Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Aku mencintaimu


__ADS_3

Niat hati Malika mencari alasan untuk pulang demi bisa bertemu dengan Nico,akhirnya sia-sia saja,kini Malika tidak bisa pergi kemana pun,dia harus menjaga Alana dan suci.


Alana terlihat setia berada di samping ibunya dan menggenggam tangannya dengan sesekali mencium punggung tangan suci berharap ibunya bisa segera sadar.


Malika terharu melihat Alana,ikatan batin seorang anak yang masih kecil pun ternyata sangat kuat,pikir Malika saat itu.


"Alana apa kau mengantuk,sini tidurlah di pangkuan kaka"


Malika menawarkan dirinya untuk Alana beristirahat,karena dia melihat Alana sudah terlihat sangat mengantuk,Alana pun pindah tangan,kini dia berada dalam pangkuan Malika di sopa ruang inap suci,


Alana pun terlelap,mungkin karena dia terlalu lelah dengan pikirannya yang terus berharap ibunya segera sembuh,begitupun dengan Malika,mungkin karena faktor obat setelah donor darah tadi,kini Malika pun tak kuasa menahan rasa kantuk di matanya,dan akhirnya keduanya pun terlelap di sofa dengan seadanya.


Suci pun mulai tersadar,dia menggerakkan sedikit jari jemarinya dan mulai membuka matanya secara perlahan,


Suci bingung apa yang sudah terjadi pada dirinya,mengapa dia bisa berada di rumah sakit,diapun melihat ke arah sofa dan melihat Alana sedang tidur bersama Malika,dia coba bangkit namun saat dirinya hendak bangun dari pembaringannya,tiba-tiba saja dia merasakan sakit di bagian perut pasca operasinya.


"Astaga,sakit..."


Suci menyadari jika perutnya nampak bekas operasi,dia pun tersadar apa mungkin dirinya sudah melakukan operasi.


Keenan pun datang dan melihat suci sedang memegang bekas luka di perutnya.


"Suci kau sudah sadar"


Ucap Keenan dengan senang,


Namun sebaliknya,perangai suci terlihat sangat tidak menyukai Keenan,


"Kenapa kau mengambil langkah ini untukku"


Tanya suci dengan tatapan nya yang tajam penuh amarah.


Keenan dibuat bingung dengan semua pertanyaan suci padanya,


Dan ternyata selama ini suci menutupi penyakitnya dari Keenan,karena dia tidak mau mengambil langkah jika rahimnya harus di angkat,

__ADS_1


Dalam pikiran khayalnya,suci masih merasakan jika suaminya masih ada dan akan kembali padanya,apa yang akan suaminya katakan jika dia sampai mengetahui jika dirinya kini sudah tidak sempurna lagi tanpa rahim di tubuhnya.


Keenan masih tak kuasa dengan khayalan suci itu,Keenan coba mengerti dengan kondisi nya,dia coba menasihati suci dengan pelan agar dia menyadari jika suaminya sudah benar2 tiada gugur dalam perjuangannya demi negara.


"Tenanglah suci,kau jangan egois,pikirkan lah Alana,kau harus sembuh,Kakak pun yakin jika suamimu masih ada,dia tidak akan suka melihatmu terus kesakitan seperti ini"


Ucap Keenan,setengah sadar,suci pun hanya bisa menangis.


Suci sudah cukup lebih tenang dengan pelukan Keenan yang tulus,suci pun mengatakan mengapa Malika bisa bersama Alana,dan mengapa Alana terlihat sangat dekat dengannya.


Keenan pun menceritakan semua yang terjadi pada dirinya dari awal suci tidak sadarkan diri,Alana di rawat oleh Malika dan Bu Arum di rumahnya,sampai Malika mendonorkan darahnya untuk suci,semua Keenan ceritakan dengan sejelas-jelasnya,hingga suci merasa berhutang nyawa pada Malika,dia juga menyesal karena pernah belaku tidak baik pada Malika di masa lalu.


"Jadi Malika yang sudah mendonorkan darahnya untukku"


Tanya suci seraya melihat ke arah Malika yang sedang terlelap bersama Alana.


Keenan mengangguk,dan menyuruh suci untuk kembali beristirahat,karena ini sudah malam,


"Sebaiknya kau istirahat,agar lukamu bisa segera pulih kembali,dan bisa berkumpul lagi di rumah dengan Alana,aku akan membangunkan Malika dan menyuruhnya pulang,kasihan dia seharian disini menemani Alana,dia juga harus istirahat"


Jawab Keenan pada suci.


Keenan menghampiri Malika yang sedang terlelap,terlihat sekali dalam tidur nya,Malika sangat letih,wajahnya begitu datar dan natural,


Saat hendak membangunkan Malika,diam-diam Keenan menikmati tatapannya pada wajah Malika yang sangat cantik,bibirnya yang tipis merona dan buku matanya yang panjang dan lentik,semua Keenan nikmati dan puji,ingin rasanya Keenan meraba pipinya yang lembut seraya mengucapkan banyak terimakasih pada Malika untuk semua yang terjadi hari ini pada keluarganya.


Dan saat tangan Keenan hendak menyentuh pipi Malika,dalam tidurnya Malika berucap,


"Aku mencintaimu..."


Sebuah kata yang membuat hati Keenan tidak karuan,dan membuat tangan Keenan pun terhenti menuju pipinya malika.sebuah kata yang sangat dia rindukan dari seorang wanita setelah semua yang terjadi di masa lalunya.


"Nico"


Lanjut gumam Malika dalam ketidaksadarannya,

__ADS_1


Mendengar nama Nico,akhirnya Keenan pun menghentikan tangannya untuk membangunkan Malika.


Keenan pun menyadari jika Malika memang sangat mencintai Nico,hingga dalam tidurnya pun Malika terus mengucap namanya.


***


Clara dibuat terkejut kala Nico memergokinya sedang memegang ponselnya yang sedari tadi sedang dia cari,


"Jadi Hp ku ada sama kamu?"


Ucap Nico meminta handphone nya pada Clara.


Clara pun memberikan ponsel Nico dan beralibi jika ponsel Nico tadi berada di kursi bawah dan hendak mengembalikannya pada Nico.


Dan untunglah Clara berhasil menghapus panggilan masuk dari Malika sebelum Nico datang,sehingga Nico tidak menyadari jika Malika tadi sempat menghubunginya.


Clara tidak peduli jika nanti Malika sampai mengadu pada Nico tentang semua yang dia ucapkan padanya, yang terpenting baginya,dia merasa puas karena memberi ancaman untuk Malika.


Namun Clara sebenarnya tidak tahu,sepahit dan seburuk apapun kondisi Nico,Malika akan tetap bertahan dan setia padanya.


Itu sebabnya hubungan mereka berhasil bertahan cukup lama.


Nico pun coba membuka ponsel,dia berharap Malika akan menghubunginya,atau memberi pesan kepadanya walau hanya sekedar menanyakan kabar.


Nico pamit pergi keluar sebentar pada ibunya,namun Bu Ratna tidak mengijinkan Nico pergi sendirian,Bu Ratna menyuruh Clara untuk ikut dengannya,dan inilah kesempatan untuk Clara bisa berduaan dengan Nico.


"Ajaklah Clara bersamamu,bawa dia keliling kota Bandung,agar dia tidak merasa bosan berada terus di rumah"


Perintah Bu Ratna pada Nico untuk mengajak Clara pergi bersamanya,Clara pun paham mengapa Bu Ratna ingin Nico mengajaknya,ternyata ini juga sebagian dari rencana Bu Ratna untuk mendekatkan Nico dan clara,


Nico tidak bisa menolak,tadinya Nico pamit keluar karena dia ingin menemui Malika,dia ingin menanyakan semua yang dia lihat di rumah sakit,namun apalah daya,tidak mungkin Nico menemui Malika bersama Clara.


Mereka berdua pun pergi keluar dengan mobil Clara,


Nico bertanya padanya mau pergi kemana mereka,Clara mengajak Nico untuk membawanya ke sebuah tempat yang indah,semisal alam atau lain nya.

__ADS_1


***


Keenan sedikit kecewa dengan gumam Malika yang dia dengar,karena dia sempat mengira jika ucapan cinta yang Malika ucapkan untuk dirinya,tapi ternyata itu untuk Nico.


__ADS_2