Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Pelukan Nico


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang,Keenan merasa tidak fokus,pikirannya melayang teringat akan Kartika dan semua masa lalunya yang indah bersama dia.


"Mengapa kau kembali lagi Kartika,aku sangat membencimu?"


Keenan dalam hati terus mengingat semua kenangannya,meski dia benci,namun pikirannya tidak mampu Dia tahan.


Dalam benaknya dia memikirkan sedang apa Kartika ada disini,bukankah dia ada di luar negri,dan dimana suaminya.


Semua pertanyaan itu terus berputar dipikirannya,


Keenan mengetahui jika saat itu Kartika pergi meninggalkan cinta Keenan bersama kekasihnya dan menikah di Austria.


"Aku harus bisa melupakannya,dia sudah menjadi masa laluku"


Pikir Keenan tentang Kartika.


Malika yang sedari tadi memperhatikan sikap Keenan yang aneh,merasa heran.


"Mengapa pak Keenan bersikap aneh seperti ini"


Tanya nya dalam hati.


"Mas tidak apa-apa kan?"


Malika coba bertanya apa yang terjadi padanya.


Keenan pun terkejut dengan semua pertanyaan Malika,terlihat sekali jika dirinya sedang tidak fokus.


Keenan coba kembali bersikap tenang,dia tidak mau membuat Malika curiga kepadanya.


"Tidak,aku hanya sedikit lelah"


"Maafkan aku mas,karena aku waktumu habis terbuang percuma"


Malika meminta maaf pada Keenan karena merasa sudah merepotkan nya untuk semua hal.


Keenan menepis semua prasangka Malika kepadanya,


Dia berkata jika semua yang dia lakukan tulus tanpa paksaan sedikitpun,Keenan melakukan semua ini karena cintanya pada Malika.


Mendengar semua ucapan Keenan padanya,Malika merasa dirinya sangat berarti di mata Keenan.


"Sebenarnya aku memang sudah mulai mencintaimu mas,tapi entah kenapa hati kecilku masih belum.menerima dengan semua cinta darimu,ada apakah dengan perasaan ini"


Ucap hati Malika.


***


Kartika yang menyesali semua yang terjadi di masa lalu merasa bersalah pada Keenan,


"Tidak seharusnya dulu aku pergi darimu mas,seharusnya aku berusaha menjelaskan semua yang sudah terjadi jika aku tidak pernah mengkhianatimu samasekali "


Kartika menangis menyesali kepergiannya dulu meninggalkan Keenan.


"Dan ternyata sekarang kamu sudah menikah mas,"

__ADS_1


Tangis Kartika tak bisa dia tahan.


Dulu Keenan sangat mencintai Kartika namun setelah peristiwa semalam itu terjadi,rasa cinta Keenan pada Kartika berubah menjadi sebuah kekecewaan yang mendalam.


Kartika coba berusaha untuk menjelaskan pada Keenan kalau semua yang dia lihat di kamar hotel adalah tidak benar,seseorang telah menjebaknya agar Keenan membenci dirinya,namun tanpa bukti apapun Keenan tidak percaya begitu saja pada Kartika.


Hingga Keenan sempat depresi berat setelah kejadian itu,Kartika yang merasa semua usahanya sia-sia akhirnya memutuskan untuk pergi mengikuti sang kakak ke Austria untuk membantu perusahaan sang kakak.


"Sampai detik ini rasa cinta untukmu masih aku simpan baik-baik mas"


Lirih Kartika mengingat Keenan.


Dan saat itu pula lah Keenan juga sangat teringat akan Kartika.


...


Malika dan Keenan pun tiba di rumah Bu Arum.


"Mas Keenan langsung istirahat saja,kamu terlihat sangat lelah,aku tidak mau mas ikut sakit"


"Tidak,biar aku menemanimu sebentar,boleh kan?"


Malika pun tidak bisa menolak keinginan Keenan untuk menemaninya masuk kedalam rumah.


Di dalam Bu Arum sudah menunggunya dengan kecemasannya karena mereka sangat lama tiba di rumah.


"Kamu darimana saja nak,ibu sangat mencemaskan kalian,ibu takut terjadi sesuatu yang buruk lagi pada kalian"


Bu Arum pun segera membawa minum untuk keduanya,Bu Arum memaksa Malika untuk minum yang banyak agar dia tidak sampai dehidrasi.


"Cukup Bu, Malika akan habiskan ko"


Bu Arum bertenaga pada Keenan mengapa mereka sampai terlambat pulang,


Namun Keenan seakan tidak mendengar pertanyaan Bu Arum,Keenan termenung dengan pandangannya yang kosong menatap lantai di bawah.


"Nak Keenan,kau baik-baik saja ?"


"Nak Keenan..."


"Hei"


Saat Bu Arum menepuk bahunya Keenan pun langsung tersadar ternyata dirinya telah melambungkan masa lalunya dengan Kartika.


Keenan tidak menyukai apa yang terjadi padanya saat ini,dia tidak mau mengingat Kartika lagi,karena sekarang dihatinya hanya ada Malika.


"Maafkan saya Bu,yah tadi ..."


"Tadi kami habis jalan-jalan sebentar Bu,itu sebabnya kami terlambat,ya kan mas?"


Malika langsung memotong jawaban Keenan secepat kilat agar Bu Arum tidak menghawatirkan nya,jadi Malika sedikit berbohong menutupi semua yang terjadi tadi siang jika Malika hampir saja tertabrak namun untunglah Kartika menyelamatkannya.


"Ibu hanya takut sesuatu yang buruk menimpa kalian,itu sebabnya ibu sangat menghawatirkan mu nak"


Bu Arum pun menyuruh mereka untuk makan terlebih dahulu,

__ADS_1


Namun Keenan ijin pamit dari rumah Bu Arum,dia ingin menyelesaikan masa lalunya dengan Kartika.


Keenan ingin mengetahui kenapa dia bisa kembali ke indonesia,apa tujuannya dan mengapa.


...


Nico yang sedari tadi mengintai rumah Malika coba mencari cara untuk bisa menemui Malika dan bicara padanya jika dia adalah kekasihnya bukan Keenan.


Nico coba masuk lewat jendela kamarnya,namun ternyata jendela di tutup total oleh Bu Arum untuk mengantisipasi agar Nico tidak sampai datang ke kamar Malika.


Nico akhirnya mencari jalan dengan menyelipkan sebuah surat untuk Malika di sela jendela kamarnya


Nico menuliskan sebuah surat yang berisi bahwa dia adalah Nico kekasihnya.


Dia ingin menemui Malika di taman biasa yang selalu mereka jumpa.


S1 jam kemudian surat pun berhasil masuk kamar Malika,


Dan saat Malika buka pintu kamar,hendak membuka jendela karena ruangan agak pengap.


Sepucuk surat pun jatuh tepat di depan kedua kakinya.dalam hati Malika bertanya-tanya surat siapa ini,siapa yang mengirim surat ini padaku.


"Semoga kau membaca surat ku dan mau bertemu denganku Malika,"


Malika pun akhirnya membuka surat dari Nico,dia sangat terkejut karena sebuah tulisan yang tidak asing baginya kini sedang berada di tangannya.


"Mengapa aku merasa mengenali tulisan ini,siapa ini,dan mau apa,aku hrus tanyakan ini pada ibu?"


Pikir Malika untuk menanyakan surat ini pada ibunya,dia pun turun menuju kamar Bu Arum.


Didalam kamar Bu Arum yang sedang merapikan bajunya sangat terkejut dengan kedatangan Malika ke kamarnya,karena saat itu ada sebuah foto dirinya bersama Malika dan Nico yang masih dia simpan di bawah baju yang sedang dia rapihkan.


"Bu,apa Malika bisa tanya sesuatu?"


Dengan segera Bu Arum menutupi foto mereka dengan tumpukan baju yang sedang dia bereskan agar tidak terlihat oleh Malika.


Malika pun mendekati ibunya dan menyuruh nya untuk menemani dia pergi ke taman.


"Maaf nak ,jangan hari ini ya,rasanya ibu sangat letih sekali seharian ini,"


"Kalau ibu tidak mau menemani Malika,apa boleh Malika pergi sendiri,eh bersama suster bu,boleh ya, malika ingin menghirup udara segar di taman."


Bu Arum merasa kasihan juga pada anaknya itu,karena kini semenjak ingatannya hilang,


Ruang lingkupnya menjadi terbatas,


"Baiklah,tapi kau jangan pergi sendiri ya,biar suster yang menemani mu"


Malika pun merasa senang karena ibunya begitu mudah percaya padanya dan mengijinkannya untuk pergi ke taman.


Malika dan suster pun pergi ke taman yang tidak jauh dari tempat nya sangat tinggi.


Saat tiba di taman,tiba-tiba saja seseorang datang dengan tergesa langsung memeluk Malika dengan erat .


"Siapa kamu,mengapa berani sekali memelukku?"

__ADS_1


Malika sangat marah pada seseorang yang telah memeluknya hingga akhirnya pelukan itu terlepas karena Malika menarik genggaman tangannya.


"Ini aku Malika aku kekasihmu ,kau ingat aku kan?"


__ADS_2