Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Si Kembar Kelelahan


__ADS_3

"Ucel to enon ci, uan ya ana buat ayal odet(uncle kok bengong sih, uang nya mana buat bayar ojek)"ucap Galih.


"Vin" panggil Brian, Kevin yang mengerti apa maksud sang bos pun pergi ke ruangan Brian untuk mengambil dompet sang bos.


"Ini bos" ucap Kevin memberikan dompet mahal sang bos.


Brian membuka isi dompetnya dan mengambil uang pecahan seratus ribu sebanyak lima lembar, lalu memberikan pada si kembar.


"Aban tini(abang sini)" panggil Galah.


Abang ojek itupun mendekat ke arah si kembar.


"Ni uan uat ayal odet ita ya, olon di lima aban(ini uang buat bayar ojek kita ya, tolon di terima abang)" ucap Galah.


"Ini kebanyakan dek" ucap abang ojek itu.


"Ga apa ini jeki uat aban alena da au atel ita te tini(gak papa ini rejeki buat abang, karena udah mau anter kita ke sini)" ucap ucap Galih.


"Makasih dek kalian sangat baik, abang terima ya" ucap abang ojek.


"Ia bang" jawab si kembar bersama.


"Terima kasih bapak-bapak semua" ucap abang itu pada semua orang dewasa di situ.


"Sayang yang seharusnya berterima kasih, karena bapak sudah mau mengantar cucu saya ke sini" ucap kakek Nicko.


"Iya pak sama-sama, kalau gitu saya mau pamit dulu pak, deh abang ojek pamit ya" ucap ojek itu.

__ADS_1


"Ia ban ati-ati ya" ucap Galah.


Setelah tukang ojek itu pamit semuanya bubar, Brian mengajak si kembar masuk ke dalam ruangannya.


Saat ini jam masih menunjukan pukul setengah dua siang, karena panik mencari keberadaan si kembar tadi Brian harus melepas pekerjaannya.


"Anas anet ya ait odet(panas banget ya naik ojek)" ucap Galih.


"Ia anas anet(iya panas banget)" ucap Galah.


Brian dan Sheila masi mendengar obrolan kedua bocah kembar itu, sesekali Brian menggeleng kepala di buatnya.


Brian kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda, sedangkan Sheila duduk bersama si kembar.


"Cel, ucel arah ya ama ita(cel, uncle marah ya sama kita)" tanya Galih.


"Gak uncle gak marah, cuma kuatir aja sama kalian yang tiba-tiba kabur" ucap Brian pelan.


"Ita inta aap ya ucel, da uat ucel watil(kita minta maaf ya uncle, udah buat uncle kuatir)" ucap Galah.


"Udah gak papa, jangan gitu lagi ya" ucap Brian


"Ia cel" jawab si kembar.


Galah dan Galih pun memeluk sang uncle dengan sayang, Sheila yang duduk di sofa tersenyum melihat itu.


"Cel, ita ape au idul(uncle kita capek mau tidur)" ucap Galah.

__ADS_1


Brian pun membawa kedua ponakan kembarnya masuk ke dalam kamar yang bisa ia pakai untuk mengistirahatkan tubuhnya kalau sedang lelah bekerja.


"Wah ni amal ucel ya(wah ini kamar uncle ya)" tanya Galih setelah mereka tiba di dalam.


"Iya, sekarang kalian tidur ya" ucap Brian.


"Ia cel" jawab si kembar lalu berbaring di atas ranjang king size milik uncle mereka.


Karena kelelahan mengejar balon gas di sepanjang jalan raya, membuat kedua bocah kembar itu di landa kantuk yang tak bisa di tahan.


Tak lama kemudian suara dengkuran keduanya pun terdengar, Brian duduk di sisi keduanya lalu mencium kening kedua ponakan nakalnya itu, lalu Brian keluar dari kamar itu.


"Sayang" panggil Brian.


Sheila yang sedang bermain ponsel pun melihat kearah Brian yang mendekat ke arahnya.


"Mereka udah tidur" tanya Sheila.


"Udah, kamu gak ikut istirahat" tanya Brian menyelipkan anak rambut gadisnya itu.


"Gak aku nemanin kamu kerja aja" ucap Sheila.


"Kalau gitu aku lanjut kerja lagi ya" ucap Brian.


"Iya kak" ucap Sheila.


Sebelum beranjak Brian mencium kening sang kekasih, kemudian beranjak menuju kursi kebesarannya.

__ADS_1


Next....


Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya...


__ADS_2