Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Jebakan yang gagal


__ADS_3

Nico pun akhirnya ikut bersama Andre kedalam.


Ditengah hatinya yang sedang patah, Andre yang kini larut dalam pengaruh alkohol terus memanggil nama wanita yang meninggalkannya.


"Mira..."


"Jangan pergi dariku Mira"


Andre sedang patah hati karena Mira mengkhianatinya, Nico pun tidak tega membiarkan Andre dalam keadaan seperti ini.


"Bagaimana ini, Malika pasti sedang menungguku, tapi Andre, astaga apa yang harus aku lakukan?"


Nico pun berusaha menyadarkan Andre dari pengaruh minuman keras yang diminumnya, namun semua percuma Andre sudah sangat tidak sadarkan diri hingga Nico pun coba memanggil keamanan setempat untuk membantunya membawa Andre ke mobilnya.


"Maaf pak, bisa bantu saya bawa teman saya ke mobil?"


Tanya Nico pada keamanan di cafe itu.


Andre akhirnya masuk kedalam mobil dalam keadaan mabuk berat, Nico tidak tahu harus bawa Andre kemana?


"Haruskan aku bawa saja dia ke klinik? Aku sangat mencemaskan Malika"


Pikir Nico untuk membawa Andre ke klinik terlebih dahulu.


Nico pun menuju klinik dimana Malika di rawat,


"Ini sudah pukul 9 malam, Malika pasti sangat kecewa padaku, mana handphone ku mati lagi, sial"


Nico terus mengumpat marah dan kesal akan keadaannya saat ini.


Nico pun tiba di klinik, saat dia masuk seorang suster bertanya padanya hendak menemui siapa? Karena disini sudah tidak ada pasien yang dirawat?

__ADS_1


Sontak Nico sangat terkejut mendengar penjelasan suster,


"Maksud suster apa? Istri saya sedang dirawat disini? Saya ingin menemuinya?"


Jawab Nico bersikeras pada suster.


"Semua pasien yang dirawat disini sudah diijinkan pulang pak, jadi sudah tidak ada pasien yang dirawat"


Lanjut suster menjelaskan dengan cukup sopan pada Nico.


"Jadi maksud suster, istri saya Malika sudah pulang? Kapan? Dan dengan siapa?"


Suster pun menjelaskan jika Bu Malika sudah diijinkan pulang sedari sore, dia terlihat sedang menunggu seseorang menjemputnya, namun tidak kunjung datang, akhirnya Bu Malika diantar pulang oleh nek Rima dan anaknya.


"Apa maksud suster, pria yang menyelamatkannya kemarin, sial, Malika kenapa kamu tidak menghubungiku"


Dalam hati Nico merasa kesal karena cemburu Malika diantar pulang oleh Rishi.


Nico melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi agar segera sampai di rumah.


***


Didalam rumah, Malika yang sudah sedari tadi menunggu Nico pulang sudah merasa lelah, semua makanan yang senagaja dia masak untuk memberi kejutan untuk suaminya sudah mulai dingin.


Malika juga sengaja belum sempat makan karena ingin menunggu suaminya untuk makan bersama, Malika pun kini kembali merasa pusing dan mual,


Dia pun tertidur di kursi ruang tengah karena menunggu Nico.


Setiba di rumah, Nico langsung membuka pintu sambil menggandeng tubuh Andre yang tidak sadar.


Saat Nico membuka pintu, dia sangat terkejut, karena malika.twrtisur di kursi.

__ADS_1


"Astaga, pasti dia tertidur karena menungguku pulang"


Nico pun melihat jam di dinding menunjukan pukul 10 malam, Nico begitu panik kala melihat wajah Malika yang pucat dan sedikit demam.


"Malika, sayang bangunlah, bangun "


Nico coba membangunkan Malika, namun tak kunjung sadar, Nico pun membawa Malika kedalam kamar dan membaringkannya di antar tempat tidur, Nico terus mengusap lengan Malika dan membangunkannya.


"Bangunlah sayang, bangun, aku sudah pulang, maafkan aku, bangunlah aku mohon "


Nico sangat panik karena Malika tak kunjung bangun.


Nico pun mengusapkan minyak angin agar Malika menghirup baunya, perlahan Malika pun membuka matanya dengan sangat berat.


"Kau sudah pulang mas?"


Sebuah pertanyaan Malika yang membuatnya merasa bersalah.


Nico meminta maaf pada Malika karena pulang larut malam tanpa mengabarinya terlebih dahulu. Malikapun bicara pada Nico jika dirinya sangat pusing, dengan segera Nico menyuapi makan Malika dan memaksanya untuk minum obat.


Malika terlihat sangat lemas dengan wajahnya yang sayup.


Malika bertanya kenapa dia sangat sulit untuk dihubungi saat dirinya hendak pulang? Hingga akhirnya Malika terpaksa pulang dengan nek Rima karena dia tidak tahu jalan pulang.


"Ya maafkan aku sayang, tadi ada pekerjaan mendadak yang mengharuskan aku kerja lembur dengan yang lain, ponselku juga mati, sekali lagi maafkan aku ya"


Nico memeluk erat Malika berharap dia mau memaafkannya.


Pemandangan pertengkaran yang sudah Andre bayangkan akan Nico dan Malika kini justru mereka semakin romantis dengan semua kejujuran mereka satu sama lain, ya sebenarnya Andre hanya suruhan Clara untuk mengerjai Nico agar pulang lebih malam dan menciptakan huru hara diantara keduanya.


Karena Clara tahu jika Malika sore itu sudah bisa pulang dari klinik, itu sebabnya Nico mendadak harus kerja lembur agar dia tidak bisa menjemput Malika.

__ADS_1


Andre pun yang sekarang sedang berada di rumah Nico memberitahu Clara akan semuanya, Andre merekam semua kebersamaan mereka yang berhasil membuat Clara sangat marah.


__ADS_2