
Selesai membersihkan diri, keempat bocah kecil itu keluar dari kamar mandi, Galih melilit handuk kecilnya sampai atas dada.
"Ais oba de ium abut atu agi tan(guys coba deh cium rambut aku wangi kan)" ucap Galih mendekatkan kepalanya ke arah sang kembaran.
"Ia angi, ama atu uga tan(sama aku juga kan)" tanya Galah juga.
"Ia, yo ita anti aju(iya, ayo kita ganti baju)" ucap Iqbal.
Keempat bocah kecil itu pun memakai baju mereka, si kembar dan kedua sahabatnya mengunakan setelan sweater di pasukan dengan celana joger.
"Aya ya atu ocot de ake opi(kayak nya aku cocok deh pake topi)" ucap Galih, mengambil topi kecil miliknya ya g ada di dalam lemari.
"Uda yo ita iat tat Dep(udah ayo kita liat kak Dev)" ajak Galah, Galih, Iqbal dan Kifli pun mengikuti Galah keluar kamar.
"Ais ita ungu tat Dep di antai awa aja ya(guys kita tunggu kak Dev di lantai nawa aja ya)" ucap Galih.
"Ia api ita ilan ulu ama tat Dep(iya tapi kita bilang dulu sama kak Dev)" ucap Iqbal.
"Ial atu ama Ibal aja yan ilan ya(biar aku sama Iqbal aja yang bilang ya)" ucap Galah, yang mendapat anggukan dari Galih dan Kifli.
"Alo ditu ita uluan ya(kalau gitu kita duluan ya)" ucap Galih.
"Ia, yo Ibal ita te amal tat Dep(iya, ayo Iqbal kita ke kamar kak Dev)" ajak Galah, sedangkan Galih dan Kifli sudah turun terlebih dahulu ke lantai bawa.
__ADS_1
Clekk...
"Tat, ita ungu di antai awa ya(kak, kita tunggu di lantai bawa ya)" ucap Galah dari ambang pintu.
Kak Dev yang sedang memakai deodoran pun melihat ke arah pintu.
"Iya tunggu di bawa aja, jangan ke mana-mana" ucap kak Dev.
"Ote de, yo Ibal itu ungu di awa(oke deh, ayo Iqbal kita tunggu di bawa)" ajak Galah pada sang sahabat.
Kedua bocah kecil itu juga turun ke lantai bawa, untuk mencari Galih dan Kifli.
"Sayang, mau ke mana kok rapi banget, wangi lagi?" tanya mami Ambar sambil memeluk perut besarnya.
"Ita au atan di es tolan mi, au di altil ama tat Dev(kita mau makan di restoran mi, mau di traktir sama kak Dev)" ucap Gala.
"Asi di amal agi iap-iap mi(masi di kamar lagi siap-siap mi)" ucap Galah.
Mami Ambar mencium bau yang tak biasa dari keempat bocah itu, seperti bau nya kak Dev kalau mau lewat sehabis mandi.
"Saya, kalian pakai sampo apa?" tanya mami Ambar.
"Ita ake ampo ya tat Dep mi, tu yan eli ali elman(kita pake sampo nya kak Dev mi, itu yang beli dari jerman)" ucap Galih, membuat mami Ambar kaget.
__ADS_1
"Emang sampo kalian udah habis? kenapa gak bilang mami sih" tanya mami Ambar.
"Ga mi ampo ita asi ada to, uma ita enen ampo ali elman aja, au ya alum ia tan ais(gak mi sampo kita masi ada kok, cuma kita pengen sampo dari jerman aja, bau nya harum iya kan guys)" ucap Galih, yang mendapat anggukan dari sang kembaran.
Kak Dev terlihat sudah menuruni tangga, pria bule itu mengenakan celana jeans warna navy, daleman nabi dan jaket kulit membuat ketampanan kak Dev bertambah.
"Tat(kak)" panggil Galih.
"Sudah siap, ayo berangkat sekarang" ajak Kak Dev.
"Yo, mi ita elgi ulu ya(ayo, mi kita pergi dulu ya)" ucap si kembar tak lupa mencium perut buncit sang mami, sedangkan Iqbal dan Kifli mencium punggung tangan mami Ambar, begitu pun dengan si kembar.
"Jangan nakal ya sayang, Dev kaka titip anak-anak ya" ucap mami Ambar.
"Siap kak, ayo kita berangkat sekarang" ajak kak Dev.
Keempat bocah kecil itu pun mengikuti kak Dev keluar rumah, di sana mobil kak Dev masi terparkir di dekat mobil sport uncle Brian dan uncle Marvel entah di mana sekarang kedua uncle nya itu.
"Ayo masuk" ajak kak Dev.
Galih duduk di kursi depan dengan kak Dev, sedangkan Galah, Iqbal dan Kifli duduk di kursi belakang.
Tiba di dalam mobil bau harum yang di kenali kak Dev menyebar di dalam mobil, membaut kak Dev menatap Galih yang duduk di kursi samping.
__ADS_1
"Tat to lum alan ci(kak kok belum jalan sih)" tanya Galih dengan gaya topi kecil miliknya.
"Kalian ya yang ambil sampo kaka?" tanya Kak Dev melihat Galih dan ketiga sohibnya bergantian.