Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Sedang ingin


__ADS_3

Malika pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Rishi yang memintanya untuk berhenti,


Rishi berjalan menuju Malika dan hendak menghampirinya.


Keringat Nico semakin bercucuran kala langkah Rishi semakin dekat pada Malika dan anaknya,


"Sial, apa harus sekarang Malika tahu semuanya? Apa yang harus aku jelaskan nanti jika sampai Rishi memberitahu Malika?"


Rishi berdiri tepat dihadapan Malika, dengan tubuhnya yang tegap, Rishi coba membuka suara,


Malika pun bertanya ada apa?


Saat itu, Nico merasa pasrah jika sampai Rishi memang mau memberitahu Malika.


Raut wajahnya pun mulai menyerah.


"Sebenarnya ini..."


Ucap Rishi memberikan ponsel Malika yang tertinggal di kursi tempat dia menunggu Nico tadi.


"Lain kali hati-hati, karena kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, terkadang kejahatan juga bisa dilakukan oleh orang terdekat kita, orang yang selalu bersama kita maka waspadalah"


Lanjut Rishi mengingatkan Malika dengan pesan agar dia waspada.


Seketika napas Nico sedikit lebih tenang saat mendengar apa yang Rishi katakan pada istrinya, ternyata Rishi tidak mengatakan kejadian di hotel malam itu, tapi mengapa? Apakah memang Rishi tidak ingin membuat Malika sedih? Atau ada alasan lain?


Tapi untuk Nico, semua itu tidak penting, yang terpenting sekarang, dirinya sudah merasa keluar dari zona merah.


Nico pun segera meminta Malika untuk masuk kedalam mobil.


"Terimakasih Rishi".


Jawab Malika berterimakasih pada Rishi dengan senyum manisnya sebelum masuk kedalam taksi.


Rishi pun membalas senyum Malika sesaat saat Malika benar benar pergi.


"Kasihan kamu Malika, maafkan aku karena aku tidak bisa memberitahu kebenaran suamimu tanpa ada bukti"


Ternyata Rishi sudah memikirkan semuanya dengan matang,


Dia tidak bisa memberitahu Malika yang sebenarnya karena dia tidak mempunyai bukti untuk semua penghianatan yang Nico lakukan.

__ADS_1


Rishi pun berniat hendak meminta rekaman cctv hotel tepat dimalam kejadian terjadi, agar Malika percaya padanya.


***


Didalam taksi, Nico masih nampak gugup dengan peluh yang membasahi keningnya, napasnya pun terdengar sangat tidak beraturan.


"Kamu kenapa co? Apa kamu baik baik saja?"


Tanya Malika membuatnya terkejut.


"Mm ya aku baik-baik saja, hanya sedikit .. mungkin lelah, sudah jangan kamu pikirkan, bagaimana dengan Zidan? Apa dia masih tidur?"


Tanya Nico coba menyembunyikan kecemasannya.


Malika pun kembali menatap wajah mungil si bayi merah Zidan, dengan tatapan yang penuh dengan kasih sayang Malika terus memuji ketampanan bayinya.


"Lihatlah co, dia terangkum walau sedang tidur, hihi lucu ya"


Ucap Malika saat melihat Zidan tersenyum dalam matanya yang terpejam.


Keduanya pun ikut tersenyum melihat pemandangan indah yang untuk pertama kalinya mereka saksikan di sepanjang hidupnya.


Kebahagiaan pun kini sedang mereka rasakan dalam hubungan rumah tangga mereka.


Lantai yang penuh dengan debu, bahkan jaring laba-laba mulai tumbuh di sekitar sudut tembok dan pintu, dan itu membuat Malika merasa tidak nyaman.


"Bagaimana ini co, aku takut nanti Zidan kenapa-napa dengan keadaan rumah yang kotor dan berantakan seperti ini?".


Nico pun meminta Malika untuk menunggunya diluar, sementara dia membereskan rumah terlebih dahulu, untunglah ada bi Marni yang meminta Malika untuk istirahat di dalam rumahnya.


"Nak Malika sudah pulang? Kenapa menunggu diluar, ayo sini duduk di rumah ibu saja dulu"


Bu Marni respect langsung mengajak Malika kedalam rumahnya untuk istirahat ketika melihat Nico yang sudah membersihkan rumahnya.


Didalam rumah tak sengaja selembar cek dari Clara yang belum sempat dia ambil terjatuh saat Nico membuka lemari pakaiannya.


"Astaga, jangan sampai Malika menemukan ini? Bisa curiga dia?"


Akhirnya Nico menyimpan cek tersebut kedalam dompetnya berdampingan dengan surat Bu Arum yang memberitahu Malika jika ayah Nico adalah pembunuh ayahnya.


Setelah dirasa semua bersih dan rapi, Nico pun menyusul Malika ke rumah bi Marni untuk memberitahu jika rumahnya sudah siap dan bersih.

__ADS_1


"Terimakasih bi Marni, bi Marni sudah sangat membantu Malika selama ini?"


Ucap Malika merasa berhutang budi pada bi Marni,


Bi Marni pun mengantar Malika sampai ke rumah, Zidan pun dibawa olehnya, karena khawatir luka Malika kembali terbuka jika melakukan hal yang berat.


***


Hari demi hari kehidupan mereka berjalan dengan semua keceriaan dan kebahagiaan diantaranya.


Nico sangat bersemangat sekali mengurus Zidan dan Malika.


Malika pun terlihat sangat bahagia sekali dengan semua perlakuan Nico yang bertanggung jawab, hingga pancaran rona kebahagiaannya membuat kecantikannya kembali terpancar setelah sekian lama.


Hingga pada suatu hari, Nico yang Melihat Malika sedang menyusui Zidan, merasa hasrat ingin bermain cinta dengannya tumbuh,


"Kenapa Malika terlihat sangat cantik dan menggoda akhir-akhir ini?"


Dengan stelan rambut pendek, Malika semakin terlihat mempesona di mata Nico, hingga akhirnya saat Malika terlelap bersama Zidan, Nico coba mendekatinya.


Perlahan Nico menyentuh wajahnya, hingga membuat Malika tersadar, Malika bertanya mengapa Nico menyentuhnya?


"Kamu terlihat sangat cantik sayang, aku ingin"


"Ini baru seminggu co, luka ku masih belum kering, sabar ya "


Jawab Malika menolak hasrat Nico untuk semua alasan yang memang dia rasakan.


Nico pun kecewa dengan penolakan Malika, dia menyadari jika belum 40 hari Malika melahirkan Zidan, lukanya juga memang belum kering, jadi tidak seharusnya dia meminta jatah sebelum 40 hari dan Malika sudah benar-benar sembuh.


Nico yang kecewa akhirnya pergi keluar untuk sekedar menikmati langit malam yang dingin.


Ponsel nya pun berdering, pesan dari Clara mengingatkan jika besok dirinya sudah harus kembali masuk kerja.


Melihat nama Clara di ponselnya, Nico pun kembali teringat akan penghianatan nya pada Malika bersama Clara.


"Apakah Malika akan tahu semuanya?"


Nico pun berniat untuk mengakhiri semuanya dengan mengembalikan cek pemberian dari Clara agar dia tidak pernah bisa memerasnya lagi.


"Nanti malam akan aku kembalikan lagi cek ini"

__ADS_1


Ucap Nico.


__ADS_2