Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Rindu


__ADS_3

"kalau begitu kau jangan kemana-mana ya dek,Kaka gak akan lama ko,kamu duduk disini ya"


Ucap Malika berpesan agar Alana tidak pergi kemana-mana dan duduk menunggunya ditempat yang sama,


Alana pun mengerti dan akan mematuhi perintah Malika,


Nico menarik tangan Malika,tanpa basa-basi Nico menarik Malika keluar rumah sakit,


"Lepaskan aku co,sakit"


Ucap Malika minta Nico untuk melepaskan genggamannya,


Akhirnya Nico pun melepaskan tangan Malika dan langsung memeluknya erat,


"Aku sangat merindukanmu sayang,aku merindukanmu"


Air mata Malika pun menetes kala mendengar semua kerinduan Nico kepadanya,


Kerinduan yang sama dia rasakan selama ini kepadanya,


Tidak bisa di pungkiri,Malika juga sangat merindukan Nico,dia tidak membohongi perasaannya jika Malika masih sangat mencintainya,


"Aku juga sangat merindukanmu co,aku masih sangat mencintaimu,aku tidak ingin berpisah darimu"


Dengan tetesan air mata yang berurai,Malika mencurahkan segala isi di hatinya.yang sekian lama dia pendam sendiri.


Lega rasanya perasaan Malika saat dia mencurahkan segalanya kepada Nico dalam pelukannya,


"Kamu tidak boleh menangis sayang,hapus air matamu,aku disini untukmu"


Ucap Nico coba Menenangkan dan menghapus air mata Malika.


Nico menatap wajah Malika dengan penuh cinta dan kasih,


Dia terus menenangkan Malika yang masih terlihat sangat sedih dan gundah,


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan sekarang?kamu pasti sedang memikirkan ibumu,ia kan?"


Ucap Nico menebak semua kegundahan yang dirasakan oleh Malika.


Malika menyadari jika Nico pintar dalam menebak semua yang dia pikirkan oleh Malika,


Tapi dia heran darimana Nico bisa tahu tentang ibunya,tanpa bertanya,Nico langsung mengatakan bahwa dia tahu semuanya.


"Aku tahu,kau masih sangat mencintaiku,kau pasti terpaksa mengakhiri hubungan kita karena kau menyayangi ibumu,aku tahu cinta yang kamu miliki begitu besar untukku,tapi kami tidak usah takut,kita akan perjuangkan cinta kita pada ibumu"

__ADS_1


Ucap Nico pada Malika membuat jiwa nya kembali bersemangat mencintai Nico,


Tapi ada satu hal yang membuat Malika merasa dia tidak bisa memperjuangkan cintanya bersama Nico,yaitu janjinya kepada sang ibunda untuk tidak berhubungan lagi dengan Nico,


Semua janji yang telah dia buat itu membuat Malika berpikir kembali dengan semua yang Nico ucapkan kepadanya,


Malika berusaha keras untuk menepati janjinya dengan semua alasan yang meyakinkan hati Nico agar dirinya tidak usah lagi menghubunginya.


***


Dilain tempat Alana yang duduk menunggu Malika kembali, merasa ingin buang air kecil


"Aduh,,aku tidak tahan lagi "


Ucapnya kemudian berlari pergi mencari toilet,Alana pergi ke setiap ruangan menanyakan dimana toilet,dan ternyata letaknya jauh sekali dari tempat dimana dia menunggu Malika,


Alana pun pergi sendiri,kemudian Keenan keluar dari ruang ICU,dia tidak menemukan keberadaan Malika dan Alana,


Keenan pun mengira jika mereka mungkin sedang berjalan-jalan sebentar,


Keenan duduk terdiam,dia sangat syok menerima kenyataan jika adiknya harus melakukan operasi pengangkatan rahim,karena ada sejenis virus yang menempel di rahimnya sehingga suci selalu merasakan sakit dan sering jatuh pingsan,


Keenan merasa gelisah dan bingung harus mengambil keputusan apa,sedangkan dia hanya ingin adiknya selamat dan sembuh kembali,namun mengingat operasi pengangkatan rahim ini akan membuat suci menjadi tidak sempurna,Keenan pun kembali berpikir panjang.


"Apa yang harus aku lakukan,aku sangat bingung sekali,beri aku petunjuk mu "


....


Clara yang melihat kemesraan Nico dan Malika di luar rumah sakit merasa panas dan cemburu,dia marah dan tidak terima,karena dia ikut datang ke Bandung agar Nico tidak bisa bertemu lagi dengan Malika,namun ternyata kenyataannya nya tidak sesuai yang dia niatkan


Clara coba menelpon seseorang untuk memberi pelajaran kepada Malika,namun saat dia hendak menelpon,Clara melihat Alana yang sedang berjalan terlihat seperti orang kebingungan,


Clara ingat betul jika anak itu adalah anka yang bersama Malika,


Pikiran jahatnya pun mulai berpikir,jika dia bisa memberi pelajaran pada Malika dengan Alana,


Alana yang tersesat dari toilet saat hendak ke kamar ruangan Bu Marissa,merasa bingung,


"Ini kemana ya,perasaan tadi aku ingat kalau aku harus berjalan kesini"


Ucap Malika yang polos mengingat jalan kembali ke ruang tunggunya,


Alana terus berjalan,hingga Clara pun berhasil menghentikan langkah Alana,


"Dik manis,pasti kamu sedang mencari ka Alana ,ya kan"

__ADS_1


Ucap Clara pada Alana yang terlihat percaya kepadanya,


Clara mengira jika Alana akan bisa dia bawa dengan mudah,namun ternyata ,Alana ank yang sangat jenius.,dia tidak serta Merta mempercayai orang yang tidak dia kenal nya,


Karena dia ingat betul dengan semua nasihat ibu dan ayahnya ,jika bertemu dengan orang lain, kau jangan pernah ikut dengan nya apalagi ikut pergi bersamanya,


Akhirnya Alana berlari menyusuri setiap ruangan dan berhasil sampai di ruang administrasi,


Dengan kepintaran Alana,dia menyuruh dan administrator untuk memanggil Malika,


"Kaka,tolong aku,aku tersesat dan aku terpisah dari keluargaku,bisakah kau memanggil ka Malika dengan pengeras suaramu,agar dia bisa dengar dan tahu kalau aku ada disini"


Pinta Alana kepada administrator,


"Adik duduk dulu disini ya,biar kami panggilkan kakak mu sekarang"


Ucapnya sambil menyuruh Alana untuk duduk dan jangan kemana-mana,


"Diberitahukan kepada pengunjung bernama Malika,mohon segera ke ruang lobi,karena adiknya yang bernama Alana mencari dan menunggunya,terimakasih?.


Mendengar pengumuman itu,Keenan yang sedang termenung sedih sangat terkejut akan berita kehilangan Alana dan Malika,dia segera datang ke tuang loby untuk mencari Alana,


begitupun dengan Malika,


"astaga co,Alana menghilang"


ucap Malika merasa cemas,tanpa pamit,Malika langsung berlari meninggalkan Nico dan berlari ke arah loby,


Nico merasa kesal,karena dia masih merindukan Malika untuk saat ini,hingga akhirnya Clara pun datang menghampiri Nico yang sedang duduk diluar,,


"ayo co,kita kembali ke ruang adikmu"Clara menarik tangan Nico


mendapati tangan Nico yang ditarik oleh Clara,dia merasa marah


"lepaskan aku"


ujar Nico dengan kasar menolak Clara menggenggam tangannya walau hanya sebentar,


clara merasa bingung,mengapa Nico bisa berbuat kasar kepadanya,seperti bukan Nico yang baik dan jujur,


Nico pun berlari mengejar Malika ke ruang lobi,disana Keenan sudah siap menunggu Malika datang menjemput Alana,


"Alana,kau baik-baik saja nak,maafkan kakak ya, sebenarnya apa yang sudah terjadi,kamu sangat membuat hati kakak sangat cemas nak,jangan sekali-kali ya,"


ucap Malika sangat mencemaskan Alana karena telah berpisah darinya,

__ADS_1


kemudian Keenan pun datang menghampiri Malika dengan tatapan yang penuh amarah,


__ADS_2