
Keesokan harinya,Nico sengaja bangun lebih awal,dia tidak peduli lagi dengan pekerjaannya,
Dia memberanikan diri untuk pulang ke Bandung tanpa meminta ijin kepada Clara,
Secara diam-diam Nico membuka kamar mes agar tidak membangunkan Andre,
Nico pun berhasil keluar dan langsung pergi menuju terminal bus menuju Bandung,
"Malika,tunggu aku,aku sangat yakin kalau kamu masih sangat mencintaiku"
Ucap Nico di perjalanan menuju terminal bus
Malika dan Keenan pun tiba ke kantor secara bersamaan,
Lidya yang melihat keduanya datang berbarengan merasa cemburu,Lidya menyangka,Malika datang naik motor bersama Keenan,
"Keterlaluan Malika,baru saja putus dengan pacarnya,sekarang sudah mengincar Keenan lagi"
Gerutu Lidya dengan hatinya yang panas,
Lidya pun mulai memikirkan aksi apa yang akan dia berikan kepada Malika agar dia menjauhi Keenan,
"Sepertinya satu-satunya cara untuk bisa menjauhkan dia dari Keenan,Malika harus keluar dari kantor ini"
Ucap Lidya,
...
Malika tidak menegur sapa pak Keenan saat tiba di kantor,karena dia merasa sudah menyapanya tadi pagi meskipun di depan rumah,
Begitupun dengan Keenan,di kantor dia kembali bersikap dingin tidak Serama sikapnya ketika di rumah,
Malika pun penasaran mengapa, sikap nya di kantor sangat berbeda dengan sikapnya saat berada di rumah,
"Bodoh amat lah ,ngapain juga aku harus memikirkannya"
Ucap Malika kembali menyadarkan dirinya untuk tidak memikirkan orang lain,
Memikirkan masalahnya saja dengan Nico dia masih belum bisa menyelesaikan,
Mereka berdua pun masuk bersama-sama,naik lift bareng sehingga karyawan lain yang melihat merasa Keenan dan Malika dilihat sangat cocok jika menjadi pasangan,
"Kamu terlihat sangat cocok jika berjalan bersama pak Keenan ka"
Ucap Sherli sependapat dengan temannya yang lain, untuk hubungannya dengan pak Keenan,
"Kamu bisa saja ka Sherli,oh ya ini ibuku membawa makanan untuk kalian semua,dimakan ya"
Ucap Malika sambil menyodorkan kue buatan ibunya untuk semua kawannya di kantor,
Semua temannya menyukai kue yang dibawa Malika,
Semuanya memuji kue buatan ibunya itu,
"Alah kau memuji biar besok dibawakan lagi kan hehe?"
Timpal Sherli pada Andini,salah satu rekan mereka di kantor ,semua pun tertawa,
__ADS_1
Malika pun tersenyum melihat semuanya bahagia,dia tidak boleh egois dengan semua masalahnya,kali ini dia tidak boleh larut dalam kesedihannya,hanya karena cinta,
Sherli juga sering menasihati Malika agar tidak berlarut dalam kesedihan,
Malika serasa mendapat sahabat baru disaat Tiara sedang jauh darinya,
***
Clara mencari Nico,dia mulai mencurigai Nico setelah melihat kunci gerbang terbuka sedikit saat Clara tiba di bengkel,
"Apa mungkin Nico nekad pulang ke Bandung"
Pikirnya sambil berjalan menuju kamar mes Nico,
Clara pun membuka pintu kamar yang sudah tidak terkunci dari dalam,dan benar saja,Nico nekad pergi ke Bandung,
Clara sangat marah,dia kecewa sekali dengan Nico,karena dia tidak bisa bersikap profesional dalam pekerjaannya,
"Nico,kenapa kamu sampai nekad seperti ini"
Ucap Clara dalam kekecewaannya,
Clara sangat kecewa karena dia telah mengkhianatinya dengan pulang ke Bandung,
"Ini belum terlambat,Nico pasti masih dalam perjalanan,aku harus menyusulnya"
Ucap Clara ingin menyusul Nico ke terminal,
Clara melajukan mobilnya dengan sangat cepat,berharap dia tidak sampai terlambat menjemput Nico kembali,
***
"Astagfirullah nak,sama siapa kamu kemari sayang,mana ibu kamu?"
Tanya Bu Arum pada Alana,anak suci yang baru saja pindah ke sebrang rumahnya,
Bu Arum sangat terkejut,karena Alana bisa menyebrang jalan di usianya yang masih kecil,
"Lain kali kalau adik cantik mau main kesini,jangan pergi sendiri ya nak,nanti kalau ada motor atau mobil yang lewat terus kamu tertabrak bagaimana,sini nak,biar ibu antar kamu ke rumah ya"
Bu Arum pun mengantar Alana kembali ke rumahnya,
Namun saat Bu Arum memanggil suci,tidak ada jawaban dari dalam rumah,semuanya nampak sepi seperti tidak ada orang,
"Mama kamu kemana nak?"
Tanya Bu Arum pada Alana,
Kemudian Alana pun menarik tangan Bu Arum untuk masuk kedalam rumah,
Bu Arum sangat terkejut melihat suci yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai,
"Astagfirullah nak suci"
Bu Arum dengan segera coba menyadarkan suci dan mengangkatnya duduk di kursi,
"Nak suci,bangun nak"
__ADS_1
Bu Arum terus menepuk pipi suci berharap dia akan sadar,namun ternyata suci masih belum sadarkan diri,
"Telepon om,".
Alana memberi Bu Arum ponsel milik ibunya dan menyuruhnya untuk menelpon om,
Entah om siapa yang Alana maksud,
Bu Arum pun menelpon kontak yang bernama om Keenan di handphone ibunya Alana,
"Anak pintar,yang sabar ya,sebentar lagi ibu kamu pasti akan sadar,kau punya minyak angin nak?"
Tanya Bu Arum pada Alana,
Alana pun langsung pergi ke kamarnya dan membawa kotak obat,dia sudah terbiasa dengan semua kotak obat yang selalu ibunya gunakan,karena suci memang sering kali jatuh pingsan,karena penyakit yang di deritanya,
"Ya ada apa nak?"
Tiba-tiba saja terdengar jawaban dari ponsel Alana,
Om Keenan nya menjawab telponnya,
"Om mama om"
Ucap Alana dengan nadanya yang sangat menggemaskan meski disaat genting,
"Nak Keenan,suci jatuh pingsan,dia belum sadarkan diri,ibu menemukannya sudah tergeletak di atas lantai nak"
Ucap Bu Arum pada Keenan,
Mendengar itu semua Keenan langsung menyuruh Bu Arum untuk menunggunya sebentar,dia akan pulang dan memeriksa keadaan suci,
Sebagai tetangga yang baik,selama tidak direpotkan Bu Arum pun mematuhi perintah Keenan untuk menjaga suci sampai Keenan kembali ke rumahnya,
"Malika tolong kamu ke ruangan ku sekarang juga"
Keenan memanggil Malika ke ruangannya untuk membicarakan sesuatu,
Malika pun langsung menemui pak Keenan di ruangannya,
Saat Malika tiba di ruangan pak Keenan,
Pak Keenan terlihat sangat cemas dan khawatir,
"Masuklah Malika,saya ingin bicara hal penting kepadamu"
Keenan menyuruh Malika untuk masuk kedalam secepatnya,
"Malika saat ini juga aku harus kembali ke rumah suci,karena barusan ibu kamu meneleponku memberitahu kalau suci tidak sadarkan diri,aku harus segera pulang,tapi siang ini kita ada meeting dengan pak Zainal,kau masih ingatkan?klien kita yang berasal dari Manado,apa kau bisa menggantikan aku menemuinya"
ucap keenan pada Malika memintanya menghadiri meeting bersama pak Zainal menggantikannya,
tentunya Malika tidak bisa menolak,karena ini urgen,
Malika pun berpikir,mengapa ibunya bisa menghubungi Keenan,otaknya mulai berpikir,
"apa mungkin ibuku menyukai brondong,ah jangan-jangan,jangan sampai"
__ADS_1
pikir Malika sangat menggelikan