Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Bu Ratna menjenguk


__ADS_3

Nico tersadar,dengan segera saat Clara menutup mata menikmati sentuhan tangan Nico di dadanya,Nico pun langsung meraih selimut di kasur Clara dan langsung menutupi tubuh Clara dengan selimutnya.


"Sial"


Ujar Clara dalam hati kesal saat Nico menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Semoga luka panas di dada mu tidak terlalu parah"


Ucap Nico mengakhiri tiupannya pada dada Clara.


Clara hanya terdiam tak menjawab semua ucapan Nico.


Clara pun segera bangkit dan mengambil baju gantinya,


"Sekali lagi maafkan aku"


Ucap Nico kembali meminta maaf pada Clara karena merasa bersalah.


"Ya sudahlah lebih baik sekarang kamu mandi,kita akan segera berangkat kerja"


Jawab Clara sedikit ketus karena kecewa akan sikap Nico yang tidak peka akan keinginannya.


Padahal Clara sudah membayangkan betapa indahnya jika dia bisa bersatu dengan Nico di awal pagi yang cerah ini.


...


Di tempat lain,Bu Ratna yang masih peduli dengan Malika berniat untuk menjenguk Malika di rumah sakit,Bu Ratna mencemaskan keadaan kekasih anaknya itu.


Dengan membawa sepaket buah untuk Malika,Bu Ratna pun datang menuju rumah sakit dan menanyakan kamar pasien yang bernama Malika,merekapun memberitahu Bu Ratna kamar Malika di rawat.


Bu Ratna berjalan menyusuri setiap lorong menuju kamar Malika,Bu Ratna pun merasa bahagia saat menemui kamar Malika,


"Malika,kamu pasti senang karena ibu bawakan buah mangga kesukaan kamu"


Ucap Bu Ratna kala tiba di pintu kamar Malika.


Saat hendak masuk kedalam kamar,Bu Ratna melihat Malika bersama seorang pria di dalam kamar,pria itu terlihat menggenggam tangan Malika dengan sangat serius,Malika pun nampak tersenyum pada pria yang bersamanya.


Bu Ratna bertanya-tanya siapa pria berjas yang bersama Malika,beraninya dia memegang tangan kekasih anaknya itu,pikir Bu Ratna saat hendak masuk kedalam kamar dengan perasaan yang kesal,


Saat Bu Ratna memegang gagang pintu kamar Malika,tiba-tiba saja seseorang menarik tangannya agar tidak masuk kedalam kamar.


"Kau,kenapa kamu menarik tanganku?"


Tanya Bu Ratna pada seseorang yang telah menarik tangannya yaitu Bu Arum.


"Itu hak ku,Malika anakku,aku minta kamu dan anakmu tidak lagi menemui Malika dan menganggu hidupnya"


Jawab Bu Arum membuat Bu Ratna terkejut dan bingung,apa salahnya dan mengapa dia melarangnya untuk menemui Malika.


"Malika memang anakmu,tapi apa salahnya jika aku hendak menjenguknya,niatku baik "

__ADS_1


Jawab Bu Ratna coba membela dirinya.


"Tapi kali ini saya tidak ingin anda dan anak anda kembali di hidup anak saya,karena Malika akan segera menikah dengan tunangannya,Jadi saya mohon pergilah"


Lanjut Bu Arum coba mengusir Bu Ratna secara halus,


Bu Ratna yang terkejut dengan semua penjelasan Bu Arum tentang Malika akhirnya mengalah.


Meski Bu Ratna tidak percaya dengan semua ucapan bu Ratna yang mengatakan jika Malika akan segera menikah.


Bu Ratna kembali pulang dengan rasa kecewa,dia bingung harus berkata apa pada Nico jika dia menanyakan keadaan Malika.


"Nico kenapa juga sangat sulit di hubungi dari kemarin?kenapa dia belum menanyakan kabar Malika?"


Tanya hati Bu Ratna mengenai Nico.


***


Nico pun sudah siap berangkat kerja,


Clara begitu terpukau melihat ketampanan Nico yang cool,hidungnya yang mancung dan matanya yang tajam sungguh sangat Clara sukai.


"Co ..aku mencintaimu"


Ucap Clara memeluknya dari belakang,


"Kau sangat tampan sekali hari ini,aku sangat menyukainya"


Dan benar saja,Nico tidak merespon semua pujian Clara,Nico melepaskan pelukannya perlahan dan mengajaknya untuk segera berangkat.


"Aku tidak jadi berangkat kerja,kau pergilah sendiri bawa mobilku"


Clara menyerahkan kunci mobilnya pada Nico,dia merasa sedih karena Nico masih sama,dia tidak merespon perhatian nya.


Nico pun mengerti mengapa clara bersikap seperti itu,


Nico pun meminta maaf jika memang dirinya bersalah,Nico pun meminta Clara untuk mengerti bahwa dihatinya hanya ada Malika,dia tidak bisa mencintai perempuan lain selain Malika.


"Tapi aku rela kamu jadikan yang ke 2 co,aku mohon,aku sangat mencintaimu,umurku tidak akan lama lagi,mungkin sekarang atau esok kau tidak akan pernah lagi mendengarkan kata cinta dariku"


Ucap Clara seolah mengingatkan Nico pada penyakitnya,hingga Nico pun semakin bersalah dan merasa bertanggung jawab atas Clara yang hidup sebatang kara.


"SST kami tidak boleh bicara seperti itu"


Nico menghentikan ucapan Clara dengan jarinya menyentuh bibir Clara.


"Aku tidak ingin lagi mendengar kamu bicara seperti itu,yakinlah aku tahu kau pasti akan sembuh,aku yakin,dan aku ada bersama kamu"


Jawab Nico pada Clara membuatnya terharu,Clara pun langsung memeluk Nico erat,dia sangat bahagia karena kali ini dia benar-benar berada dalam pelukannya.


Nico pun nampak membalas pelukannya dengan membelai rambut Clara dengan lembut.

__ADS_1


Perasaan Clara pun semakin nyaman dan yakin jika Nico ditakdirkan hanya untuknya.


...


Malika dan Keenan nampak terlihat serius,saat Malika menanyakan semua tentangnya,dia sekolah dimana,siapa saja sahabatnya,sudah berapa lama mereka pacaran,semua dia tanyakan pada Keenan.


Keenan yang tidak bisa menjawab semua pertanyaan Malika,hanya mampu berucap


"Kau masih baru saja sadarkan diri,secara perlahan nanti akan aku ingatkan semua memori tentang kamu ,lebih baik sekarang kamu makan bubur ini lalu makan obat kemudian istirahat,oke"


Ucap Keenan,membuat Malika tersenyum.


"Kenapa kau tersenyum"


Tanya Keenan penasaran.


"Kau lucu,kau begitu cerewet ya,apa memang kamu seperti ini padaku,hihi"


Jawab Malika dengan senyumnya yang manis,menertawakan perhatian Keenan yang berlebihan padanya.


Keenan pun ikut tersenyum melihat tawa kecil Malika,


"Kau sangat terlihat cantik kala sedang tersenyum"


Keenan memuji kecantikan Malika dalam hatinya.


Meski sedikit merasa bersalah karena telah membohongi Malika tentang hubungannya,namun Keenan sangat menyukai momen ini,


Dimana dia bisa dengan dekat menatap wajah Malika,menyuapinya dan bahkan menggenggam tangannya.


Keenan menyuapi Malika makan,Malika terus memperhatikan Keenan .


"Kau tampan sekali Keenan"


Tiba-tiba saja Malika memegang tangan Keenan dan memuji ketampanannya.


Keenan pun dibuat terbuai dengan semua yang Malika katakan padanya.


"Aku yakin,pasti diluar sana banyak sekali perempuan yang mengincar mu,ya kan?"


Lanjut Malika kembali membuat perasaan Keenan tidak menentu.


Keenan berusaha tenang dengan mengaduk-aduk bubur yang sedang dia suapi pada Malika.agar Malika tidak mencurigainya jika saat ini dia sedang membohonginya.


"Tidak juga,justru tidak ada satupun wanita yang mau dekat denganku selain dirimu"


Jawab Keenan coba menggoda Malika,hingga akhirnya keduanya pun saling tertawa dan bercanda,sungguh pandangan yang sangat membuat hati Bu Arum tenang melihatnya.


"Aku memang tidak salah,Keenan lah yang pantas untuk Malika"


Ucap Bu Arum kala melihat kedekatan Malika dan Keenan.

__ADS_1


__ADS_2