Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Alasan Bu Arum


__ADS_3

Tiara pun berusaha mengalihkan perhatian Malika.


"Ka,sepertinya aku harus pulang deh,aku takut ibuku mencari ku nanti.ini juga sudah sore "


Tiara tiba-tiba pamit untuk pulang pada Malika,dia tidak ingin Malika sampai mencurigainya karena tingkahnya yang aneh,


Karena Malika sangat mengetahui wajahnya yang sedang berbohong ataupun tidak,


Tiara tidak mampu membohongi Malika.


Akhirnya dia pun pergi dan pulang kerumahnya.


***


Keesokan harinya,Malika sudah bersiap untuk bekerja kembali di kantor pak Keenan,


Hari pertama Puspa bekerja di sambut ceria oleh semua rekan kantor yang sudah merindukannya.


"Malika,"


Ucap Sherli menyambut kedatangan Malika kembali ke kantornya untuk bekerja.


"Ka Sherli"


Keduanya saling berpelukan begitupun dengan sahabatnya yang lain dia sangat senang karena Malika bisa kembali bergabung bersama mereka


Semua memeluk Malika dengan erat.


Ka Sherli yang masih sangat girang akan kembalinya Malika coba bertanya tentang keadaannya.


"Bagaimana keadaanmu sekarang Malika?"


Tanya Sherli sedikit cemas.


Malika pun menceritakan jika dirinya sudah lebih baik dari sebelumnya,


Malika juga menyenangkan bagaimana kabar semua rekannya di kantor.


Sherli pun juga menyebutkan jika semua baik-baik saja,


Sherli pun memberitahu Malika jika hari ini adalah hari pertama pak Mahardika kembali dari Jepang untuk kembali memimpin perusahaan karena Keenan sudah harus kembali ke Jepang.


Keenan yang hendak pergi dan kembali ke Jepang merasa sangat sedih,karena dia masih nyaman tinggal di Bandung.


Suci dan Alana meminta Keenan untuk tetap berada di Bandung menemaninya,namun Keenan mengelak karena dirinya harus melanjutkan tugasnya di Jepang untuk meneruskan perusahaan sang kakak disana.


Keenan sempat mengajak Alana dan suci untuk ikut bersamanya,namun dia menolak,karena dia tidak mau meninggalkan semua kenangan suaminya di tanah air.


Kartika pun ada disana,Kartika juga harus kembali ke Austria karena sang kakak sudah di perbolehkan pulang dan tinggal rawat jalan untuk memulihkan badannya.


Keenan yang saat itu mampir ke kantor meminta Malika untuk menemuinya di kantin bawah.


Malika bertanya-tanya mengapa Keenan ingin menemuinya ? Apa yang ingin dia bicarakan padanya?


Semua pertanyaan itu terngiang di pikirannya.


Malika pun akhirnya menemui Keenan di kantin.


"Siang pak Keenan"


Salam Malika pada Keenan yang terdengar sangat kaku.

__ADS_1


Keenan tidak suka dengan keadaan hubungannya bersama Malika saat ini,


Dia pun meminta Malika untuk tidak terlalu formal jika bicara dengannya.


"Maaf mas Keenan ,,hihi kapan pak Keenan berangkat,bukannya pesawat sebentar lagi berangkat menuju Jepang?"


Malika memulai pertanyaannya seputar keberangkatan dirinya ke jepang.


Keenan terdiam,dia seolah ingin memberitahu sesuatu yang penting pada Malika,namun dia sangat berat untuk mengatakannya.


"Ada apa pak,apa yang ingin bapak bicarakan,sepertinya sangat penting"


"Ya ini memang sangat penting"


Keenan pun terdiam.


"Ini tentang Nico"


Seketika wajah Malika serius kala mendengar nama Nico terucap dari bibir Keenan.


"Malika aku mohon sama kamu,jika kamu memang menyayangi ibumu,patuhilah dia,jauhi Nico karena dia tidak baik untuk kamu,percayalah padaku"


Ucap Keenan tentang Nico.


Malika tidak terima jika pak Keenan menjelekkan Nico dihadapannya.


Dan kenapa pak Keenan bisa mengatakan itu semua.apa yang dia ketahui tentang Nico sehingga dia berani melarangnya untuk berhubungan dengan nico.


Dengan wajah yang kecewa,Malika menatap tajam Keenan dan bertanya


"Atas dasar apa bapak melarang saya untuk kembali pada Nico,bisa bapak jelaskan"


"Please dengarkan aku saja,turuti permintaan terakhirku,karena saya ingin kamu bahagia bersama pasanganmu yang baik"


Pinta keenan.


Dan tiba-tiba saja ponsel Keenan berdering,


Pihak bandara memberitahu jika penebangan menuju Jepang satu jam lagi.


Keenan pun meminta Malika untuk mengantarnya ke bandara bersamanya.


"Kamu mau kan mengantarku untuk yang terakhir kali"


Malika pun tidak bisa menolak, akhirnya dia ikut bersama Keenan menuju bandara untuk mengantarnya.


Sepanjang perjalanan Malika teringat akan pesan Keenan padanya,pikirannya melayang jauh pada Nico.


Di pikirannya Nico adalah pria baik,meski tempramental namun dia care pada semua orang,terlebih yang dekat dengan dirinya,


Dia juga penyayang dan bertanggung jawab maka tidak ada hak untuk pak Keenan menjelekkan Nico dihadapannya.


***


Di tempat lain Nico yang kini kembali bekerja di bengkel yang sama teringat akan Malika, dia ingin sekali memberinya kejutan setelah pulang kerja nanti.


"Aku akan merayakan ingatan Malika yang telah kembali sepulang kerja nanti,aku ingin memberinya kejutan "


Pikir Nico dengan senyumnya teringat akan ciuman pertama mereka yang indah di bawah sinar rembulan taman.


"Rasanya aku ingin sekali memeluk dan mencium mu kembali sayang?"

__ADS_1


Ucapnya dalam hati.


Ponsel Nico pun berdering,ternyata Tiara menelpon dirinya,


Dia ingin bertemu dengannya, ada sesuatu hal penting ingin dia bicarakan.


"Baiklah,istirahat siang kita bertemu di cafe Virgo ya"


Ucap Nico pada Tiara.


Hingga akhirnya jam istirahat pun tiba,Nico yang teringat akan janjinya pada Tiara langsung menemui nya karena jarak dari bengkel menuju cafe itu tidak terlalu jauh.


Disana Tiara sudah menunggu Nico dengan setia meski dia sudah merasa kesal karena Nico datang terlambat.


"Maafkan aku Tiara,aku terjebak macet,btw apa yang ingin kamu bicarakan"


Tanya Nico pada Tiara.


"Aku akan menceritakan semua yang tidak kamu ketahui,kamu pun juga harus tahu dan kembali berpikir untuk tetap setia pada Malika"


Sebuah kalimat yang sangat membuatnya penasaran.


"Apa ?"


"Ini tentang alasan Bu Arum co"


Nico semakin penasaran karena dia ingin tahu apa penyebab Bu Arum tidak mau jika dirinya kembali pada Malika.


Meski perasaan Tiara tidak tenang dengan apa yang dia sampaikan pada Nico,namun dia coba memberitahu secara pelan.


Tiara memperlihatkan foto kebersamaan pak Gunawan dan pak Herman serta rekannya yang lain pada Nico.


Nico pun bertanya mengapa dia memperlihatkan foto itu.


"Lihatlah dulu,siapa mereka,ini ayah Malika dan ayah kamu kan?"


Tanya Tiara.


Nico coba serius melihat foto lama kebersamaan ayahnya dengan pak Herman.


"Lalu apa hubungannya dengan foto ini?"


Tanya Nico penasaran.


"Ya inilah alasannya "


"Inilah alasannya mengapa Bu Arum tidak mau kamu kembali di kehidupan Malika"


"Maksud kamu?"


Nico masih tidak mengerti.


Tiara pun coba menghela napasnya dalam,dia berharap Nico tidak akan tersinggung dengan semua yang akan dia sampaikan padanya.


"Ya inilah alasannya,


Karena kamu adalah anak dari pembunuh ayahnya Malika co"


"Apa pembunuh ayahnya Malika"


Nico seakan tidak percaya dengan semua yang Tiara bicarakan padanya.

__ADS_1


__ADS_2