Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Malika pulang


__ADS_3

Meskipun Malika terus menolak tawaran nek Rima, namun biaya tetap memaksa hingga akhirnya Malika pun pergi bersamanya kembali ke rumah.


Malika yang tidak tahu arah jalan pulang hanya memberikan alamat lengkap rumah barunya pada Rishi, yang ternyata jaraknya tidak terlalu jauh.


"Kamu jalan kaki saja bisa cepat sampai, segini saja manja"


Ujar Rishi saat melihat alamat yang diberikan Malika padanya.


Malika sangat tersinggung dengan semua yang Rishi katakan kepadanya, hingga akhirnya karena kesal, Malika pun meminta Rishi untuk menghentikan mobilnya.


"Berhenti di sini saja, biar saya turun"


Ucap Malika dengan raut wajahnya yang ketus karena kesal pada Rishi.


Nek Rima yang menyadari hal itupun meminta maaf padanya.


"Kamu jangan bicara seperti itu nak, Malika sedang hamil, jika juga baru di kota ini, mana tahu dia jalan dari klinik menuju rumahnya tidak terlalu jauh, tapi untuk wanita hamil sepertinya jarak ini cukuplah jauh nak, kasihan bayi di dalam perutnya, nanti dia kelelahan"


Ucap nek Rima pada Rishi memintanya untuk meminta maaf pada Malika.


Rishi yang awalnya menolak pun akhirnya mengalah karena memikirkan seorang bayi yang sedang Malika kandung.


"Maaf"


Ucap Rishi singkat.


Malika pun tidak mau menjawab semua permintaan maafnya, Malika hanya diam.


"Maafkan cucu nenek nak Malika, terkadang dia memang suka keterlaluan jika sudah bercanda, sekali lagi maafkanlah dia ya"

__ADS_1


Nek Rima memohon pada Malika untuk memakannya.


Jika bukan karena nek Rima, Malika mungkin sudah memaksakan dirinya untuk turun dari mobil Rishi.


Hingga tak lama kemudian mobil Rishi sampai tepat di depan rumahnya.


Malika sendiri terkejut dengan apa yang sedang terjadi menimpanya, saat dia tiba, dengan segera Malika turun dari mobil Rishi dan mengucapkan terima kasih.


"Terimakasih nek"


Ucap Malika pada nek Rima, beliau pun hanya tersenyum ke arahnya.


Saat dirasa aman, dengan segera Rishi melakukan kembali mobilnya meninggalkan malika yang masih berdiri di tepi jalan.


***


"Ayo angkat mas, kamu kemana sih"


Malika mulai gelisah, karena biasanya meskipun Nico tidak menjawab panggilannya, setidaknya dia bisa memberinya satu pesan saja agar Malika tidak cemas.


Ditempat lain, saat Nico hampir menyelesaikan mobil pelanggan barunya, tiba-tiba saja dia di buat sibuk kembali dengan datangnya sebuah mobil yang sangat rusak akibat kecelakaan yang merenggut nyawanya.


"Wah wah wah parah ini, bisa bisa kita lembur malam ini co"


Ucap Andre pada Nico memberitahu jika malam ini mereka akan lembur.


Nico yang saat itu teringat akan Malika coba mencari ponselnya untuk memberitahu tentang keadaanya yang tidak bisa pulang dengan cepat karena harus lembur.


Saat Nico menemukan ponselnya, ternyata baterai ponselnya habis, mau meminjam charger semua sedang dipakai, alhasil Nico pun akhirnya menyimpan kembali ponselnya dan berniat akan menghubungi Malika nanti dan berharap semoga dia tidak akan pulang terlalu malam.

__ADS_1


"Semoga saja tidak terlalu larut malam, kasihan Malika"


Nico pun kembali bekerja,


Sementara itu Malika yang sudah kembali ke rumah barunya, sedikit demi sedikit mulai membereskan rumah kecilnya dengan sangat rapi, berharap Nico akan menyukainya ketika pulang nanti.


Tak lupa Malika pun akan memasak makanan kesukaan Nico agar dia semakin menyayanginya.


...


"Kamu kenapa dre?"


Tanya Nico pada Andrea yang terlihat sangat terpukul dan sedih.


Nico yang tidak bisa meninggalkan sahabatnya ketika sedang kesusahan akhirnya coba menghibur Andre terlebih dahulu dengan menuruti semua kemauannya.


"Baiklah kamu mau pergi kemana agar hatimu sedikit lebih tenang? Biar aku hantar, tapi jangan lama-lama ya, kasihan istriku menungguku"


Ujar Nico pada Andre yang sama sekali tidak bisa menolaknya.


Andre pun meminta Nico mengantarnya ke tempat biasa, tempat dimana seseorang sedang latah hati dan ingin mencari hiburan.


"Tapi aku hanya mengantarmu saja ya, aku tidak akan masuk"


Ujar Nico.


"Kalau kamu tidak masuk, siapa yang akan menemani aku"


Jawab Andre memaksa Nico untuk ikut dengannya kedalam cafe untuk bersenang-senang.

__ADS_1


__ADS_2