Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Donor darah


__ADS_3

Bu Ratna yang tidak mengetahui hubungan Malika dan Nico kembali terjalin,meminta Malika untuk menerima kembali cinta Nico untuknya,meski Bu Ratna tahu jika Bu Arum tidak menyetujui hubungan mereka.


Malika terdiam dan tertunduk,dia bingung,haruskan dia ceritakan semuanya pada Bu Ratna jika sebenarnya dia dan Nico sudah kembali berhubungan,malika pun ternyata memilih untuk diam,dan hanya mendengar kan semua ucapan Bu Ratna untuk menghormatinya.


Setelah Bu Ratna selesai bicara,


"Bu Ratna diakan saja yang terbaik untuk Malika dan Nico"


Ucap Malika yang terlihat baik-baik saja,Bu Ratna pun mengira jika Malika sudah benar-benar berpaling dari anaknya dengan sikap Malika yang biasa saja padanya.


Malika pun mengajak Bu Ratna untuk pergi ke kamar si bungsu,dia ingin menjenguknya,Bu Ratna pun memberitahu jika hari ini dia bisa pulang,dan mereka sedang bersiap-siap untuk pulang,


Pintu kamar pun pun terbuka,Malika sangat terkejut sekali melihat pemandangan yang ada di depan matanya,


Malika melihat Clara sedang memeluk mesra Nico dari belakang,


Clara terlihat sangat menikmati pelukannya meski Nico hanya berdiri melihat ke arah jendela luar tanpa menyadari kedatangan Malika ke kamar adiknya,


Air mata Malika mengalir dengan sendirinya kala melihat kemesraan Nico dan Clara,


Dengan telinga dan matanya sendiri,Malika mendengar ucapan cinta yang keluar dari bibir Clara untuk Nico,


"Aku sangat mencintaimu co"


Ucap Clara,


Malika tak kuasa untuk melangkahkan kakinya sehingga dia menutup kembali pintu kamar dan berjalan mundur kembali menuju kantin dengan coba menyeka air matanya yang tak kunjung berhenti mengalir.


Bu Ratna heran mengapa Malika tidak masuk kedalam dan kembali dengan langkah yang sedikit berlari sambil menahan tangisnya tanpa sepatah katapun kepadanya.


Bu Ratna pun membuka pintu kamar dan melihat Nico dan Clara di dalam kamar,Clara masih memeluk Nico,namun tidak lama kemudian Nico menepis pelukannya dengan perlahan,


"Aku tidak bisa Clara,maafkan aku,kamu tahu sendiri hati ini hanya untuk Malika"


Ucap Nico membuka pelukan Clara padanya.


Clara merasa sakit hati,dia menangis dengan penolakan Nico kepadanya,hingga membuat Nico merasa bersalah.


"Aku mohon co,hanya sampai sisa waktuku saja,aku ingin bahagia bersamamu,"


Dengan tangisannya,Clara terus memohon cinta Nico untuknya.


Bu Ratna yang melihat semua itu merasa bingung,


Clara sangat mencintai Nico,tapi Nico tidak mencintainya,Nico hanya mencintai Malika sampai kapanpun.


Namun ternyata pikiran jahat Bu Ratna pun mulai aktif pada semua keadaan yang terjadi pada anaknya.


Bu Ratna pun masuk kedalam dan membuat Clara dan Nico sangat terkejut,sehingga Clara sedikit menghindar dari Nico.

__ADS_1


Bu Ratna pura-pura tidak mengetahui semua yang terjadi,Bu Ratna menyuruh Nico membawakan kursi roda untuk adiknya agar dia tidak berjalan dahulu.


Nico pun menuruti permintaan ibunya.


Disaat Nico pergi membawa kursi roda,Bu Ratna mendekati Clara yang sedang berdiri di dekat jendela


"Semua baik-baik saja kan ?"


Tanya Bu Ratna pada Clara.


Clara bingung dengan semua pertanyaan Bu Ratna padanya,apa maksudnya,


Clara mengerutkan keningnya pertanda dia tidak mengerti dengan semuanya,dia pun bertanya


"Maksud Bu Ratna apa?"


Tanya Clara.


Bu Ratna to the poin pada Clara,dia menceritakan semua yang dia lihat dan dia dengar barusan,sehingga dia tahu jika Clara mencintai Nico.


"Jika kau memang ingin mendapat cinta Nico,maka kau harus membayar mahal untuk semua itu"


Ucap Bu Ratna membuat Clara tersenyum licik padanya.


***


Malika merasa kecewa pada Nico,dia merasa menyesal karena telah mau kembali pada Nico.


"Apa yang kau maksud cinta co,apa ini yang dinamakan cinta,kamu begitu tega kepadaku co"


Ucap Malika tak kuasa menahan air matanya.


Malika merasa mungkin ini karma dari melanggar janji pada ibunya yang telah dia ucapkan dulu pada Bu Arum untuk tidak kembali bersama Nico


"Mungkin ini karma untukku,maafkan aku Bu,aku sudah membohongimu selama ini"


Malika merasa menyesal sekali.


...


Dokter keluar dari ruang operasi,Keenan pun langsung menghampirinya dan menanyakan keadaan suci,


Keenan banyak bertanya karena khawatir.


Wajah dokter terlihat sangat lesu,ketika ingin memberikan kabar tentang suci,


"Katakan dok,bagaimana operasinya?apa adikku baik-baik saja?*


Tanya Keenan terus tak berhenti bertanya.

__ADS_1


"Mbak suci masih dalam keadaan kritis,kami membutuhkan donor darah dengan golongan A+,tapi di rumah sakit stok darah A+ sedang kosong,mohon segera hubungi sanak saudara bapak Agar menyiapkan dan sedia mendonorkan darahnya untuk mbak suci"


Mendengar semua itu,Bu Arum teringat pada Malika,dia juga bergolongan A+ sama dengan suci,dia pun mencari Malika,Karena sudah lama dia tidak kembali dari kantin.


Sedangkan Keenan bingung,harus menghubungi siapa,seluruh keluarganya berada di luar negri dan luar kota,hanya dirinya dan suci yang ada di Bandung.


"Malika bisa membantu nak Keenan,dia bergolongan sama dengan mba suci,sebentar,ibu cari dulu Malika ya"


Ucap Bu Arum pada Keenan seakan memberi sinar harapan padanya.


Malika pun tiba diantara Keenan dan Bu Arum,


Malika dibuat terkejut dengan semua yang terjadi pada suci,dia tidak berpikir lagi untuk mendonorkan darahnya untuk suci.


"Ambil saja darah saya dok,saya juga A+"


Ucap Malika pada dokter,


Dokter pun menyarankan Malika untuk segera periksakan dirinya apakah darahnya cocok dan bisa didonorkan.


Keenan tidak menyangka Malika bisa bersedia mendonorkan darahnya untuk suci,padahal mereka belum lama kenal.


Bu Arum terlihat sangat mencemaskan keadaan suci,seperti cemasnya seorang ibu pada anaknya sendiri,


Semua itu membuat Keenan merasa haru dan sedih karena sudah lama mereka tidak pernah merasakan ada yang mencemaskan nya setelah kepergian kedua orangtuanya.


Bu Arum melihat Keenan terlihat sangat sedih,Bu Arum coba Menenangkan nya dengan semua ucapannya,


"Kamu yang tenang nak Keenan,semua akan baik-baik saja,suci pasti selamat"


Keenan tak bisa menjawab semua ucapan Bu Arum,dia langsung memeluk Bu Arum dan menangis di pelukannya.


"Kalian sangat baik kepada kami,terimakasih Bu"


Ucap Keenan.


Bu Arum mengerti dengan semua kesedihan dan kegundahan Keenan saat ini,Bu Arum pun mengerti dengan semua kerinduannya akan kedua orangtuanya yang telah tiada.


Malika pun keluar dari ruang pemeriksaan,dan ternyata darah Malaika cocok untuk didonorkan untuk suci,Malika pun dengan sukarela mendonorkan darahnya untuk suci,berharap suci secepatnya bisa sembuh kembali.


Setelah selesai mendonorkan darahnya,dokter pun kembali ke ruang operasi,sedangkan Malika masih terbaring untuk menstabilkan kembali keadaannya setelah mendonorkan darahnya.


Keenan masuk ke ruangan Malika,dia mendekati Malika yang masih terbaring,Keenan menanyakan keadaannya,


"Bagaimana keadaanmu ?"


Tanya Keenan masih dengan nada juteknya


Malika pun tersenyum polos seakan tidak terjadi apa-apa padanya setelah mendonorkan darahnya.

__ADS_1


__ADS_2