
Suasana pun mulai tegang, kala raut wajah sang dokter terlihat sangat tidak bersahabat,
Dokter menarik napasnya panjang, dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada Bu Arum, apakah dia mendapat kabar buruk yang mengejutkannya, atau terlalu berpikir yang berat.
Suci pun diam, sedangkan Malika, dia coba berkata jujur jika sebelum ibunya tidak sadarkan diri, ibunya memang mendapat kabar buruk yang sangat mengejutkannya.
Namun Malika tidak mengatakan berita apa yang sempat mengejutkan ibunya itu.
Raut wajah dokter pun seketika terlihat sangat menyesal, dia mengerti dengan semua yang Malika maksudkan padanya.
"Darah Bu Arum tinggi, membuat nya terkena serangan struk ringan, penderita sepeti Bu Arum biasanya akan merasakan sebelah dari tubuhnya mati rasa, atau mungkin bicaranya tidak akan terlalu jelas."
Tubuh Malika seketika melemah kala mendengar sang ibu terkena serangan struk ringan.
Sang Ibu yang selalu sehat dan bugar kini karena kesalahannya, Bu Arum harus terbaring lemah terkapar tidak berdaya.
Karena setelah Bu Arum sadarkan diri, benar saja, sebelah tangan dan kaki kirinya sangat sulit untuk di gerakkan, bicaranya pun sedikit tidak jelas.
Melihat sang ibu sadar, Malika memeluk dan meminta ampun pada sang ibu untuk semua kesalahannya.
__ADS_1
Namun meskipun dalam keadaan tidak berdaya, Bu Arum yang masih di selimuti api kemarahannya pada Malika tetap mengusir dirinya, dia tidak ingin Malika ada di rumahnya.
Bu Arum memberi isyarat pada Suci untuk mengusir Malika.
Suci pun tidak berdaya.
Untuk menjaga hati keduanya, akhirnya Suci membawa Malika keluar kamar dengan baik-baik.
"Ayo Malika, aku mohon jika kamu menyayangi ibumu, turuti semua permintaannya. Aku tahu ini sangat berat untuk kamu ataupun Bu Arum, tapi untuk saat ini mungkin kamu memang harus pergi dulu dari sini, kau jangan khawatir, aku akan jaga Bu Arum.
Kamu bisa tinggal di rumahku bersama Alana untuk sementara waktu"
Suci meminta Malika untuk pergi semangat dari rumahnya.
Dengan langkah yang berat, Malika pun keluar dari rumah dengan penuh air mata, Malika berjalan menyusuri jalan dengan hati yang gundah dan sedih, serta air mata yang tak kunjung berhenti teringat akan ibunya dan semua kesalahannya.
"Ya Tuhan, mengapa jadi begini, hamba minta ampun untuk semua dosa yang sudah hamba perbuat"
Malika meminta ampun kepada sang pemilik kehidupan.
__ADS_1
Dan disaat yang bersamaan, Tiara yang sebelumnya dihubungi oleh Suci akhirnya berhasil menemukan Malika yang pergi dari rumah.
Malika nampak seperti orang linglung, tatapannya kosong, langkah nya pun tak beraturan.
"Malika"
Tiara langsung memeluk dan memanggil Malika saat itu, dia meminta Malika untuk ikut dengannya, Malika nampak tidak bisa menjawab semua pertanyaan sahabatnya itu, karena air mata menghalangi setiap ucapan yang hendak dia katakan.
Akhirnya Malika pun ikut dengan Tiara.
...
Di tempat lain, Nico yang kini tiba di rumahnya bercerita dengan sang ibu tentang kehamilan Malika.
Dengan raut wajah yang datar,
Nico mulai pembicaraan dengan Bu Ratna.
"Ternyata ibu benar, huhu semua rencana yang ibu bicarakan padaku tentang Malika akhirnya terwujud, dengan campuran obat perangsang yang ibu campurkan dengan obat racik kesuburan buatan ibu, akhirnya Malika hamil Bu"
__ADS_1
Dengan rasa bahagia,Nico seakan telah memenangkan sebuah perlombaan .
Dan ternyata yang sebenarnya terjadi pada Malika, semua rencana Nico untuk menghabiskan malam bersama Malika adalah rencana dari ibunya, Bu Ratna.