
Selesai makan siang Brian, Sheila dan si kembar kembali ke kantor.
Sheila sudah duduk di kursi dekat Brian, sedangkan si kembar duduk di kursi belakang.
Mobil berhenti di lobby kantor, Brian turun dan di susul oleh Sheila, Brian melihat kedua ponakan nya yang tak kunjung keluar.
"Ayo turun udah sampai nih" ajak Brian.
Si kembar saling pandang tak mendengar suara uncle mereka, tapi mereka tak bergerak sedikitpun.
"Kok diam, ayo turun" ajak Brian lagi.
"Ita ga au alan ucel(kita gak mau jalan uncle)" ucap Galih.
"Terus mau apa" tanya Brian.
"Di edon ama ucel(di gendong sama uncle)" ucap Galih.
Brian menjadi kaget mendengar permintaan si kembar, masa ia dia harus mengendong keuda bocah itu.
"Jangan mulai deh, mana bisa uncle gendong kalian berdua" ucap Brian.
"Ya uda alo ditu ita ga au ulun(yah udah kalau gitu kita gak mau turun)" ucap Galih membuang muka.
"Gini aja, Galih sama kaka Sheila, Galah sama uncle Brian gimana" ucap Sheila.
Si kembar saling pandang terus tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh kak Sheila.
__ADS_1
"Ote ita au(oke kita mau)" jawab Galah.
"Ayo" ajak Sheila.
Galah dan Galih pun saat ini berada di gendongan uncle Brian dan kak Sheila, mereka berjalan di lantai dasar menjadi pusat perhatian.
"Kamu gendut banget sih" ucap Brian pada Galah.
"Atu ga edut to ucel, ucel aja yan ga uat edon atu(aku gak gendut kok uncle, uncle aja yang gak kuat gendong aku)" jawab Galah karena tak terima di katakan gendut.
Mereka masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai atas, sesekali Galih dan Galah berceloteh sepanjang jalan.
Tingg....
Keluar dari lift si kembar melihat Kevin baru saja tiba di meja kerjanya.
Kevin melihat si kembar yang ada di gendongan sang bos dan di gendongan gadis cantik.
"Hay Galah, Galih" ucap Kevin.
"Turun aja ya kan udah sampai sini" ucap Brian.
"Ia ita ulun di tini aja(iya kita turun di sini aja)" ucap Galah.
Setelah si kembar turun dari gendongan sang uncle dan Sheila, mereka lalu mendekati Kevin yang berada di balik meja.
"Ayo kita masuk ke dalam ruangan uncle" ajak Brian.
__ADS_1
"Ucel uan aja ama tata ela(uncle duluan saja sama kaka Sheila)" ucap Galih, melihat sang kembaran.
"Ia ita agi au ama om Evin(iya kita lagi mau sama om kevin)" ucap Galah.
"Tapi jangan ke mana-mana ya langsung ke ruangan uncle" ucap Brian yang mendapat anggukan dari si kembar.
Brian mengandeng mesra sang kekasih ke dalam ruangannya, sedangkan si kembar ber tos ria karena berhasil mengelabui sang uncle kali ini.
Sedangkan Kevin memandang keduanya dengan curiga.
"Kalian kok senang banget" tanya Kevin.
"Ga to ita ga enan, om Evin elja agi aja(gak kok kita gak senang, om kevin kerja lagi aja)" ucap Galih.
Kevin kembali bekerja, sedangkan si kembar masi berada di sekitar situ mencari situasi ama n agar bisa kabur dengan baik dari sekertaris uncle nya itu.
Kedua bocah kembar itu melihat ke arah sekertaris uncle nya yang sedang sibuk dengan berkas-berkas di atas meja, di rasa aman mereka pun berjalan dengan pelan menuju lift.
Next....
**LIKE
KOMEN
VOTE
TERIMAKASIH....❤❤❤**
__ADS_1