Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Terkena hukuman


__ADS_3

Malika pun bingung kenapa Lidya malah berbalik memarahinya,Malika merasa dia tidak bersalah dan tidak harus dia marahi,


"Kenapa kakak memarahi saya?"


Tanya Malika dengan beraninya,


Dari kejauhan Sherli yang melihat Malika menjawab kemarahan Lidya hanya menggelengkan kepalanya dan menepuk jidat


"Aduh Malika,kenapa dia menjawab Lidya sih,bisa panjang nih urusannya"


Ucap Sherli merasa khawatir,karena dia tahu Lidya tipe wanita pendendam,dia bersikap seperti itu karena ingin membuat Malika tidak betah bekerja disana,


Dan jika Lidya sudah membenci seseorang,maka dia akan terus membencinya,


"Benar benar kamu ya"


Saat Lidya hendak menampar Malika,tiba-tiba saja pak Mahardika datang untuk melerai,


"Ada apa ini Lidya,Malika,bukannya bekerja ini malah bikin keributan,menghadap keruangan ku sekarang juga"


Pak Mahardika menegur Malika dan Lidya karena telah membuat gaduh suasana kantor,


Sherli merasa lebih tenang melihat Malika dipanggil menghadap,daripada harus melihatnya terus bertengkar dengan Lidya,karena ini hanya akan membahayakan Malika saja,pikirnya


Malika dan Lidya pun masuk keruangan pak Mahardika,


"Untuk apa saya pekerjakan kalian disini?untuk ribut kah?"


Pak Mahardika menegur Lidya dan Malika,


"Maafkan saya pak"


Malika dengan segera meminta maaf kepada pak Mahardika meskipun dia menyadari bahwa dia tidak bersalah,


"Maafkan saya karena telah membuat keributan di hari pertama saya bekerja,sekali lagi saya minta maaf pak"


Malika berulang kali meminta maaf pada pak Mahardika,


Tapi lain hal nya dengan Lidya,dia hanya tersenyum licik melihat Malika meminta maaf atas kesalahan yang bukan kesalahannya,


Dan ternyata semua itu membuat pak Mahardika terkesan pada Malika,


"Sekarang kita akan lihat bersama-sama siapa yang salah disini?"


Pak Mahardika menunjukan rekaman CCTV awal mula keributan Lidya dan Malika terjadi,


Lidya pun merasa terpojok,karena bagaimanapun dialah yang memulai keributan kepada Malika dengan menumpahkan segelas air kopi panas,


"Disini sudah jelas,siapa yang salah dan siapa yang mencari ribut,"


Nada bicara pak Mahardika meninggi dengan tegas,


Malika melirik Lidya yang ada disampingnya,Malika melihat ketakutan di mata Lidya saat dia tertunduk,


"Sekali lagi maafkan kami pak,kami memang bersalah,semua hanya salah paham"


Ucap Malika kembali meminta maaf,

__ADS_1


"Sudahlah kalian berdua memang bersalah,itu sebabnya kalian akan saya beri hukuman"


Malika sangat takut,karena di hari pertamanya bekerja dia sudah membuat kesalahan,dalam hatinya dia sangat takut jika dirinya akan dipecat,


Namun dia pasrah,karena semua sudah terjadi dan pak Mahardika lah kuasa membuat keputusan disini,


"Ikuti aku sekarang"


Pak Mahardika pun menyuruh Lidya dan Malika untuk mengikutinya,


Lidya pun merasa tidak enak hati,karena untuk kali pertama dirinya sampai ditegur oleh pak Mahardika,


"Bersihkan seluruh toilet wanita yang ada dilantai 1"


Perintah pak Mahardika untuk menghukum keduanya ternyata membersihkan toilet wanita dilantai 1,


Lidya yang tak biasa memegang pel atau bahkan sapu hanya merasa jijik saat mendapat hukuman seperti itu,sedangkan Malika bersikap tenang,karena dia sudah terbiasa membantu ibunya bersih bersih di rumah,


Mereka berdua terdiam tanpa banyak bicara,


"Saya ingin dalam 30 menit toilet ini sudah bersih"


Ucap pak Mahardika,


"Apa,yang benar saja,mana mungkin aku bisa membersihkan tempat ini,jorok sekali"


Ucap hati Lidya menggerutu,


"Baik pak"


Jawab Malika menyetujui hukumannya,


Dan semua itu membuat Lidya semakin membenci Malika,


"Ini semua gara-gara kamu anak baru,lihat saja nanti,akan aku beri pelajaran kamu"


Hati Lidya memanas setiap melihat Malika,


Dengan terpaksa Lidya yang tak terbiasa bersih-bersih,akhirnya menurunkan tangannya untuk membersihkan toilet,meski sesekali rasa mual ingin muntah terdengar dari suaranya


"Aduh ampun deh aku menyerah,aku gak sanggup lagi"


Lidya menitikkan air matanya karena tidak tahan dengan semua yang dia bersihkan,


Malika pun coba mendekati Lidya,


"Apa kamu perlu bantuan"


Malika menawarkan dirinya untuk membantu Lidya,namun dengan kesombongannya,meskipun dia memang sedang membutuhkan bantuan Malika,Lidya menolaknya dengan sangat kasar,


"Aku tidak butuh bantuan mu,ini semua salahmu,jadi kamu sendiri yang harus mengerjakannya,bukan aku"


Jawab Lidya menolak bantuan Malika dan justru malah menyuruhnya mengerjakan sendiri,


Namun dengan kecerdikan Malika,dia mampu membalikkan semuanya menjadi lebih seru


"Ka Lidya lupa yah,sebelum pergi bapak sudah memberitahu kita jika di sudut sana terpasang kamera CCTV loh,"

__ADS_1


Sambil menunjuk ke arah kamera CCTV, Malika mengingatkan Lidya,dan Lidya anggap semua yang dikatakan Malika kepadanya adalah hinaan untuk dirinya,


Mata Lidya memerah,hatinya terbakar,memang Malika tidak bermaksud untuk menghinanya,namun karena hati dan pikiran Lidya saat itu sedang memanas,maka tak ada satupun perkataan Malika yang dia anggap baik untuknya,sekalipun niat mengingatkan nya,


"Tunggu pembalasanku Malika"


***


Ditempat lain, Nico pun selesai membereskan sebuah mobil yang rusak akibat kecelakaan,


"Mobilnya sudah beres pak,bapak bisa cek langsung untuk melihat semuanya"


Ucap Nico kepada pemilik mobil yang dia perbaiki,


"Baiklah nak,saya akan cek ya,apa semua sudah di perbaiki dengan baik atau belum"


Pak Leo nama pemilik mobil tersebut akhirnya menaiki mobilnya dan mencoba menyalakan mesin mobilnya,


Sesaat setelah pak Leo mengecek laju dan mesin di mobilnya,diapun keluar dan menghampiri Nico,


"Saya suka dengan kinerja anda,"


Pak Leo menepuk bahu Nico,dan memujinya,


"Terimakasih pak,"


Jawab Nico berterimakasih dan tersenyum kepada pak Leo,


"Jika kamu ada waktu luang,tolong bawa mobil di rumah saya,mobil anak saya mogok,dia sibuk tidak ada waktu untuk mengantarkan mobilnya kesini,begitupun saya,saya harus pergi keluar kota hari ini,jadi bisakah kamu datang ke rumah saya,biar nanti saya hubungi anak saya,jika kamu mau kesana"


Ucap pak Leo kepada Nico,


"Mmh bagaimana ya,semua kembali lagi kepada ibu Clara pak,saya menunggu perintah dari sana saja,"


Jawab Nico yang masih baru bekerja,masih belum bisa memutuskan,


"Oh baiklah kalau begitu,nanti saya akan bicara dengan Bu Clara"


Pak Leo pun berjalan menuju ruangan Clara dan menceritakan semua padanya,


"Baiklah kalau begitu pak,nanti saya akan menyuruh Nico datang ke rumah bapak untuk memperbaiki mobil anak bapak,jika sekiranya Nico bisa memperbaikinya disana sendiri,maka mobil tidak akan kami bawa kesini,biar Nico mengerjakannya disana"


Jawab Clara dengan senyumnya yang ramah,


Pak Leo pun setuju dan pamit dari bengkel tersebut,


Clara pun memanggil Nico ke ruangannya,


Clara menyuruh Nico untuk datang ke alamat rumah pak Leo,diapun memberikan selembar kertas bertuliskan alamatnya rumah pak Leo,


"Kamu kan baru di Jakarta ini,jadi kamu bisa pakai motor kantor kesana,dan gunakan Map ini untuk mencari alamatnya ya,kamu paham kan Nico,?"


Ucap Clara


"Baik Bu"


Jawab Nico,

__ADS_1


"Loh ko Bu lagi,panggil aku Clara oke..Clara,oh ya sepulang nanti kamu memperbaiki mobil disana,aku mau kamu tunggu saya di cafe violet ya,nanti saya akan chat alamat lengkapnya,"


__ADS_2