
Dan malam itu juga Keenan langsung mengemas pakaiannya untuk berangkat ke Hongkong dengan penerbangan yang terdesak,
Suci tidak bisa menghalangi kakaknya untuk pergi,karena dia harus menunggu suaminya pulang dan menjaga anaknya Alana.
"Tapi mengapa kakak tiba-tiba saja ingin pergi,tunggulah sampai esok ka,aku mohon"
Suci memohon pada Keenan untuk tidak pergi,namun Keenan sudah tidak bisa menindak lagi kepergiannya.
"Jaga diri kamu baik-baik ya,dan jaga keponakanku yang ada di dalam perut kamu ini,semoga kau bisa melahirkan dengan lancar dan selamat,Kakak titip salam untuk suamimu,setelah sampai nanti kakak pasti akan menghubungimu"
Akhirnya Keenan pun pergi dari kediaman tuan Mahardika,kakeknya sendiri,pemilik Mahardika grup,tempat dimana malika.bwkerja saat ini.
Hingga setelah 4tahun berlalu,Keenan baru bisa memberanikan diri kembali ke Bandung,itupun karena paksaan sang kakek yang menyuruhnya menggantikan dirinya di perusahaannya di Bandung.
Keenan sempat menolak untuk kembali ke Bandung,namun dia tidak bisa menolak permintaan kakeknya.
Walau ingatannya pada Kartika dan kejadian yang memilukan oleh Lidya masih terngiang di pikirannya. Keenan berusaha melupakannya dan memulai hidup baru di Bandung bersama adiknya.
...
Lidya pun masih tidak menyerah untuk mengejar cinta Keenan.
Lidya merobek fotonya bersama Kartika.
"Dulu kamu,sekarang Malika,aku tidak akan membiarkan wanita lain mendekatimu Keenan"
Ucap Lidya masih penuh dengan kemarahannya pada Malika.
***
Suasana masih terasa genting,suster keluar masuk dengan langkah yang sedikit berlari dalam menangani operasi Malika.
Bu Arum masih terlihat sangat lemas, suci tak tega melihatnya,dia coba mengajaknya masuk ke ruangan untuk beristirahat,namun Bu Arum menolak.
"Ibu masih tidak tenang nak,ibu memikirkan keadaan Malika"
Jawab Bu Arum pada suci,
Alana pun duduk di samping Bu Arum dan memeluknya.
"Ka Malika juga akan segera sembuh kan Bu,sama dengan ibuku"
Ucapnya pada Bu Arum dengan ringan.
Bu Arum hanya menganggukkan kepalanya dan mengusap kepala Alana.
Dokter kembali menanyakan pendonor darah untuk Malika,
Sherli pun berhasil mendapatkan seorang temannya yang bergolongan sama dan mau mendonorkan darahnya.
Keenan langsung menyuruh teman Sherli untuk segera datang ke rumah sakit,
"Cepatlah suruh teman kamu untuk segera datang kesini,kita tidak bisa menunggu lama,apa perlu aku jemput dia"
__ADS_1
Ucap Keenan dalam kepanikannya membuat semua yang melihat merasa terkejut.
Si pendonor pun tiba dan akhirnya dia berhasil mendonorkan darahnya,
Darah pun mulai didonorkan pada Malika,namun Malika masih belum merespon semua penanganan dokter.
Malika masih belum sadar pasca operasi,
Dokter pun heran mengapa Malika tak kunjung sadar.
Namun dokter merasa lega,karena Malika sudah keluar dari masa kritisnya.
Dokter pun keluar ruangan dan memberitahu jika Malika sudah keluar dari masa kritisnya.
Semua pun mulai merasa tenang mendengar kabar tersebut.
Namun seketika mereka kembali tegang kala dokter memberi pernyataan jika Malika masih belum sadarkan diri,dokter mengatakan ada dua kemungkinan yang terjadi pada Malika.
"Tapi ada kabar buruk yang harus saya sampaikan kepada kalian,benturan keras yang terjadi pada Malika membuat tulang kepalanya retak dan terjadi gangguan di syaraf nya yang mengakibatkan koma.kalaupun Malika bisa sadar kemungkinan besar ingatannya akan terganggu (amnesia)"
Bu Arum jatuh pingsan setelah mendengar kabar itu,dia tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang buruk terjadi pada anaknya.
Keenan pun langsung membawa Bu Arum ke ruang pasien untuk di tangani dokter.
"Tolong sus,tolong ibu saya,cepat tangani dia"
Suster pun langsung membawa Bu Arum untuk di tangani.
Sherli berbagi tugas dengan Keenan untuk menjaga Malika.
Ucap Sherli pada Keenan,
Keenan pun setuju,akhirnya Sherli dan suci mengurus Bu Arum,sedangkan Keenan masih menunggu di depan pintu ruang operasi bersama Alana dan anak kecil yang sudah Malika tolong.
***
Nico pun merasa cemas dengan keadaan Clara,dia bingung harus melakukan apa,dia juga menanyakan apa Clara bisa pulang hari ini,atau harus dirawat.
Dokter pun memberitahu jika Clara sudah bisa pulang hari ini juga,dokter juga menyarankan agar Clara banyak beristirahat.
Nico pun berterimakasih pada dokter karena telah menangani Clara,
"Kalau begitu terimakasih dok".
Ucap Nico sebelum pergi membawa Clara.
Didalam hati,dokter merasa kasihan pada Nico,karena dia telah dibohongi oleh wanita licik seperti Clara.
"Semoga kamu tahu yang sebenarnya "
Dia dokter pada Nico dalam hatinya.
Clara dan Nico pun melanjutkan perjalanannya menuju apartemen Clara,
__ADS_1
"Apa kau sudah merasa baikan Clara?"
Tanya Nico terlihat sangat mencemaskan keadaan Clara.
Clara hanya mengangguk dengan tatapan matanya yang lelah.coba meyakinkan Nico jika dirinya memang sedang tidak baik-baik saja.
Clara meminta Nico untuk menemaninya malam ini,
"Maksudku,jika kau tidak keberatan,aku ingin kamu menemani aku malam ini,kamu bisa tidur di kamar yang lain"
Pinta Clara tidak bisa Nico tolak.
Nico pun setuju dan menyuruh Clara untuk tidak banyak memikirkan sesuatu yang membuatnya pusing.
Merekapun tiba di apartemen Clara,Nico memapah Clara masuk kedalam,semua orang melihat Clara dan Nico termasuk satpam disana.
"Mba Clara kenapa mas,Apa mba Clara butuh kursi roda?"
Satpam menawarkan untuk membantu Nico memapah Clara,namun Clara menolak.
"Tidak usah pak,saya hanya pusing sedikit,"
Jawab Clara,satpam pun mempersilahkan masuk Clara dan Nico.
Sesampainya di apartemen,Nico membaringkan Clara di atas kasurnya,
"Kau istirahatlah dulu,biar aku buatkan bubur untuk kamu makan sebelum minum obat"
Perhatian Nico begitu sangat membuat Clara bahagia, dia belum pernah mendapatkan perhatian istimewa seperti itu dari pria manapun.
Clara hanya tersenyum kecil dan setuju untuk istirahat sejenak,sementara itu Nico pergi ke dapur membuat bubur untuk Clara,
Entah perasaan apa yang sedang dia rasakan saat ini, ingatannya tertuju pada Malika,namun hatinya merasa sangat mencemaskan Clara.
Batinnya serasa berperang antara Malika dan Clara.
***
Bu Arum mulai sadar,dia terus memanggil Malika.
"Malika...Malika"
Sherli coba menenangkan Bu Arum.
"Tenang Bu,semua akan baik-baik saja,Malika pasti akan segera sadar"
Ucap Sherli dan suci coba membuat Bu Arum tenang.
Keenan dan Alana masih belum bisa tenang sebelum Malika sadar.dokterpun kembali mengabari Keenan dan memberinya penjelasan kedua.
"Untuk saat ini kondisi pasien sudah mulai stabil,namun jika dalam waktu 24 jam pasien belum sadarkan diri,maka kami tidak bisa melakukan apapun,"
Jelas dokter.
__ADS_1
"Maksud dokter,apa Malika akan koma?"
Tanya Keenan menanggapi semua penjelasan dokter padanya.