Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Salah Kasih Hadiah


__ADS_3

Uncle Brian dan uncle Marvel sudah menyiapkan kado buat si kembar, seperti janji mereka di birth day si kembar dua hari yang lalu.


Galih masuk mengambil kado yang ada di kursi belakang mobil uncle Brian, terlihat hanya satu plastik merah di sana, Galih mengambil dan keluar dari mobil sambil membawa plastik merah itu.


"Alih tu apa(Galih itu apa)" tanya Iqbal.


"Ni ado ali ucel(ini kado dari uncle)" ucap Galih.


"Oba di uka(coba di buka)" ucap Galah.


Keempat bocah kecil itu pun mulai membuka isi plastik jumbo itu, sedangkan uncle Brian sudah bergabung bersama sang daddy dan om Leo untuk melihat kuda si kembar.


"Ni iti ya apa ci to aya ebut ditu(ini isi nya apa sih kok kaya lembut gitu)" ucap Galah.


"Di uka aja atu enatalan ni(di buka aja aku penasaran nih)" ucap Galih.


Keempat bocah kecil itu melotot dan saling pandang melihat isi yang ada di balik tas berwarna merah itu.


"Ni tan empes(ini kan pem pres)" ucap Galih.


"To ucel asi ita empes ci, man ita anat ecil yan asi opol di cenana apa(kok uncle kasi kita pem pres sih, emang kita anak kecil yang masi ngompol di celana apa)" ucap Galah juga.


Galih lalu beranjak berdiri dan mendekati uncle Brian yang sedang asik mengobrol bersama kakek Nicko dan kakek Leo.


"Ucel(uncle)" panggil Galih menatap sang uncle dengan marah.

__ADS_1


"Ada apa bro gimana Koda nya bagus kan, kalian suka gak?" tanya uncle sambil tersenyum.


"Adus apa ni ucel asi ita ado empes(bagus apa ini uncle kasi kita pem pres)" ucap Galah memperlihatkan satu pem pres yang sudah di buka.


Membuat uncle Brian melotot tak percaya, begitu pun dengan kakek Nicko dan kakek Leo.


"Man ita anak ecik apa(emang kita anak kecil apa)" ucap Galih masih kesal.


"Kok Marvel bisa salah ambil sih, pasti yang di ambil sama dia hadiah kalian" ucap uncle Brian.


"Ucel anan ura-ura ya(uncle jangan pura-pura ya)" ucap Galih menatap sang uncle dengan tajam.


"Gak uncle gak pura-pura kok, uncle beli sendiri kado kalian sama uncle Marvel, popok ini punya beby Aqil" ucap uncle Brian mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya, untuk menghubungi sang sahabat.


Telpon dari Brian langsung di angkat oleh sang sohib di seberang sana.


"Vel, kok loh bisa salah ambil popok sih?" tanya Brian dengan kesal.


"Hehehe,, sorry bro habis sih lain buru-buru jadi gue asal ambil aja" ucap Marvel di seberang telpon sambil tertawa.


"Sialan loh, buruan anter kadonya si kembar, ni gue udah di pelototin sama mereka" ucap Brian melihat kedua ponakan nya yang menatap tajam dirinya.


"Iya-iya ni gue udah mau otw, tunggu aja" ucap Marvel dari seberang telpon, lalu panggilan telpon pun mati.


"Sabar ya uncle Marvel udah ke sini mau nganter hadiah buat kalian" ucap uncle Brian.

__ADS_1


Sedangkan kakek Nicko dan kakek Leo hanya tersenyum dan menggeleng kepala melihat si kembar dan sang uncle berdebat masalah hadiah.


"Udah ayo semau masuk ke dalam" ajak kakek Nicko.


Si kembar dan kedua sahabatnya pun masuk ke dalam, uncle Brian membawa popok beby Aqil yang sudah di buka oleh si kembar dan kedua sahabatnya.


"Da ada aja ni ucel asa asi ita empes ci(ada ada saja nih uncle masa kasih kita hadiah pem pres sih)" ucap Galih yang tak henti-hentinya mendumel.


Membuat eyang Nisa dan Mami Ambar melihat ke arah keempat bocah kecil itu, tak lama kemudian Brian meletakan popok itu di salah satu sofa dekat sang mami.


"Cucu eyang kok marah-marah sih, apa hheemm?" tanya eyang Nisa.


"Tu eyan ucel asa ala asi ita dia empes ci(itu eyang uncle masa salah kasi kita hadiah pem pres sih)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari sang kembaran.


"Ya kan gak sengaja juga, udah dong ngambeknya" ucap uncle Brian sambil menyembunyikan tawanya melihat kedua ponakan nakalnya itu.


Sedangkan eyang Nisa hanya menggeleng kepala melihat putra nya.


"Terus itu popok nya siapa dek?" tanya mami Ambar.


"Beby Aqil kak, aku sama Marvel beli tadi di supermarket, tapi Marvel salah ngambil pas turun dari mobil, yang di ambil sama Marvel hadiah buat si kembar" ucap uncle Brian.


"Sabar aja kan hadiahnya udah di anter kemari sama uncle Marvel" ucap uncle Brian.


Si kembar masi tetap menatap sang uncle dengan kesal, membuat semua yang ada di sana mati-matian menahan tawa mereka.

__ADS_1


__ADS_2