Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Si Kembar Di Jemput Sopir


__ADS_3

Ponsel milik Brian berdering pertanda kalau ada panggilan masuk, Brian melihat nama sang kaka yang tertera di layar benda pipi itu.


"Assalamualaikum kak" ucap Brian saat ia menggeser tombol hijau.


"Waalaikumsalam, Dek sopir sedang menjemput si kembar ke kantor 1 jam lagi mereka harus pergi ngaji" ucap Ambar dari seberang sana.


"Iya kak, nanti aku bangunin mereka lagi tidur siang" ucap Brian.


"Iya, kamu hutang penjelasan sama kaka soal mereka ya" ucap Ambar.


Brian yang mengerti maksud sang kaka pun langsung menjawab.


"Iya nanti aku pulang kantor mampir ke sana buat jelasin semuanya" ucap Brian.


Panggilan pun berakhir, ia melihat sang gadis yang masi duduk di sofa dengan bermain ponsel miliknya.


"Sayang..." panggil Brian.


Sheila melihat ke arah Brian yang beranjak dari kursi kerjanya, lalu mengajak tangan Sheila untuk melihat si kembar.


Clekk...


Sheila dan Brian melihat si kembar yang sedang tertidur pulas, saat ini keadaan ranjang besar itu menjadi berantakan karena meraka.


"Sayang bangun" ucap Brian.


"Da apa ti cel, andu ita agi idul aja, ita tan ape(ada apa si uncle, ganggu kita lagi tidur aja, kita kan capek)" ucap Galih menggeliat.

__ADS_1


"Bangun yuk, bentar lagi pak sopir datang loh jemput kalian kata mami kalian harus ngaji" ucap Brian.


"Ilan aja ama amy, ita ibul de te ali aja tan ga apa(bilang aja sama mami, kita libur deh se hari aja kan gak apa-apa)" ucap Galah masih engan bangun.


"Gak bisa boy, kan kalian tau gimana mami kalian" ucap Brian lembut.


Sheila juga ikut membujuk si kembar agar mau pulang untuk belajar ngaji.


"Iya sayang kasian loh mami udah nunggu di rumah" ucap Sheila duduk di sisi ranjang sebelah.


"Ia de ita anun ni(iya deh kita bangun nih)" ucap Galih.


Kedua bocah kembar itu pun terpaksa bangun dari tidur mereka, kalau sudah mendengar kasian mami pasti mereka tak dapat membantah lagi.


Sheila memasukan tap milik si kembar ke dalam tas masing-masing, lalu meminta mereka untuk mendukung ransel kecil mereka.


"Ita tan asi enen di tini, ala di ulu ulan ama ucel(kita kan masi pengen di sini, mala di suruh pulang sama uncle)" ucap Galih.


"Api tan ita alus aji, Ipli ama Ibal asti da ungu ita(tapi kan kita harus ngaji, Kifli sama Iqbal pasti sudah nunggu kita)" ucap Galah.


Si kembar keluar dari lift bersama pak sopir, saat ini mereka bertiga berjalan mendekati mobil yang terparkir di lobby kantor.


Si kembar masuk ke dalam mobil sambil berceloteh, sedang kan pak sopir menjadi pendengar celotehan kedua bocah kembar itu.


☘☘☘☘


Saat ini kedua bocah kembar itu sudah siap dengan gamis yang senada, tinggal menunggu sang mami yang akan mengantar mereka ke masjid seberang jalan raya.

__ADS_1


"Ayo sayang mami anter" ucap Ambar.


Ambar menuntun kedua putra kembar nya menuju masjid, Galah mengandeng tangan kanan sang mami sedangkan Galih mengandeng tangan sebelah kiri sang mami, Ambar melihat jalan kira, kanan lalu menyebrang.


Seperti biasa kedua sahabat si kembar sudah menunggu di gerbang masjid, siapa lagi kalau bukan Iqbal dan Kifli.


"Alah, Alih(Galah, Galih)" panggil Kifli dan Iqbal.


"Hay Ipli, Ibal(Hay Kifli, Iqbal)" sapa si kembar.


"Ita asut yo(kita masuk yuk)" ajak Iqbal.


"My, ita asut ya, amy ati-ati ulan yaa(my, kita masuk ya, mami hati-hati pulang nya)" ucap Galah mencium tangan sang mami begitu pun Kifli dan Iqbal juga mencium punggung tangan mami ke dua sahabat mereka.


"Iya kalian ngaji yang benar ya sayang jangan nakal" nasehat Ambar, ia pun melihat keempat bocah kecil itu masuk berbarengan ke dalam masjid.


Setelah keempat bocah itu menghilang dari balik pintu mesjid, Ambar kembali lagi ke rumah untuk menunggu kepulangan sang suami tercintanya.


***Like,,,,,


Komen,,,,,


Vote,,,,,


Terimakasih...❤❤❤❤


Sabar ya nanti di part berikutnya akan ada Raffa bertemu kedua sohibnya😁😁😁***

__ADS_1


__ADS_2