengisi hadiah sneak-sneak ke dalam plastik, yang akan di bagikan pada anak panti besok.


Galah melihat sang kembaran yang sedari tadi selalu membuka bungkusan coklat wafer untuk di makan.


Sedangkan sampah sneak juga sudah berserah kan di dekat bocah kecil itu, membaut ketiga sohibnya geleng kepala.


"Alih amu ali adi atan afel elus(Galih kamu dari tadi makan wafer terus)" ucap Galah melihat sang kembaran.


"Ia bis enat ci(iya habis enak sih)" ucap Galih sambil mengunyah wafer coklat.


"Anti amu atit elut(nanti kamu sakit perut)" ucap Iqbal.


"Ga to ibal(gak kok Iqbal)" ucap Galih.


"Ebal Puput di undan uga ga esot(kembar puput di undang juga gak besok)" tanya Iqbal.


"Ia atu undan tot ompon tan abat ita(iya aku undang kok ompong kan sahabat kita)" ucap Galih sambil memakan wafer coklat.


Sedangkan Galah hanya diam saja, tak menangapi obrolan ketiga sohibnya itu.


Ooouueekkk...


Suara tangis bayi kecil mengemang di ruangan itu, suaranya berasal dari dalam box bayi yang tak jauh dari keempat bocah kecil itu.


Pandangan si kembar dan kedua sahabatnya melihat ke arah box bayi itu.


"Adit Atil anis ais(Adik Aqil nangis guys)" ucap Galih.


"Yo ita iat(ayo kita liat)" ajak Galah.


Keempat bocah kecil itu beranjak dan melihat beby Aqil yang sedang menangis di dalam box bayi.


"Du adit Atil tot anis ci, iam ya adit Atil apel ya(aduh adik Aqil kok nangis sih, diam ya adik Aqil laper ya)" ucap Galih melihat bayi kecil itu.


"Apel ali adit Atil(laper kali adik Aqil)" ucap Iqbal.

__ADS_1


"Asi ue aja ial adit Atil iam(kasih kue aja biar adik Aqil diam)" ucap Kifli.


"Anan tan ata oty ura adit Atil lum isa atan(jangan kan kata aunty Maura adik Aqil belum bisa makan)" ucap Galah.


"Ia ya lus iana don adit Atil tan anis elus(iya ya terus gimana dong adik Aqil kan nangis terus)" ucap Iqbal.


"Ita agi oty ura aja(kita panggil aunty Maura aja)" ucap Galih.


"Ia ana amu amu Ipli agi oty ura(iya sana kamu sama Kifli panggil aunty Maura)" ucap Galah.


Galih dan Kifli pun pergi memanggil aunty Maura di ruang makan, ternyata wanita yang baru melahirkan itu sedang makan bersama mami Ambar.


"Oty ura(aunty Maura)" panggil Galih.


"Ada apa sayang, beby Aqil udah bangun ya?" tanya aunty Maura.


"Ia oty adit Atil agi anis tu(iya aunty adik Aqil lagi nangis tuh)" ucap Galih.


"Pasti beby haus Ra, sana kamu kasi asi dulu" ucap mami Ambar.


"Iya, aku cuci tangan dulu" ucap aunty Maura pergi mencuci tangan.


"Oty ura ana? acian adit Atil angis elus(aunty Maura mana? kasian adik nangis terus)" ucap Galah.


"Etal agi oty atan to(bentar lagi aunty datang kok)" ucap Galih melihat ke dalam box bayi di mana beby Aqil masi menangis.


Maura langsung mengangkat beby Aqil dari dalam box, membuat keempat bocah kecil itu tak lepas memandang pergerakan aunty Maura.


"Beby Aqil mau di kasih asi dulu ya kaka" ucap aunty Maura.


"Adit Atil aus ya oty(adik Aqil haus ya aunty)" tanya Galih.


"Iya sayang, kalau nangis gini adik Aqil lagi haus tandanya" ucap aunty Maura duduk di salah satu sofa dengan mengendong beby Aqil.


"Elati alo adit Atil agis agi lus aus ita oleh asi inum tutu don oty(berarti kalau adik Aqil nangis terus haus kita boleh kasih minum susu dong aunty)" tanya Galah melihat aunty Maura.

__ADS_1


"Gak belum bisa di kasih susu buatan sayang, nanti kalau adik Aqil udah besar baru bisa, sekarang ini adik Aqil hanya bisa minum asi dari aunty" ucap aunty Maura melihat keempat bocah kecil itu yang sedang berdiri di depan aunty Maura.


"Alo ditu yo ita anjut isi dia agi(kalau gitu ayo kita lanjut ngisi hadiah lagi)" ajak Galah, yang mendapat anggukan dari ketiga sohibnya.


Keempat bocah kecil itu kembali duduk di karpet bulu dekat snek-snek, Iqbal dan Kifli kembali mengisi hadiah ke dalam plastik begitu pun dengan si kembar.


"Mi ema ya apten Elita tan(mi tema nya kapten amerika kan)" tanya Galih melihat sang mami yang Naru saja memasuki ruang tengah.


"Iya sayang temannya kapten amerika kok, nanti di anter sebentar sore sama yang bikin" ucap mami Ambar, membuat si kembar senang.


"Assalamualaikum semaunya" ucap kak Dev yang baru saja memasuki ruang tengah bersama seorang wanita cantik.


"Waalayikumsalam Dev kamu sudah pulang" tanya mami Ambar.


"Iya kak, kenalin ini Zein teman aku kak" ucap Dev memperkenalkan wanita yang bersamanya itu.


"Hallo kak aku Zein" ucap wanita yang bernama Zein itu.


"Iya ayo silahkan duduk Zein, maaf rumah berantakan karena lagi sibuk dekor buat ulang tahun si kembar" ucap mami Ambar.


"Gak papa kok kak, jadi aku juga bisa bantu kalau gini" ucap Zein tersenyum manis.


Sedangkan si kembar mengenali suara wanita itu, wanita yang menelpon kak Dev tempo hari dan di sangat oleh Galih, wanita yang pernah mengatai mereka upin dan ipin.


"Hay guys, kenal yuk sama kak Zein" ucap kak Dev memanggil keempat bocah kecil itu yang sedang mengisi hadiah kedalam plastik.


"Oli ita agi ibuk tat(sorry kita lagi sibuk kak)" ucap Galih, membuat mami Ambar dan aunty Maura saling pandang.


"Gak papa kok Dev mereka kan lagi sibuk" ucap Zein tersenyum paksa.


"Ita de tu so so an (liat deh tuh sok sok an)" ucap Galah berbisik pada ketiga sohibnya.


"Sial ni bocah-bocah, jadi mereka yang waktu itu ngangkat telpon aku" ucap Zein dalam hati sambil melihat semaunya tersenyum manis.


"Is eyum asa(ish senyum paksa)" ucap Galih dalam hati sambil melirik wanita yang duduk di dekat kak Dev.

__ADS_1


Mami Ambar dan aunty Maura mengajak Zein mengobrol, sedangkan kak Dev pergi ke kamu untuk Menganti seragam dengan baju rumah.


Si kembar dan kedua sahabatnya sibuk, dan tak memperdulikan obrolan orang dewasa yang sedang duduk di sofa. Aunty Maura sudah meletakan kembali beby Aqil dalam box bayi, karena bayi kecil itu kembali tertidur pules.


__ADS_2