Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Terkunci di toilet


__ADS_3

Nico pun berempati padanya,namun apa yang harus Nico lakukan,dia hanya memberikan selembar tissue untuk mengeringkan air mata Liora,


"Dan dari sejak itu,perasaanku hancur,kepercayaan dan keyakinan ku kepada cinta hilang seketika,dan semua itu merubahku menjadi seorang wanita yang nakal,semua penghianatan Kevin kepadaku membuat aku menjadi wanita tidak waras,hingga depresi berat,


Dan saat ini,Akupun masih dalam pengobatan dokter,itu sebabnya setiap aku bertemu seorang pria,jika penyakit ku kambuh,aku selalu menganggap mereka sebagai Kevin,"


Dan saat itu juga Nico baru tahu,mengapa saat itu Liora memanggilnya Kevin,


Dia pun percaya bahwa Liora memang sedang sakit,jiwanya tidak stabil,Nico pun belajar untuk memahami Liora dan memaafkannya,


"Sebenarnya,aku tidak ingin tahu tentang semua yang terjadi kepadamu,tapi yang lebih penting sekarang,saya ingin melupakan semua yang sudah terjadi diantar kita,saya tidak ingin mbak mengungkit kembali bahkan mengingatkan saya akan kejadian itu"


Pinta Nico pada Liora,


Liora pun paham,dan ternyata Liora berhasil mendapat empati dari Nico,


***


Dilain tempat,Malika yang masih terpikirkan akan ulah Lidya yang coba merusak citranya dengan memposting foto dirinya merasa kesal,


Sebagai wanita biasa,Malika pun berhak marah jika nama baiknya terusik oleh berita yang tidak benar padanya,


"Aku tidak tahu harus melawan Lidya atau ku.niarkan saja,takutnya semakin aku melawan Lidya,yang ada Lidya akan semakin membenciku,tapi jika aku biarkan dia,Lidya akan semakin semena-mena kepadaku,"


Malika pun pergi ke toilet untuk membasuh mukanya,berharap hatinya yang mulai panas,akan mereda,


"Andai kamu ada disini co,aku ingin sekali meminta saran mu untuk masalah ku ini "


Lirih hati Malika yang rindu akan kekasihnya Nico,


Selesai membasuh wajahnya,Malika pun kembali ke ruang kerjanya,


Namun


"Loh kenapa pintunya tidak bisa dibuka?"


Tanya hati Malika mulai panik,


Malika terus coba membuka pintu toilet,namun tidak bisa,


Dia berteriak meminta tolong,berharap ada orang lewat dan menolong nya,


"Tolong,apa ada seseorang diluar sana,tolong saya"


Teriak Malika,namun tidak ada respon satu orangpun karena diluar memang tidak ada orang lewat,


Malika mulai cemas,meski dia terus berusaha membuka pintu,namun usahanya tetap gagal,


"Kenapa ini,kenapa pintu ini terkunci"


Malika terus berpikir agar bisa keluar dari toilet itu,


Dan ternyata Lidya lah yang telah mengunci Malika di toilet,bahkan dia menaikan suhu dingin AC yang ada di toilet tersebut dan menutup toilet dengan papan yang bertuliskan


"Maaf sedang dalam perbaikan"


Sehingga tidak ada seorang pun karyawan yang masuk dan lewat kesana,


Sungguh tega memang Lidya,


Malika semakin cemas,karena tubuhnya sudah mulai kedinginan,sialnya, Malika juga tidak membawa ponselnya,hingga dia tidak bisa meminta tolong kepada siapapun,


Tubuh Malika mulai melemah karena suhu ruangan yang terlalu dingin,


Namun dia terus berusaha menggedor pintu toilet berharap ada seseorang yang menolongnya,


***


Clara saat itu mencari keberadaan Nico,

__ADS_1


"Nico kemana Dre"


Tanya Clara pada Andre,


Andre tidak tahu kalau Nico saat ini sedang bersama Liora di cafe sebelah,


Clara pun coba mencari Nico kedalam kamar mes nya,


Saat Clara masuk kedalam kamar Nico,dia menemukan sebuah foto dibawah bantal kanannya,Clara melihat foto tersebut,


Di foto itu tertulis kata


"I love u"


Tulisan dibalik foto kedua adik dan ibunya,


Clara pun tersenyum,melihat foto tersebut,


"Sepertinya kau memang tipe laki-laki penyayang keluarga co"


Bisik hati Clara yang mulai mengagumi sosok Nico,


Clara pun menyimpan kembali foto tersebut,dan melihat ada satu foto lagi di balik bantal Nico,


Clara berniat ingin melihat foto tersebut karena foto itu bertuliskan


"I love u forever"


Saat Clara coba mengambil foto tersebut,tiba-tiba saja dering ponselnya berbunyi,


...


"Aku tidak berharap kau akan mempercayai ceritaku,tapi yang ingin aku lakukan kepadamu adalah minta maaf,aku ingin kau memaafkan kekhilafan ku,dan ini sebagai ganti rugi,waktu kamu yang terbuang sia-sia bersamaku kemarin"


Liora menyodorkan segepok uang pada Nico,


Bak tertimpa buah durian,Nico yang kala itu memang sedang memikirkan darimana dia mendapat uang untuk adiknya,merasa mungkin inilah jawabannya,


"Aku tahu kamu tidak akan menerima uang ini,anggap saja ini upah kamu karena kamu telah memperbaiki mobilku yang mogok kemarin,"


Lanjut Liora,


Nico pun masih terdiam,bimbang melanda hatinya,apa harus dia terima uang itu,jika diterima dia merasa malu,namun jika tidak,darimana dia akan mendapatkan uang untuk adiknya hari ini juga,


Dilema Nico rasakan saat ini,


"Astaga,apa yang harus aku lakukan "


"Apa kau tidak ingin menerima uang ini,aku mohon terimalah"


Liora memaksa


"Baiklah kalau kau memaksa,uang ini aku terima,tapi karena ini terlalu banyak,sebagian aku anggap hutang kepadamu oke"


Jawab Nico menerima uang dari Liora,


Meski dia tidak mau,tapi Nico akhirnya terpaksa menerima uang tersebut demi adiknya,


"Oh ya,dari tadi kita bicara,tapi kita belum tahu nama kita masing-masing,perkenalkan namaku Liora"


Liora memperkenalkan diri pada Nico,


Aneh memang,meski mereka sudah melakukan kenikmatan semalam,keduanya tidak mengenal nama mereka masing-masing,


"Nico"


Jawab Nico singkat,


"Maaf aku harus kembali ke bengkel"

__ADS_1


Nico pamit terburu-buru,meninggalkan Liora,


Liora pun tersenyum ke arah Nico berlalu


"Jual mahal sih,tapi lumayan manis juga pria itu,"


Ucap kenakalan hati Liora melihat Nico yang berlalu meninggalkan dirinya sendiri di cafe,


***


Tubuh Malika semakin melemah karena kedinginan,seakan pasrah akan nasibnya Malika sudah tak berdaya,


Dalam kelemahannya Malika terus menggedor pintu toilet,


"Tolong aku tolong"


Dengan suara yang mulai melemah dan tenaga yang mulai hilang,Malika bertahan sebisa mungkin,hingga akhirnya dia Malika pun tidak kuasa bertahan,


Namun saat Malika membuka mata untuk yang pertama kalinya setelah dia tak sadarkan diri di toilet,Malika melihat dirinya sudah berada di ruang kesehatan,


"Dimana aku?"


Tanya Malika yang masih lemas,


"Kau sudah sadar,syukurlah,kau sedang di rumah sakit sekarang".


Jawab pria yang telah menyelamatkan Malika,


Malika masih belum bisa banyak bicara dan bertanya,kondisinya masih lemah karena kedinginan,


"Malika,kau tidak apa-apa?"


Suara yang tidak asing ditelinga Malika terdengar menanyakan keadaannya,


Dengan kelemahannya,Malika membuka mata,


"Ka Sherli"


Ya Sherli menemani Malika di rumah sakit,


"Kau jangan bicara dulu,istirahatlah,aku ada untukmu"


Sherli coba menenangkan Malika,


***


"Malam ini kau ikut denganku ya,aku ingin membawamu ke suatu tempat yang indah"


Andre mengajak Nico untuk pergi dengannya nanti malam,


"Oke,"


Jawab Nico setuju untuk ikut dengan Andre,


Malam pun tiba,ternyata Andre mengajak Nico dugem ke sebuah bar yang penuh dengan wanita malam,


"Kau mau ajak aku kemana Dre,aku kira kau mau mengajakku makan atau keliling Jakarta,kenapa kau ajak aku kesini"


Tanya Nico yang tidak suka diajak dugem oleh Andre,


"Sudahlah,malam ini kita akan bersenang-senang,kau pasti akan menyukainya,ayo masuklah"


Andre menarik tangan Nico,


Di dalam bar,kawan Andre yang lain sudah menunggunya,dalam keadaan setengah mabuk,mereka menyambut kedatangan Andre,


"Hai sob,kemana saja kau,sudah lama kau tidak kemari,siapa dia,teman barumu ya?"


Tanya salah satu kawan Andre yang bernama Roy,

__ADS_1


Andre pun memperkenalkan Nico pada teman-temannya,


__ADS_2