Kembar Kembar Nakal

Kembar Kembar Nakal
Mengajak Memancing


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh papi Gilang pun tiba di kediaman rumah utama keluarga Wijaya, si kembar dan juga Iqbal berhamburan keluar dari dalam mobil. Di susul oleh mami Ambar dan papi Gilang.


"Sayang jangan lari-lari nanti jatuh" ucap mami Ambar.


"Ia my" jawab si kembar bersama.


"Atalamualaitum eyan uyut, akek uyut(Assalamualaikum eyang buyut, kakek buyut)" ucap si kembar masuk ke dalam rumah besar itu.


"Wa'alaikumsalam cicit-cicit eyang" ucap eyang Tania, mencium kedua cicitnya dengan gemes lalu mengusap kepala Iqbal dengan sayang.


"Eyan uyut, akek uyut ana to ga ada(eyang buyut, kakek buyut mana kok gak ada)" tanya Galih celingak celinguk.


"Ada sayang lagi duduk sama eyang dan kakek kalian di ruang tengah" ucap eyang Tania.


"Eyan ama akek uga ada di tini ya(eyang sama kakek juga ada di sini ya)" tanya Galah.


"Iya sayang" ucap eyang Tania.


"Assalamualaikum eyang" ucap Ambat dan Gilang yang baru saja masuk.


"Waalaikumsalam sayang" jawab eyang Tania.

__ADS_1


"Ayo, daddy sama mommy udah ada di ruang tengah" ajak eyang Tania.


Ambar dan Gilang mengikuti eyang Tania ke ruang tengah, terlihat si kembar sudah bermanja-manja pada eyang Nisa dan kakek Nicko, sedangkan Iqbal terlihat duduk di dekat kakek buyut.


"Mom, dad" sapa Ambar dan Gilang mencium punggung tangan mommy Nisa dan daddy Nicko juga kakek Erlangga bergantian.


"Eyan ucel Blian ga itut ya(eyang uncle Brian gak ikut ya)" tanya Galih yang saat ini duduk di pangkuan mom Nisa.


"Gak sayang, uncle kan harus kerja di kantor" ucap ucap eyang Nisa.


"Kenapa kangen ya sama uncle" tanya mom Nisa.


"Ia ita anen ama ucel, da ga ain te uma ita agi(iya kita kangen sama uncle, udah gak main ke rumah kita lagi)" ucap Galah.


"Nak kok diam aja" ucap kakek Erlangga pada Iqbal.


"Ga apa akek(gak papa kakek)" ucap Iqbal sambil tersenyum.


"Akek uyut tu Ibal eman ita(kakek buyut itu Iqbal teman kita)" ucap Galih.


Kakek Erlangga mengusap kepala Iqbal dengan sayang, Iqbal pun hanya diam saja sambil melihat si kembar sedang di bersama eyang dan kakek nya.

__ADS_1


"Ibal ita ain di ana yo, yo Alah(Iqbal kita main di sana yuk, ayo Galah)" ajak Galih turun dari pangkuan eyang Nisa.


Galah dan Iqbal mengikuti kemana Galih mengajak mereka, di rumah sang kakek buyut gak ada mainan, bukan seperti di rumah kakek Nicko.


"Ita au ain apa Alaih, di umah akek uyut tan ga ada inan(kita mau main apa Galih, di rumah kakek buyut kan gak ada mainan)" tanya Galah.


"Ita ancin aja yo, tu iat itat ya esal-esal(kita mancing aja yuk, tuh liat ikan nya besar-besar)" ucap Galih menunjuk kearah kolam ikan hias milik kakek buyut.


"Ia itan ya esal-esal(iya ikannya besar-besar)" ucap Galah juga.


"Yo ita ancin aja(ayo kita mancing aja)" ajak Galah juga.


"Agan anti ita di arah in ama akek uyut(jangan nanti kita di marahin sama kakek buyut)" ucap Iqbal memberitahu si kembar.


"Amu enan aja Ibal akek uyut ga atan arah to(kamu tenang aja Iqbal kakek buyut gak akan marah kok)" ucap Galih.


Iqbal pun hanya mengikuti si kembar saja, tampa iku ikutan takutnya kena marah, apa lagi kakek nya sudah menasehatinya tadi untuk tidak nakal nanti.


Next....


***Jangan lupa Like, Komen sama Vote ya guys...

__ADS_1


Terimakasih***.


__ADS_2