
Malika menceritakan semua masalah nya kepada Sherli,karena Malika tidak sanggup jika harus menahan masalahnya sendiri,
Biasanya Tiara yang selalu ada untuk Malika,dialah yang selalu menasihati Malika kala dia sedang gundah ataupun tertimpa masalah,namun saat ini Tiara sedang kuliah di Surabaya,melanjutkan S2 nya,
Jadi pikiran Malika tertuju kepada Sherli,Malika merasa Sherli bisa menjadi sahabat baiknya,meski usianya lebih dewasa dari dirinya,
Mendengar cerita Malika,Sherli ikut sedih dan penasaran siapa orang yang telah tega dan berani memotret Malika dan pak Keenan,
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika pak Keenan sampai tahu tentang foto itu,dia pasti marah besar ka"
Ucap Malika,
"Aku tidak memikirkan bagaimana reaksi pak Keenan ka,yang lebih aku pikirkan bagaimana aku harus menjelaskan semuanya kepada Nico,sedangkan Nico berada di Jakarta,dia tidak mempercayai ku "
Malika menangis,
Tiba-tiba saja ponsel Malika berdering,
Bu Ratna memanggil nya,
"Sebentar ya ka,aku angkat dulu telon sebentar,ini mamanya Nico"
Ucap Malika pada Sherli
Malika pun berdiri dan sedikit berlalu untuk mengangkat telpon Bu Ratna,
Malika mengucap salam,begitupun Bu Ratna,
Ternyata Bu Ratna mengajak Malika untuk bertemu dengannya,
"Jika kamu ada waktu,biasakan kita bertemu sebentar,ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu?"ucap Bu Ratna
"Baiklah Bu"
Malika pun setuju dan akan menemui Bu Ratna di taman dekat rumahnya sepulang bekerja,
***
Nico dan Andre sudah stay menunggu Clara di bar yang sudah mereka janjikan,
Nico nampak terlihat sangat gagah,
Namun sayang,mood nya masih sangat marah sehingga terlihat seperti pria galak,
"Sudahlah co,kau jangan terlalu memikirkan wanita mu itu,sekarang lebih baik kita senang-senang,"
Andre mengajaknya minum,namun Nico masih menolak,Nico masih belum terbiasa melampiaskan masalahnya dengan sebotol minuman keras,dia ikut bersama Andre hanya ingin melupakan sejenak masalahnya saja,tapi tidak sengaja untuk minum minuman,
Clara pun datang,
Dengan mini dress berwarna hitam,Clara nampak terlihat sangat cantik dan anggun,
Semua mata pria nakal' memandangnya,
Clara melihat sekitar mencari keberadaan Nico,
Namun saat dia hendak masuk kedalam,tiba-tiba saja tangan seorang pria menyentuh bahu dan menggodanya,
"Hai cantik,boleh dong"
Ucap pria nakal yang tak diketahui namanya,
Tentunya Clara tidak terima dengan godaan maka pria itu,dia menepis dan menghindar dari pria nakal' itu,
Clara tidak ingin mencari keributan,sehingga dia terus berusaha untuk menghindarinya,
Namun pria itu terus mendekati dan menggoda Clara,tangan pria itu semakin nakal,dia berani menyentuh gado Clara,sehingga Clara pun berteriak minta tolong,
"Tolong"
__ADS_1
Teriak Clara,
Buk
...buk
2 pukulan mendarat di pipi pria nakal' itu,sehingga dia jatuh tersungkur,
"Nico,"
Ucap Clara,
Pria nakal itupun tidak terima dan akhirnya dia melawan Nico,
Keduanya kini saling baku hantam,
Nico yang saat itu emosinya sedang tidak stabil,dengan menghajar pria nakal' itu,emosinya seakan meluap kan,
Nico terus menghajar pria itu tanpa ampun,Nico membayangkan pria yang dia hajar adalah pria yang bersama Malika di foto,sehingga Nico tidak menyerah untuk menghajarnya,
Andre cemas melihat sahabatnya itu menghajar sesama tamu disini,dia takut Nico akan menghadapi masalah,
Mengingat pria yang dia hajar ternyata salah seorang anggota gang terkenal disana,
Andre pun langsung memisahkan Nico dan coba menghentikannya
"Sudah co,sudah,dia sudah tidak berdaya"
Ucap Andre pada Nico yang saat itu terlihat seperti orang kesetanan menghajar pria yang menggoda Clara,
Pria itu babak belur di hajar Nico tanpa ampun,hingga dia tidak bisa bangun samasekali,
"Sudah ayo kita pergi,sebelum kita terkena masalah nanti"
Andre menarik tangan Nico dan mengajak Clara untuk keluar dari bar itu sebelum anggota yang lain datang untuk menolongnya,
Mereka bertiga pun langsung bergegas pergi naik mobil Clara,
Tanya Clara,
"Dia salah satu anggota gang cobra,gang yang cukup disegani disini,dan kau berani menghajarnya co,aduh gua gak bisa bayangin jika mereka mengingat wajah mu co,semoga saja mereka tidak mengenal dan mengingat wajahmu,"
Ucap Andre sedikit cemas akan Nico,
Nico hanya terdiam,dia mengingat semua yang dia lakukan kepada pria itu,dalam bayangannya dia masih menganggap pria itu adalah Keenan,
***
Bu Ratna sudah menunggu Malika di taman yang sudah di janjikan,
Bu Ratna terlihat sangat marah kepada Malika,
"Bu,sudah lama ibu menunggu,maaf Malika ada tugas tambahan tadi"
Malika meminta maaf karena datang terlambat,
"Aku tidak bisa percaya semua ini darimu Malika"
Ucap Bu Ratna sinis pada Malika,
Malika pun Bingung,apa kesalahannya,mengapa Bu rat a bisa bicara seperti itu,
"Apa maksud ibu?"
Tanya Malika serius,
"Kau tanyakan saja pada dirimu sendiri,jika sekiranya kau memang sudah tidak mencintai anakku,kau tinggalkan saja dia,jangan kau bicara mencintainya,tapi kau bicara sudah putus kepada ibumu"
Lanjut Bu Ratna kecewa pada Malika karena telah membohongi ibu ya sendiri akan hubungannya dengan Nico,
__ADS_1
Drug..
Jantung Malika pun tiba-tiba tidak tenang dan cemas mendengar semua yang Bu ratna ceritakan,Malika masih terdiam teringat akan ibu nya,
Air mata malika kembali menetes,namun dia tidak mau Bu Ratna tahu jika dirinya menangis,
Malika dengan segera menyeka air matanya dan meminta maaf pada Bu Ratna karena telah membohonginya,
"Maafkan aku Bu,aku tidak bermaksud untuk membohongi Nico ataupun ibu,saat itu situasi kami sedang tidak baik,jadi akhirnya saya bicara pada ibu bahwa aku dan Nico sudah putus hubungan,Malika minta maaf Bu,"
Ucap Malika sedih,dan memohon maaf pada Bu Ratna karena telah merahasiakan masalah ini,
Bu Ratna memang melihat kejujuran di mata Malika,
Sehingga dia tidak bisa memarahinya dengan masalah ini,
"Sudahlah tidak apa-apa,terkadang kita memang harus berbohong untuk menyelamatkan seseorang,
Tapi ibu menemui mu bukan untuk membahas Masalah ini nak,ibu hanya ingin menanyakan tentang kebenaran ini"
Bu Ratna memperlihatkan foto yang Nico kirim padanya,
Foto Malika dan Keenan,
Malika pun terkejut dan kembali bersedih,
"Malika juga tidak tahu Bu,darimana Nico bisa mendapat foto itu,"
Malika menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada nya dan keenan di foto itu,
Malika menjelaskan bahwa saat itu kakinya sedang sakit,lift kantor juga sedang dalam perbaikan,diapun harus naik tangga darurat dan hampir jatuh,dan pak Keenan menolongnya,dia juga memangku Malika sampai lantai 1 dan coba mengobati kakinya yang ter gilir, dan akhirnya kaki Malika sembuh,
"Tapi entah siapa yang telah mengambil foto kami sehingga Nico sampai marah dan menganggap ku telah mengkhianatinya,Malika tidak ada hubungan apa-apa dengan pak Keenan,dia atasan Malika Bu,ibu percaya kan pada ku?"
Tanya Malika pada Bu Ratna,
Alasan Malika memang masuk akal dipikir Bu Ratna,
"Jika memang itu yang sebenarnya terjadi,maka ibu akan coba jelaskan pada Nico,mungkin dia cemburu melihat foto kamu bersama pria lain,kau tahu sendiri begitu besar cinta Nico untuk kamu,tanpa ibu jelaskan kau pun mengerti "
Jawab Bu Ratna sedikit bijak tidak memihak saah satu diantara Nico dan Malika,sebaliknya,Bu Ratna akan berusaha untuk meredam pertengkaran salah paham mereka ,
Dirasa cukup,akhirnya Bu Ratna pergi,
"Baiklah kalau begitu,kau jaga diri baik-baik ya,jaga hati kami untuk anak ibu,oke"
Ucap Bu Ratna sebelum berlalu pulang,
...
Malika memang cukup beruntung jika sampai mempunyai mertua seperti Bu Ratna,karena dia tipe ibu yang baik dan penyayang,
Malika pun pulang ke rumah,
"Kenapa rumah tampak sepi ya?"
Tanya Malika melihat kondisi rumahnya sepi,dia mengira karyawan konveksi ibunya sedang libur,tapi ini hari mereka bekerja,kemana mereka,
Malika pun masuk kedalam rumah dan tiba tiba saja
Plak
Satu tamparan keras mendarat di pipi Malika hingga memerah,
salam reading semua,
hello saya author maheer qirani mengucapkan terimakasih kepada semua reader yang telah setia membaca setiap bab nya,
semoga bisa menghibur dan bermanfaat bagi semua,
__ADS_1
jangan lupa vote,like dan koment nya ya geng,klik juga beberapa iklan untuk mendukung author kalian terimakasih ,🙏🏻