
Clara tiba di terminal bus,pandangannya terus mencari sosok Nico,
Clara bertanya kepada petugas terminal apa bus yang menuju Bandung sudah berangkat,
Si petugas pun menunjukan bus menuju Bandung pada Clara,
Dengan segera Clara langsung menuju bus yang ditujukan petugas,
Dan benar saja,Nico sudah ada di dalam bus,
Clara masuk dan memanggil Nico,
"Nico "
Panggil Clara,
Nico sangat terkejut dengan kedatangan Clara yang tiba-tiba menyusulnya sampai bus,
"Clara"
Clara berjalan menuju Nico duduk,
Namun saat dia hendak sampai pada iNico,Clara tiba-tiba saja jatuh pingsan,
Dan semua itu membuat Nico panik,
"Astaga clara"
Dalam kepanikannya Nico tidak bisa berpikir jernih,dia langsung mengangkat Clara dan keluar dari bus,
Semua orang disana berusaha membantu Nico menyadarkan Clara,
"Kasih minyak angin istrinya mas"
Ucap salah satu penumpang bus,
"Apa-apaan ini,kenapa dia menyebut Clara istriku"
Ucap Nico dalam hatinya,
Nico pun memberi Clara minyak angin,namun masih belum sadarkan diri,
Kemudian Nico pun membawa Clara ke rumah sakit,
"Tolong dok,dia jatuh pingsan,entah apa yang terjadi padanya"
Nico menggendong tubuh Clara dengan hati-hati,
Dokter pun segera memeriksa Clara,
Nico pun menunggu di ruang tunggu pasien,
Apa sebenarnya ini,mengapa Clara tiba-tiba datang menyusuiku,batin Nico berdebat,dia kecewa karena dia tidak bisa pulang ke Bandung,tapi dia juga tidak bisa meninggalkan Clara sendirian,
Batinnya semakin panas memikirkan itu semua,
Nico kembali menghubungi Malika,namun masih belum bisa terhubung,
***
Malika menghadiri meeting bersama pak Zainal,semua berjalan dengan lancar,Malika juga mengucapkan permintaan maaf karena Keenan tidak bisa menghadiri meeting karena ada urusan urgen,
Pak Zainal menyukai kinerja Malika,
"Beruntung pak Keenan bisa mendapatkan istri secerdas dirimu"
Ucap pak Zainal pada Malika membuatnya terkejut,dan tak bisa berucap,
__ADS_1
"Kalau begitu kami pamit nak Malika,salam buat Keenan"
Pak Zainal dan staf lain pun pergi,
Malika hanya tersenyum kecil mendengar semua ucapan pak Zainal yang mengira dirinya adalah istri Keenan,
Malika pun kembali pada pekerjaannya menyelesaikan beberapa proposal untuk proyeknya bersama pak Keenan,
Lidya yang mendengar semua pujian pak Zainal pada Malika menambah rasa iri dihatinya,
"Apa sih kelebihan gadis itu"
Ucap Lidya dengan amarahnya,
...
Di rumah suci masih belum sadarkan diri,Keenan coba menghubungi dokter keluarganya,
Bu Arum terus mendampingi suci dan Alana,
"Maafkan saya Bu Arum,karena saya telah merepotkan mu".
Ucap Keenan pada Bu Arum merasa tidak enak karena telah merepotkan nya
Bu Arum pun menepis ucapan terimakasih Keenan padanya,
Bu Arum merasa sudah sepantasnya dia menolong suci,karena mereka satu rukun tetangga,ditambah Keenan adalah atasan anaknya,
"Jadi sudah seharusnya saya menolong suci nak Keenan,kau tidak usah merasa sungkan jika perlu pertolongan apapun"
Jawab Bu Arum,
Dokter Juni pun datang,dia langsung memeriksa suci yang sudah terbaring
Dokter menanyakan apakah kejadian ini sudah sering terjadi,
Dokter juli pun menyarankan pada Keenan untuk melakukan USG pada suci,atau X-ray guna lebih jelas mengetahui penyakit apa yang suci rasakan saat ini,
Melihat darahnya normal dan tidak pernah ada keluhan sakit atau pusing,
Keenan pun sedikit cemas dengan semua saran dari dokter Juli,
"Baiklah dok,saya akan melakukan semua yang dokter sarankan untuk suci,"
Ucap Keenan,
Dokter Juli pun memberi resep obat untuk di beli Keenan,
"Terimakasih dok,biar saya hantar sampai depan "
Keenan mengantar dokter Juli sampai depan pintu rumah,
"Oma,mama kenapa belum bangun?"
Tanya Alana memanggil Bu Arum Oma,
Bu Arum pun tersenyum mendengar semua ucapannya,
"Anak manis,kita doakan ibu yuk,semoga ibu bisa cepat sadar"
Jawab Bu Arum mencium kening Alana yang manis,
***
Dokter yang menangani Clara akhirnya keluar dan memanggil Nico,
Dokter itu terlihat sangat serius saat Nico masuk ke ruangannya,
__ADS_1
"Apa anda suami dari Clara?"
Tanya dokter
Nico pun mengangguk pertanda ia,
Nico terpaksa berbohong untuk ini,meski dia tidak mau,
Dokter menghela nafas nya dalam,
"Sebenarnya ini mungkin kabar buruk untuk anda,ternyata selama ini istri anda mengidap kanker darah stadium 4,harapan hidupnya pun hanya 1%,"
Ucap dokter membuat Nico terkejut,
Nico merasa iba dengan nasib Clara yang mengidap kanker darah stadium 4 yang bahkan dokter mengatakan bahwa hidupnya hanya 1%,
Dia tidak menyangka seorang Clara yang terlihat ceria dan baik-baik saja ternyata mengidap penyakit yang membahayakan,
"Saya sarankan,anda tidak boleh meninggalkan istri anda walau hanya sebentar,terus temani dia kemanapun dia pergi"
Lanjut dokter,
Nico hanya terdiam mendengar semua penjelasan dokter,
Nico dibuat lupa akan tekadnya menemui Malika dengan kabar dan kejadian yang menimpa Clara,
Nico yang semula bersemangat untuk pulang sampai-sampai dia kabur dari mes nya,kini hanya diam terpaku memikirkan keadaan Clara,
"Kasihan sekali Clara"
Kemudian Nico pun pergi ke kamar Clara yang sudah bisa di besuk,
Nico masuk ke kamar Clara,disana Clara nampak berbaring lemas dengan infus di tangannya,
Nico mendekati Clara,
Clara pun terbangun,dia membuka matanya perlahan,
"Clara kau sudah sadar"
Ucap Nico melihat Clara yang sedang membuka matanya,
Clara pun merasa bingung,kenapa dia bisa berada di rumah sakit,apa yang terjadi padanya,Clara terus bertanya pada Nico,apa yang sudah terjadi padanya,namun Nico hanya menjawab semua baik-baik saja,hanya saja kamu tadi pusing dan jatuh pingsan,ucap Nico menjelaskan semua pada Clara,,
Saat Nico duduk di samping Clara di atas ranjang pasien,tiba-tiba saja Clara memeluknya seraya berkata,
"Jangan tinggalkan aku walau hanya sesaat co"
Ucap Clara pada Nico dengan terus terang, ,
Nico tidak mengerti apa yang Clara maksud kepadanya,
"Baik Clara,aku tidak jadi pulang ke Bandung,sekarang kau istirahatlah"
Nico coba melepaskan pelukan Clara padanya,
Namun Clara seakan tidak ingin melepaskan pelukannya,
Dengan terpaksa Nico membiarkan Clara memeluknya sampai dia sendiri yang melepaskan pelukannya,
Clara belum berani mengungkapkan isi hatinya saat ini,dia ingin menjalani hari-hari bersama Nico saja saat ini,dan itu sudah cukup untuknya
Clara pun akhirnya melepaskan pelukannya seraya meminta maaf karena sudah merepotkan nya dalam hal apapun,
Clara juga meminta maaf karena sudah menggagalkan niatnya untuk pulang ke Bandung,
meski Nico sangat kecewa karena tidak jadi pulang,dia berusaha bersikap tenang dan baik-baik saja di hadapan Clara
__ADS_1