Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Pelaku penabrak lari


__ADS_3

Sebenarnya Arkana sudah tahu sendiri siapa pelaku sebenarnya yang telah menabrak Malika,namun dia ingin Keenan sendiri yang mencari tahu siapa penabrak tersebut,karena jika dia memberitahukan bahwa Lidya lah penabrak sebenarnya,maka Keenan pasti tidak akan mempercayainya.


Sebab Arkana tahu sejahat nya Lidya,pasti dia tidak akan sampai nekad melakukan hal kriminal seperti itu,dan Keenan pasti tidak akan mempercayainya.


"Baiklah kalau begitu,kirim semua data pemilik sedan putih itu,biar aku sendiri yang mencaritahu siapa pemiliknya"


Ucap Keenan pada Arkana.


Mendengar semua itu,Lidya pun segera pergi dari rumah Arkana,dia sangat takut jika Keenan sampai mengetahui bahwa dialah yang telah menabrak Malika hingga hilang ingatan.


Keenan coba menghubungi bagian petugas yang mengurus pencatatan kepemilikan kendaraan.


"Mohon maaf pak,ini dengan Keenan putra Mahardika yang bicara,saya ingin informasi siapa pemilik mobil sedan dengan plat nomor yang sudah saya kirim pada bapak"


Arkana melihat Lidya ada diluar rumahnya,sosok wanita jahat yang telah memisahkan Keenan dan Kartika kala itu,


Ya Arkana tahu betul jika sebenarnya Kartika tidak pernah menghianati Keenan dulu,namun dia tidak kuasa memberitahu kebenarannya karena dia iba dengan kesedihan Lidya yang sangat mencintai Keenan.


Arkana mengetahui jika Lidya sangat mencintai Keenan,dia rela melakukan apa saja demi mendapatkan cintanya,tapi dia tidak bisa percaya jika kali ini Lidya mampu melakukan hal kriminal kepada perempuan yang dekat dengan sahabatnya,


Itu sebabnya kali ini dia ingin Keenan sendiri yang mengetahui seburuk apa Lidya dalam mengejar cintanya.


"Oh ya bagaimana keadaan korban tabrak lari itu?siapa namanya,Malika"


"Sangat menghawatirkan,dia hilang ingatan karena benturan di kepalanya yang sangat keras,tulang kepalanya juga retak,akan cukup lama untuk dia pilih kembali"


Dalam hati Arkana ikut menyesali semua yang terjadi pada Malika sebab Lidya,dia tidak menyangka Lidya bisa senekat itu pada Malika yang tidak berdosa.


"Semoga saja dia bisa secepatnya pulih"


Seseorang kembali menghubungi Keenan.


"Selamat sore pak,saya mau memberitahukan jika plat nomor yang anda tanyakan di miliki atas nama Lidya Anastasya"


Seketika Keenan terpaku mendengar jika pemilik sedan yang telah menabrak Malika adalah Lidya.


Keenan berterimakasih atas informasi yang telah diberikan kepadanya.


"Arkana,kau pasti tidak percaya dengan semua ini,Lidya,aa itu artinya dia yang telah menabrak Malika"


Ucap Keenan pada Arkana.


Arkana pun mengajak Keenan dan ajudan yang lain untuk menangkap Lidya dengan semua bukti yang ada.


"Keterlaluan kau Lidya,aku tidak akan mengampuni mu"


Keenan sangat marah sekali pada Lidya.


Arkana coba Menenangkan Keenan dengan semua nasihatnya.

__ADS_1


"Sudah cukup,kau tenanglah,yang terpenting sekarang kita sudah tahu siapa pelakunya,dan sekarang kita akan menangkap Lidya."


"Tapi dia sudah melebihi batasannya,bagaimana kalau Malika sampai tiada,astaga aku tidak bisa membayangkan itu semua"


Keenan dan Arkana pun segera berangkat menuju apartemen Lidya untuk menangkapnya.


Namun ternyata Lidya tidak ada di tempat,Keenan coba menghubunginya namun tidak tersambung.


***


Di rumah sakit,Nico akhirnya sadar,dia terus menyebut nama Malika.


Clara tidak suka melihatnya,raut wajahnya pun sangat sinis melihat Nico yang terus mengigau memanggil nama Malika.


"Apa sih istimewanya gadis itu,cantik juga lebih cantikan aku,lebih seksi aku,apa yang dia buat hingga Nico tidak bisa melupakannya"


Tanya hati Clara kesal.


Andre coba menyadarkan Nico,


"Bangun co,bangun"


Panggil Andre pada Nico,akhirnya membuat Nico tersadar dan bertanya apa yang terjadi pada dirinya.


"Dimana aku,kenapa.akunada disini?"


Tanya Nico yang masih lemas.


Nico hanya diam kembali memikirkan Malika.


"Aku tidak bisa membayangkan jika Malika sampai menikah dengan Keenan seperti di mimpi tadi,untuk apa aku hidup jika wanita yang aku cintai menjadi milik orang lain"


Dalam hati Nico terus bertanya.


Nico tidak menyadari jika Clara ada di hadapannya sedari tadi,Nico tidak menghiraukan keberadaan Clara yang menunggunya.


Merasa di acuhkan,dengan kesal Clara pun pergi dari ruangan Nico.andre pun bertanya padanya ada masalah apa dengan Clara,mengapa dia terlihat sangat kesal kepadanya.


"Biarlah,aku sudah jengah dengan semua tingkah nya,aku ingin pergi,aku ingin kembali pulang,bisakah kau membantuku"


Tanya Nico pada Andre meminta bantuannya.


Nico pun membisikan rencananya pada Andre.


...


Di rumah,Malika nampak masih terlihat bingung,dia merasa asing saat masuk kedalam rumahnya sendiri.


"Ini kamarmu nak"

__ADS_1


Ucap Bu Arum membawanya ke kamar Malika.


Malika pun masuk,dia juga tidak kenal dengan kamar tidurnya.


"Ini kamarku Bu?"


Bu Arum pun memperlihatkan foto kebersamaan mereka,foto kecil Malika dan foto lain yang berkaitan dengan Malika.


Malika tersenyum saat dirinya melihat foto pertumbuhan dirinya dalam asuhan Bu Arum,


"Aku terlihat sangat lucu waktu kecil,ya kan Bu?"


Kemudian malika pun melihat foto seorang pria berkacamata di album itu,Malika bertanya siapa pria yang sedang bersama ibunya.


Bu Arum menjawab jika pria itu adalah ayahnya.


"Ayah,apakah ini ayahku,lalu dimana sekarang,mengapa dia tidak menjengukku?"


Tanya Malika tentang ayahnya itu.


Bu Arum tertunduk sedih,dia tidak menyangka jika Malika akan bertanya seperti itu,luka lamanya pun kembali terbuka,luka lama yang selama ini dia coba kubur akan kehilangan sosok suami yang dia cintai,


Bu Arum teringat akan kejahatan Gunawan ayahnya Nico yang telah menghabisi suaminya.


Kebenciannya pada Nico pun mulai tumbuh kembali setelah dia teringat akan suaminya.


Pertanyaan Malika pun coba Bu Arum jawab dengan tenang.


"Ayah kamu sudah lama meninggal nak,"


Mendengar ibunya mengatakan hal yang buruk membuat Malika menjadi sedih dan merasa bersalah karena telah bertanya seperti itu pada ibunya.


"Maafkan Malika Bu,Malika sungguh tidak ingat apapun"


Malika langsung memeluk ibunya yang terlihat sangat sedih.


"Tidak apa-apa nak,sudah lama juga kita tidak pergi ke makam ayahmu,besok atau setelah kau sehat nanti kita ziarah ke makam ayah kamu ya"


Bu Arum kembali tegar dengan mengajak Malika pergi ke makam ayahnya jika dia sudah sembuh.


Malikapun sedikit tersenyum.


***


Andre memanggil Clara,dia coba menjelaskan kondisi Nico yang dokter katakan padanya.


Dokter mengatakan jika Nico mengalami guncangan jiwa yang hebat sehingga dia terus mengigau memanggil nama orang terdekatnya.


Clara pun bertanya,lantas apa yang harus dia lakukan agar Nico bisa kembali sehat seperti semula.

__ADS_1


Dokter pun menyarankan agar semua keinginan Nico terpenuhi,entah itu mau pergi kemana,bertemu siapa,atau apapun itu.


Mendengar kabar itu,Clara pun terdiam,entah apa yang dia pikirkan saat itu,Clara hanya diam dan melihat ke arah Nico yang terbaring dengan terus memanggil nama Malika.


__ADS_2