
Di lain tempat, Bu Arum sangat berharap jika Malika sudah membaca surat darinya. dan akan kembali hidup bersamanya.
Namun pada kenyataannya, Nico yang licik ternyata sudah membaca surat dari Bu Arum dan membawanya dari tas Malika sehingga Malika tidak tahu jika sang ibu sudah menulis surat untuknya.
Dalam kesepiannya, Bu Arum sangat merindukan anak gadisnya itu, dia selalu membayangkan jika Malika ada di sampingnya saat ini seperti kemarin.
Seperti biasa Suci pun datang untuk mengantar Bu Arum check up, namun untuk kali ini, dengan suara yang masih belum terlalu jelas, Bu Arum meminta Suci untuk menghubungi Malika dan mengajaknya untuk menemani Bu Arum periksa ke dokter.
Suci pun menuruti permintaan Bu Arum, dia langsung menghubungi Malika, namun tidak dia angkat,
"Kenapa Malika tidak menjawab panggilanku ya?"
Pikir Suci .
Dan ternyata, di rumah Nico, Malika yang sudah bangun pagi, sedang membereskan rumah, dan segala perabotan yang menurutnya kotor, sehingga dia tidak ada waktu untuk memegang ponsel.
Sedangkan Nico masih terlelap tidur, karena hari ini dia memang masuk siang,
Saat terbangun, Nico di kejutkan dengan pesan masuk di ponsel Malika.
"Malika, hari ini ibumu jadwal check up, dia meminta kamu untuk menemaninya, kalau kamu bersedia mohon segera datang kesini ya, kami menunggumu"
Pesan chat Suci pada Malika yang tak sengaja Nico baca.
Nico pun terjaga dan berpikir bagaimana caranya agar Malika tidak menemui ibunya,
Tak sempat menghapus pesan masuk dari Suci, Malika yang saat itu masuk kedalam kamar untuk membangunkan Nico, akhirnya dia tahu jika Suci mengirimnya pesan.
"Ada pesan masuk ya co?"
Tanya Malika, Nico pun memberikan ponsel Malika.
"Ka Suci mengirim pesan co, katanya ibu mau aku temani periksa, apa aku boleh menemaninya? Please aku mohon, ijinkan aku ya?"
Malika meminta ijin pada Nico untuk menemani ibunya kontrol.
Nico tidak mau memicu pertengkaran kembali dengan Malika hanya karena dia tidak mengijinkannya untuk menemani ibunya, akhirnya Nico pun mengijinkan Malika untuk pergi, Tapi dengan pengawasan ketat darinya, itupun tanpa sepengetahuan Malika.
"Baiklah kau temani saja ibumu jika itu tidak mengganggu waktu kerjamu?"
Jawab Nico yang masih belum tahu jika Malika sudah tidak bekerja.
Malika pun sejenak terdiam, apa yang harus dia katakan pada Nico jika sebenarnya dia sudah tidak bekerja lagi di Mahardika grup.
Malika pun langsung memeluk Nico dan meminta maaf,
"Maafkan aku co, sebenarnya aku ingin bicarakan semua ini kemarin sama kamu, tapi..."
"Kamu kenapa sayang?"
__ADS_1
Tanya Nico.
Malika sempat terdiam sejenak, sebelum dia mengatakan jika dirinya sudah di pecat oleh pak Mahardika karena berita kehamilan di luar nikahnya.
"Sebenarnya aku sudah tidak bekerja lagi? Maafkan aku co"
Malika menangis di pelukan Nico.
Melihat istrinya itu meneteskan air mata, perasaan Nico pun mulai memanas, dia tidak bisa terima jika Malika menangis.
"Kurang ajar"
Dalam hati Nico menggerutu,
Nico pun bertekad akan memberi pelajaran pada setiap mulut mereka yang menghina Malika karena kehamilannya.
...
Nico pun berusaha membuat hati Malika tenang, dia tidak mau Malika sedih, akhirnya Nico pun mengantar Malika menuju rumah ibunya untuk menemani dia kontrol.
"Terimakasih ya co, kamu sudah mau mengerti aku, aku sangat mencintaimu"
Ucap Malika mengantar kepergian Nico menuju tempat kerja.
Nico pun tersenyum dan membalas kata cinta Malika dengan tulus.
"I love u to".
Bu Arum pun sedikit kecewa.
Malika pun masuk kedalam rumah dan langsung memeluk ibunya yang sudah menunggu dirinya datang.
"Ibu sudah siap?"
Tanya Malika pada Bu Arum untuk segera berangkat ke rumah sakit, Suci yang sudah mempersiapkan berkas pengobatan Bu Arum menyerahkannya pada Malika.
"Ini Malika, biar kamu yang pegang ya? "
Merekapun akhirnya berangkat menuju rumah sakit, dan ternyata Nico menunggu keberangkatan mereka, dan mengikuti mereka dari belakang dengan sesuatu yang sudah dia siapkan untuk Bu Arum.
"Aku tidak akan membiarkan kamu sembuh mama mertua tersayang"
Ujar Nico dalam hati yang benci pada mertuanya itu.
...
Setelah sampai di rumah sakit, Suci meminta ijin pada keduanya untuk menjemput Alana dulu ke sekolah,
Selepas dari sekolah dia akan kembali menjemput Malaika dan Bu Arum,
__ADS_1
"Tidak apa-apa kan bu? Suci hanya menjemput Alana sebentar, setelah itu langsung kesini lagi, bu Arum tenang saja, ada Malika kan disini?"
Kata Suci pamit.
Malika pun mengijinkan Suci pergi,
Malika meminta suster untuk membantunya memindahkan Bu Arum ke kursi roda.
"Saya sudah ada janji dengan dokter Rendi sus, apa beliau sudah datang?"
Tanya Malika pada suster.
Suster pun mengatakan jika dokter Rendi sudah datang, tapi Malika harus membawa nomor antriannya terlebih dahulu.
"Baiklah sus terimakasih."
Ucap Malika.
Malika dan Bu Arum menunggu di ruang tunggu Pasien, Malika pun bertanya pada sang ibu apakah dia mau sesuatu biar Malika agar ibunya tidak bosan.
Dengan menggelengkan kepala, Bu Arum mengisyaratkan jika dirinya tidak mau apa-apa , justru Bu Arum ingin berbicara sesuatu pada anaknya itu mengenai Nico.
"Kenapa ibu gelisah, apa yang ingin ibu katakan pada Malika? Ibu yang tenang ya, ibu jangan tegang, nanti tensi darah ibu naik lagi"
Bu Arum bingung harus dengan apa memberitahu Malika.
Seorang pria dan belakang memakai jaket dan menutupi wajahnya dengan masker melihat ke arah Bu Arum,
Bu Arum pun menyadari jika dirinya sedang dalam bahaya,
Namun Malika tidak menyadari itu, Malika hanya terus coba menenangkan Bu Arum yang terlihat sangat gelisah.
Saat nama Bu Arum di panggil suster untuk menandatangi sebuah dokumen kesehatan, Malika pun bangkit dan menuju meja pendaftaran.
"Sebentar ya Bu?"
Bu Arum pun kini sendirian,
Dan tiba-tiba saja seorang pria yang sedari tadi mengawasi Bu Arum perlahan mendekatinya dan menyuntikan sesuatu di lengan Bu Arum tanpa di sadari oleh orang lain, Bu Arum pun merasa kesakitan.
Sepintas Bu Arum merasa tidak asing dengan tatapan mata pria bermasker itu.
Hingga akhirnya Bu Arum pun tidak sadarkan diri dan menunjuk ke arah pria yang langsung berlalu meninggalkan ruang tunggu Pasien.
**maaf ya min 3 hari tidak up..kendala menyapih anak sangat membuat author lelah dan tidak bisa nulis..
mohon doanya ya
semoga semua juga selalu berada dalam kesehatan 🤲
__ADS_1
happy reading guys
salam pagi di hari Senin yang cerah ini**