
Rishi pun membawa Malika kedalam kamarnya dengan memanggil suster,
Dan di waktu yang sama, Nico pun datang dengan membawakan makanan kesukaan Malika berharap dia akan menyukainya.
Nico pun tiba di klinik,
Betapa marah dia saat melihat Malika di gendong oleh pria lain, Nico pun berlari dan coba menghentikan pria yang membawa Malika ke kamarnya,
Namun sayang pria itu berhasil masuk dan membaringkan Malika, dokter pun memeriksa keadaanya.
Dari pintu luar Nico mendengar semua penjelasan dokter tentang Malika.
"Istri bapak hanya sedikit kelelahan, diusahakan agar bapak menjaga pola makan yang teratur dan jangan sampai istri bapak berpikir yang berat dulu, karena itu akan mempengaruhi kondisi kehamilannya, untuk vitaminnya nanti biar suster yang bawakan, baiklah saya tinggal dulu, permisi"
Penjelasan dokter pada Rishi yang mengira jika Malika adalah istrinya.
Mendengar semua itu, Nico semakin tidak bisa menahan emosinya, dengan langkahnya yang sedikit berlari, Nico langsung menghajar Rishi dengan sangat keras hingga pipinya memar dan sedikit berdarah.
"Buk..."
Pukulan Nico tepat di pipi Rishi,
Sadar akan serangannya, Rishi berusaha tenang dan menghalau serangan dari Nico dengan tangan kanannya.
__ADS_1
Sebagai anggota tentara Rishi tahu etika di rumah sakit, dia tidak boleh membuat kegaduhan yang akan membuat pasien lain terganggu, akhirnya Rishi pun mengatakan sesuatu pada Nico yang membuat hatinya merasa malu sendiri.
"Tidak sepantasnya kamu bersikap seperti itu padaku, aku hanya menyelamatkan istrimu, tidak lebih"
Ucap Rishi menjelaskan tentang Malika, jika dia hanya menyelamatkan nya saja tidak lebih.
"Tadi dia hampir pingsan disana, lalu apa salahku jika aku membantunya"
Lanjut Rishi pada Agus.
Nico pun hanya diam saat mendengar semua penjelasan Rishi kepadanya tentang Malika.
Nico terlalu gengsi jika harus meminta maaf kepada Rishi, Nico pun berlalu meninggalkan Rishi sendirian diluar.
"Dasar tidak tahu terimakasih"
Ujar Rishi melihat Nico yang berlalu meninggalkannya.
Rishi pun akhirnya kembali menuju kamar sang nenek, dan mengatakan jika dirinya belum sempat meminta maaf pada Sukma.
***
Di dalam kamar, Nico msih menatap wajah Malika yang tak sadarkan diri, sebuah wajah yang sangat dia cintai dan tidak akan pernah rela untuk melepaskannya.
__ADS_1
Akhirnya Malika pun sadar dan melihat Nico ada di depannya.
"Mas, kenapa mas ada disini?"
Tanya Malika pada Nico yang masih terlihat sangat marah kepadanya karena telah di gendong pria lain.
Melihat ekspresi wajah Nico yang terlihat sangat benci padanya dan terkesan diam membuat Malika bertanya tanya.
Belum sempat Malika bertanya apa yang terjadi dengan suaminya, Clara pun masuk kedalam ke kamar Malika.
Malika sangat terkejut dengan kedatangan Clara, hatinya mengatakan jika Clara pasti sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan hubungan rumah tangga mereka, mengingat Clara dulu sangat menyayangi Nico dan ingin menjadi miliknya.
Dengan langkah pelan yang diayun Clara berjalan menuju Malika.
Dan mengatakan.
"Selamat ya atas kehamilan kamu Malika, semoga kamu dan bayi kamu selamat dan sehat?"
Nico pun ikut terkejut dengan kedatangan Clara kedalam kamar Malika, karena sebelumnya dia mengatakan jika akan menunggunya di dalam mobil, tapi ternyata rapi nyelonong masuk kedalam rumah.
"Terimakasih untuk doa dan harapannya".
Jawab Malika berusaha menjadi sahabat Clara, karena dia tidak ingin mempunyai musuh siapapun itu orangnya.
__ADS_1