
Alana terbangun dari tidurnya,dia mencari Malika namun tidak ada di sampingnya,dia berteriak memanggil ibunya sehingga Bu Arum pun terbangun.
"Ibu..."
Tangis Malika memanggil mama nya.
Bu Arum pun terkejut dan langsung menuju kamar Malika,Bu Arum tidak melihat ada Malika di dalam kamar.
"Kemana anak itu ya,kenapa dia biarkan Alana sendirian,cup cup cup sayang,Alana jangan nangis ya nak,ibu ada disini"
Bu Arum coba membuat Alana berhenti menangis,dia menggendong Alana dan membuatnya tidur kembali dengan nyanyian sholawat yang dia lantunkan.
Hingga akhirnya Alana pun kembali tertidur,
Bu Arum berpikir,pergi kemana Malika malam-malam begini,tak sedikitpun Bu Arum terpikir Malika akan menemui Nico,karena dia tahu jika Nico berada di Jakarta.
"Apa mungkin Malika kembali ke rumah sakit,"
Pikir Bu Arum,akhirnya dia coba menghubungi ponsel Malika.
Malika yang sedang asik bersua dengan Nico setelah sekian lama di kejutkan dengan panggilan masuk dari ibunya,
"Astaga co,ibu ku "
Ucap Malika saat melihat nama panggilan yang masuk di ponselnya.
Nico pun menyuruh Malika untuk mengangkat telpon dari Bu Arum,Malika pun mengangkat panggilannya dan bicara dengan ibunya,
Dan benar saja,Bu Arum menanyakan keberadaan Malika sekarang,Bu Arum banyak bertanya karena cemas Malika tidak ada di rumah.
Malika coba berusaha tenang menjawab semua pertanyaan ibunya,
"Malika pergi keluar sebentar Bu,Malika cari makan,tadi Malika merasa lapar,itu sebabnya Malika pergi,sebentar lagi Malika pulang Bu"
Jawab Malika.
Malika mulai merasa tidak tenang,dia tidak mau ibunya sampai mengetahui jika dia pergi keluar menemui Nico.
Setelah Nico berhasil meyakinkan kembali cintanya pada Malika,Nico pun meminta Malika untuk tetap percaya kepadanya,apapun yang terjadi dan dalam kondisi apapun,Nico akan tetap setia kepadanya,
Nico juga meminta agar Malika tidak mempercayai orang lain selain dirinya.
Malika pun paham dengan semua permintaan Nico kepadanya,meski dalam hati masih terasa sakit akan semua yang pernah dia lihat mengenai Nico,namun Malika berusaha untuk melupakan dan menerima semuanya agar dia bisa percaya kembali kepada Nico dan menumbuhkan kembali cintanya yang besar.
Malika pamit untuk kembali pulang pada Nico,
__ADS_1
Namun Nico tidak mengijinkan Malika pulang dengan mudah.
"Besok aku akan kembali ke Jakarta sayang,apa kamu tidak mau menghabiskan kerinduan kita malam ini"
Ucap Nico.
"Maksud kamu apa?"
Malika benar-benar tidak mengerti dengan semua yang Nico ucapkan kepadanya.
Saat Malika berdiri,Nico pun terbangun dan berdiri tepat di hadapannya,kemudian lengan Nico pun memegang pinggang Malika dan menarik badannya agar wajahnya bisa lebih dekat dengan wajah Nico.
"Apa-apaan sih co,malu loh,nanti ada orang lihat gimana?"
Malika tidak karuan saat wajahnya semakin dekat dengan wajah kekasihnya itu.
"Kamu tidak usah malu sayang,dunia ini hanya milik kita berdua,hihi"
Jawab Nico dengan senyum nakalnya membuat Malika pun tertawa kecil,
Nico pun memeluk erat Malika,tak henti bibirnya mengucapkan kata cinta di telinga Malika.
"I love u "
Bisik Nico pada Malika membuat tubuh malik serasa tersetrum di seluruh nadi nya.
Jawab Malika dengan mengusap wajah Nico,dan kemudian entah ada angin apa tiba-tiba saja,Malika sendiri yang nyosor mencium bibir Nico dengan sangat mesra.
Ciuman pertama yang di lakukan Malika pada Nico,
Nico pun tidak menyangka jika Malika bisa mengawali ciumannya dan itupun dia lakukan dengan sadar
Malika terus ******* bibir Nico dalam pelukannya,nafasnya pun tak bisa dia atur karena menikmati ciumannya itu.
Nico tak membiarkan kesempatan ini terbuang percuma,dalam sadarnya saat Malika masih mencium bibirnya dengan mata tertutup,lengan Nico maju menuju dua dada Malika dengan sendirinya.
Dan ternyata semua itu membuat Malika semakin tak menyadari akan gairahnya,
Nico mulai meremas 2 gundukan di dada Malika yang berbentuk indah dengan lembut,sehingga Malika begitu menikmati remasan tangan Nico pada dadanya.
"Ah..co"
Mendengar ******* Malika yang begitu menggairahkan,membuat tangan Nico ingin melakukan lebih,
******* pertama yang keluar dari bibir kekasihnya setelah sekian tahun berpacaran,
__ADS_1
Dalam hati Nico sempat berpikir dan teringat akan ucapan Andre padanya,
Bahwa jika dia ingin memancing gairah wanita,maka bisikkan lah sebuah ucapan yang manis di telinganya dengan sangat lembut agar gairahnya naik.
Nico pun tersenyum senang,karena ucapan Andre benar,dan usahanya membisikan kata i love u di dekat telinga Malika membuahkan hasil,dengan sedikit bibir Nico mencium telinganya tipis,gairah Malika pun naik dengan sendirinya,sehingga dia sendiri yang mencium bibir Nico.
Tangan Nico semakin liar,kini 2 tangannya berhasil meremas dua gunung di dadanya hingga Malika sudah tak tahan lagi dan coba menghentikan tangan Nico di dadanya.
Dan saat lengan Nico berhenti meremas dua gunung dada Malika,tangannya pun merayap menuju bawah,namun ternyata
Malika pun tersadar,dia tidak mau melakukan hal yang lebih dari itu sebelum waktunya tiba,diapun meminta maaf pada Nico karena telah menciumnya.
"Maafkan aku co,aku lancang telah mencium mu"
Ucap Malika pada Nico,
"Tidak apa-apa sayang,aku sangat bahagia malam ini,rasanya aku ingin terus bersamamu saat ini,tapi sebaiknya kamu pulang sekarang,nanti ibumu cemas"
Jawab Nico menyuruh Malika untuk segera pulang ke rumahnya sebelum Bu Arum mencurigainya.
Malika pun setuju dengan saran Nico untuk segera pulang,
"Mungkin malam ini,malam terakhir kita jumpa,setelah sekian lama,akhirnya kita bisa menghabiskan waktu bersama,walau hanya sebentar,kamu jaga diri baik-baik ya,jangan lupa jaga hatimu juga untukku,awas kamu jangan terlalu dekat dengan bos kamu itu,siapa nama nya Keenan itu"
Pesan Nico pada Malika untuk tidak terlalu dekat dengan Keenan,
Malika pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Ia sayang,kamu juga ingat,jaga diri kamu baik-baik disana,jangan sampai tergoda sama wanita itu"
Pesan Malika dengan senyum nya yang manis pada Nico.
Nico membalas senyumnya dan mencium kening Malika sebagai tanda cintanya pada Malika.
Kemudian Malika pun pergi dari hadapan Nico,tak lupa Nico pun mengantar Malika sampai naik taksi,karena tidak mungkin dia bisa mengantar Malika sampai rumah dengan meninggalkan Clara di mobil sendirian.
Nico pun membawakan martabak manis kesukaan Bu Arum untuknya.
"Titip ini untuk ibu kamu ya,"
Ucap Nico pada Malika.
Malika pun berlalu dengan taksinya meninggalkan Nico.
Nico pun kembali kedalam mobil,disana Clara terlihat masih tidak sadarkan diri,pengaruh obat yang dia minum.
__ADS_1
"Untunglah Clara belum sadar dan tidak melihat semua yang tadi aku lakukan dengan Malika"
Ucap hati Nico saat melihat ke arah Clara yang masih terpejam memejamkan matanya.