
Di tempat lain Arkana yang mengingat sepintas melihat Kartika coba melihat kembali ke dalam sel,dia ingin memastikan jika memang Kartika lah yang dia lihat.
"Minta maaf kenapa lid, sudah jangan menangis,"
Kartika yang masih belum tahu akan kesalahan Lidya masih berusaha bersikap baik padanya.
"Aku tidak tahu bagaimana sikapmu kepadaku setelah memberitahu sebuah kebenaran kepadamu,mungkin kau akan sangat membenciku,bahkan ingin melenyapkan ku?"
"Maksud kamu apa lid,kebenaran apa yang kamu sembunyikan"
Kartika mulai serius merespon semua ucapan Lidya kepadanya.
"Ini tentang Keenan "
Kartika terkejut mendengar nama Keenan keluar dari bibir Lidya,namun dia berusaha tenang karena dia sudah bertekad untuk melupakan dan tidak mencintainya lagi.
"Keenan...dia sudah menjadi masa lalu lid,aku sudah berusaha melupakannya,kemarin aku juga sudah bertemu dengannya,dia sangat membenciku,dia seakan tidak Sudi melihat dan bertemu denganku."
Mendengar semua penjelasan Kartika,Lidya semakin merasa bersalah karena telah membuat jurang diantara Kartika dan Keenan di masa lalu.
"Tapi ini tentang kamu dan Keenan,"
Mendengar itu Kartika pun langsung terdiam,apa sebenarnya yang ingin Lidya beritahu padanya.
***
Keesokan harinya Nico berniat ingin kembali menemui Malika,dengan membawa lembaran foto kebersamaan mereka,Nico berharap Malika bisa menerima kenyataan akan dirinya di masa lalu.
"Aku haru kembali bertemu dengan Malika,aku juga harus mencari tahu tentang alasan Bu Arum tidak merestui hubunganku dengan Malika"
Nico pun bergegas menuju rumah Malika.
Disana Malika ditemani Alana,mereka sedang berjemur di bawah terik matahari pagi agar kondisi Malika bisa secepatnya pulih.
Sementara Keenan sudah berangkat ke kantornya,karena hari ini ada peresmian projek yang harus dia hadiri bersama klien nya.
"Maafkan aku,hari ini aku tidak bisa menemanimu,ada proyek penting yang harus aku hadiri."
Ucap Keenan pada Malika sebelum berangkat,
Malika pun tidak keberatan,dia mengerti dengan kesibukannya di kantor,Malika justru meminta maaf karena dirinya tidak bisa membantu Keenan dalam urusan kantornya.
"Semoga semua berjalan dengan lancar ya mas,aku disini selalu mendoakan yang terbaik untukmu"
Keenan pun tersenyum mendengar semua jawaban Malika.
Kemudian Keenan pun berlalu dengan mobil hitamnya menuju kantor.
Malika dan Alana pun melanjutkan aktifitasnya berjemur di pagi hari,
Sementara Bu Arum di sibukkan dengan semua pesanan jahit di konveksi nya.
...
Di kantor Arkana sudah menunggunya di ruangan Keenan.
"Kau...sedang apa kau disini?"
__ADS_1
Tanya Keenan pada Arkana yang duduk di sofa ruangannya.
"Aku sudah menunggumu lama disini"
Keenan pun nampak biasa dengan tingkah Arkana yang seperti itu,
Karena mereka sudah tahu tabiat masing-masing.
"Aku ingin bicara hal penting denganmu"
"Hal penting apa yang membawamu kesini,aku sedang terburu-buru aku harus pergi sekarang,bicaralah nanti"
Jawab Keenan yang memang sedang terburu-buru.
"Tidak bisa,aku haru bicara hari ini juga"
Keenan tidak menggubris semua ucapan Arkana,dia pun berlalu dengan membawa dokumen pentingnya,
Langkah kakinya pun terhenti kala menggapai gagang pintu keluar yang akan dia buka.
"Ini tentang Kartika"
Mendengar nama Kartika membuat langkahnya terhenti.keenan bingung apa sebenarnya yang ingin Arkana bicarakan tentang Kartika.
"Oh dia,ya aku sudah tahu dia ada di sini sekarang,aku sudah bertemu dengannya kemarin"
Jawab Keenan dengan acuh mengenai Kartika.
***
Kartika melangkah menuju rumah baru Keenan berharap bisa bertemu dengannya,
Kemudian langkahnya kembali terhenti kala melihat Malika yang sedang berjemur di halaman depannya.
Kartika pun berjalan menghampiri Malika.
Kartika tersenyum ke arah Malika,
Malika yang menyadari dan mengingat wajah Kartika wanita yang telah menolongnya saat itu langsung terbangun dan memanggilnya.
"Mbak..mbak tunggu"
Malika berlari kecil menghampiri Kartika.
Kartika pun menghentikan langkahnya kala Malika memanggilnya,tentunya dia memang sengaja agar Malika menghentikannya.
Kemudian keduanya pun saling berhadapan,
"Mbak yang kemarin sempat menolongku kan?,kebetulan sekali mbak kesini,bagaimana kondisi mbak sekarang?"
Tanya Malika yang memikirkan kesehatan Kartika.
Malika pun mengajak Kartika untuk masuk kedalam rumahnya,namun Kartika menolak,akhirnya mereka pun duduk di kursi halaman depan rumah sembari melihat Alana yang asik bermain.
Kartika tidak mengenali Alana adalah anak suci,karena saat dia masih bersama Keenan,Alana masih bayi.
Malika pun menanyakan mengapa Kartika ada disini,
__ADS_1
Dengan menarik napas panjangnya Kartika coba menjawab semua pertanyaan Malika.
"Aku ingin menjemput masa laluku yang telah lama hilang disini?"
Jawab Kartika membayangkan wajah Keenan cinta pertamanya.
Malika yang tidak mengerti hanya mengerutkan kening dan bertanya kembali apa maksudnya.
Dan ternyata Kartika pun kini sudah tahu yang sebenarnya jika semua yang terjadi antara dirinya dan Keenan di masa lalu adalah jebakan dari Lidya untuk memisahkan mereka.
Lidya sudah menceritakan semuanya di dalam sel,dia meminta maaf bersujud di kaki Kartika agar memaafkannya.
Meski terasa berat menerima kenyataan pahit jika sahabatnya sendiri telah menipu dan mengkhianatinya,Kartika coba terima dengan lapang dada,karena semua sudah terjadi dan Lidya pun sudah menyesali semua yang dia lakukan kepadanya dan Keenan.
Lidya juga menyesali semua yang sudah dia lakukan pada Malika,wanita yang kini dekat dengan Keenan.
Hingga kini Kartika pun tahu jika Malika adalah wanita yang dicintai Keenan saat ini,Malika yang hilang ingatan karena kecelakaan yang dilakukan oleh Lidya.
Kartika mengetahui semua yang terjadi semua pada Keenan dan Malika,termasuk kekasih Malika,Nico.
"Aku ingin masa laluku kembali Malika,aku kehilangan masa laluku karena satu jebakan yang di lakukan oleh sahabatku sendiri,hingga akhirnya aku terpaksa pergi meninggalkan dirinya "
Malika menyimak semua cerita Kartika dengan baik,dia pun mengerti jika Kartika sedang membicarakan pasangan hidupnya di masa lalu yang kini telah berpisah dengannya.
"Apa aku bisa membantumu?aku akan merasa senang jika bisa membantumu"
Dengan polosnya,Malika menawarkan bantuannya pada Kartika.
"Kamu tidak akan bisa membantuku Malika,karena aku harus merebut seseorang yang kamu cintai sekarang"
Ucap hati Kartika menatap dalam bola mata Malika.
Kartika pun tersenyum dan berterimakasih untuk tawaran Malika yang ingin membantunya,
Dia menolak bantuan Malika dengan lembut.
"Entah kenapa,saat pertama kali aku bertemu denganmu,aku merasa kita memiliki ikatan,tapi aku tidak mengerti apa itu"
Ucap Malika pada Kartika.
Keduanya pun saling bertukar cerita dan lebih mendekatkan diri.
...
Sementara itu,saat langkah Keenan terhenti di ujung pintu,
Dia pun kembali menatap Arkana dengan nada kerasnya dia berkata.
"Sudah cukup,jangan ucapkan nama wanita itu lagi di hadapanku"
Keenan merasa kesal dengan nama Kartika yang terucap di bibir Arkana.
**maaf ya min,author seminggu ini absen up terus,
musibah terjadi disini,keluarga banyak yang sakit jadi harus stay jaga mereka,sehingga tidak bisa up,
tapi sebisa mungkin Mimin up terus setiap hari,jangan bosan nunggu ceritanya ya,🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
semoga semua sehat selalu 🤲
salam sehat utk reader semua 🥰**