Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
kerinduan Bu Arum


__ADS_3

Saat jantungnya dirasa berdegup tidak beraturan, Malika pun memejamkan matanya, berharap semua ini adalah mimpi, mimpi dirinya bersama dengan pria yang dia cintai.


Dan akhirnya Nico mengecup bibir Malika kala dia memejamkan mata, seketika Malika pun tidak bisa berkutik untuk melawan atau memberontak, karena kedua lengannya di tahan dengan tangan Nico.


Nico mengecup bibir Malika dengan sangat lembut, hingga Malika mulai ikut merasakan kehangatan di tubuhnya.


Meski malika.masih belum membalas kecupan Nico, namun Nico bisa merasakan jika Malika mulai terangsang akan ciumannya itu.


Masih dalam posisi berdiri dan kedua tangannya ditahan oleh tangan Nico,


Tatapan Nico pun mulai menerawang dua belahan dadanya yang sedikit terlihat karena handuk bajunya sedikit tersingkap.


Sedangkan Malika masih belum berani untuk membuka matanya,w


Dia masih memejamkan matanya sampai pada akhirnya,


Nico mengecup dada Malika. dan itu sangat membuatnya geli.


Malika tersenyum kecil dan coba melepaskan genggaman Nico padanya.


"Apa sih co? Geli tau hi"


"Kamu semakin terlihat cantik dengan rambut basah mu yang terurai sayang, sungguh aku tidak menyesal menikah denganmu, kau begitu sempurna"


Puji Nico pada sang istri.


Dan itu berhasil membuat Malika tersipu malu.


Malika pun kini memahami jika ini memanglah malam pertama mereka, sudah seharusnya dia melayani Nico sebagai suaminya, meski dia belum siap seutuhnya, namun Malik berusaha melakukan yang terbaik di malam pertamanya.


"Ayo"


Ajak Nico untuk berbaring di tempat tidur.


Malika pun tersenyum dan mengikuti arahan Nico untuk menuju tempat tidur.


Kini mereka duduk berhadapan, sebelum melakukan ritual malam pertama.

__ADS_1


"Aku ingin kita menikmati malam pertama pernikahan kita dengan penuh cinta sayang"


Ujar Nico sembari membelai rambut Malika,


Keduanya pun kini saling beradu bercumbu di atas ranjang, Malika mulai membalas ciuman Nico yang liar, Malika yang semula masih bersikap dingin, kini mulai liar membalas setiap yang di lakukan Nico.


Dan itu membuat semangat birahi Nico semakin naik.


Malika pun dibuat tak berdaya dengan semua permainan Nico di dadanya, tanpa memberi ampun, mendengar ******* sang istri, Nico semakin liar meremas dan mengecup kedua belahan dadanya,


Sampai dirasa daerah sensitifnya mulai basah,


Nico pun menghentikan sejenak permainan di dadanya dan menuju daerah inti.


Dan benar saja, daerah intim Malika sudah mulai basah dan siap untuk menjemput senjata Nico untuk dia masukan kedalamnya.


Birahi Nico yang sangat tinggi kini kembali memainkan jari jemarinya di bagian mutiara indah Malika, dan itu membuat Malika sangat tidak bisa menahan dirinya, hingga entah berapa kali, kenikmatan Malaika keluar dengan sendirinya.


Dan akhirnya keduanya pun kini beradu dalam satu wadah yang penuh dengan cinta.


Beradu napas dan peluh datu sama lain yang membuat ikatan cinta diantara mereka semakin kuat.


Meski hubungan ini untuk kali kedua mereka lakukan, namun yang sekarang Malika lebih menikmatinya, mungkin karena hubungan sekarang berada dalam ikatan yang suci, itu sebabnya, Malika lebih bisa menerima dan menikmati setiap permainannya.


Nico bahkan sampai tidak percaya jika Malika bisa bermain liar seperti sekarang, beda dengan permainannya yang dulu.


Setelah ritual malam pertama mereka selesai, Nico memuji permainan Malika yang mengasikkan.


"Kau sungguh cantik dan luar biasa sayang"


Dalam pelukan Nico, Malika membaringkan kepalanya karena lelah.


Malika hanya bisa menjawab dengan senyumnya. Yang berarti dia juga menikmati setiap permainan suaminya itu.


Kini keduanya pun terbaring kelelahan pasca ritual tersebut.


Malika bahkan tak kuasa untuk bangkit hanya untuk sekedar membersihkan diri, karena untuk kali kedua mungkin urat keperawanannya yang kembali putus mengakibatkan dia merasakan perih kala membersihkan diri.

__ADS_1


Namun meskipun begitu, Malika menikmati semuanya.


Setelah dirasa bersih, akhirnya keduanya pun terlelap setelah sedikit berbincang tentang perasaan masing-masing.


"Selamat tidur sayang, mimpi indah ya"


Pesan Nico kembali mengecup kening Malika.


Malika pun terlelap.


***


Keesokan paginya, Bu Arum yang sudah terbiasa membangunkan Malika, tidak menyadari jika saat ini Malika sudah pergi dari rumah dan hidupnya.


Dalam keterbatasan yang Bu Arum miliki, dia coba bangkit hanya untuk menuju kamar Malika dan membangunkannya.


Namun saat di depan pintu kamar, Bu Arum baru menyadari jika Malika tidak ada.


Bu Arum yang kini tidak bisa berbicara dengan jelas, hanya bisa menangis mengingat kepergian sang putri dengan pria yang dia benci.


"Malika anakku, ibu sangat merindukanmu nak"


Ucap nya dengan penuh linangan air mata.


Malika pun terbangun karena bau masakan lezat di dapur. Dia coba melihat, siapa yang memasak dan ternyata Nico sudah menyiapkan nasi goreng untuknya sarapan.


"Loh co, kenapa repot-repot kan bisa aku yang buatkan sarapan untuk kamu".


"Tidak repot, semua karena cinta dan untuk cinta".


Jawab Nico merayu Malika.


Di awal pagi yang indah, Malika sudah mendapatkan senyum dan tawa bersama suaminya itu, namun entah akan berapa lama kebahagiaan mereka tercipta.


Merekapun akhirnya sarapan pagi bersama.


Nico yang sudah siap dengan seragamnya meminta Malika untuk segera bersiap.

__ADS_1


"Oh ya sayang, apa hari ini kamu kerja? Atau ambil cuti"


Tanya sang suami pada istrinya. ,


__ADS_2