Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Gelisah


__ADS_3

Nico merasa ada yang aneh pada Clara kepadanya,tapi apa,dia terus berpikir,hingga dia tidak mengingat Malika yang kini sedang terperangkap bersama Lidya,


Nico pun segera menuju rumah pak Leo,


"Aku pergi dulu Dre"


Ucap Nico pada Andre,


"Orderan pertama nih,sukses bro"


Jawab Andre,


"Thank you bro"


Jawab Nico kemudian melaju dengan motor kantornya Clara,


***


Malika dan Lidya akhirnya selesai menyelesaikan hukumannya,meski tidak sebersih Malika,Lidya tidak peduli,baginya itu bukan urusannya,yang terpenting dia bisa secepatnya keluar dari toilet itu,


Lain halnya dengan Malika,dia menerima semua hukumannya,


Merekapun kembali menghadap pak Mahardika keruangan nya,


Disana pak mahardika terlihat sedang berbicara dengan seseorang,entah siapa,


Lidya pun bertanya kepada karyawan lain,siapa yang ada di ruangan pak Mahardika,mereka semua pun tidak ada yang mengetahui,


Lidya coba mengetuk pintu,


"Ya masuklah"


Ucap pak Mahardika menyuruh Lidya dan Malika masuk,


"Permisi pak"


Lidya pun masuk terlebih dahulu sebelum Malika,


Sedangkan Malika masih berada di belakangnya,Lidya Meninggalkannya,


"Kenapa kamu sendiri?dimana partner kamu"


Tanya pak Mahardika membuat Lidya bingung,partner siapa yang dia maksudkan


Malika pun mengetuk pintu dan mengucapkan


"Permisi,apa saya bisa masuk?"


Pak Mahardika pun menyuruhnya masuk,


Keduanya sudah menjalankan hukumannya dengan selesai,pak Mahardika berharap,semua tidak akan terjadi lagi,dia tidak ingin ada keributan terjadi lagi di perusahaannya,cukup ini yang terakhir,pikir pak Mahardika,


"Ingat ya,jika sekali lagi terjadi keributan diantara kalian berdua,ataupun siapa saja,maka bapak tidak akan bertanggung jawab jika nanti cucu saya akan memecat kalian"


Ucap pak Mahardika,


Malika pun ingat bahwa hari ini,hari terakhir pak Mahardika bekerja disini,besok dan seterusnya akan digantikan sementara oleh cucunya yang bernama Keenan,


***


Nico akhirnya sampai ke rumah pak Leo,


Rumah nampak terlihat sepi,seperti tidak ada penghuni,


Sebuah rumah elit tanpa dikelilingi gerbang,Nico pun coba memencet bel pintu rumah,namun masih tidak ada jawaban.


Nico melihat mobil yang di parkir di samping rumah pak Leo,


"Apa mungkin itu mobil anaknya yang rusak"


Pikir Nico saat itu,diapun berjalan mendekati mobil,namun saat Nico coba menyentuh mobil tersebut,tiba-tiba saja seseorang keluar dari rumah,


"Hei kau siapa,pencuri ya?,itu mobil rusak,jadi kamu gak bakalan bisa mencurinya,percuma saja"

__ADS_1


Seorang wanita yang sedang mabuk berat menghentikan langkah Nico,dia pun berbalik melihat ke arah wanita itu dan


"Hati-hati mba,sepertinya kau mabuk berat"


Wanita itu hampir jatuh pingsan,


Nico segera memapah perempuan yang keluar dari rumah pak Leo,menuju kedalam rumah,


Dan di dalam rumah memang terlihat sangat sepi sekali,tidak ada satu orangpun


Nico membaringkan tubuh wanita yang setengah sadar itu di kursi,dia bingung harus berbuat apa,sedangkan di rumah tidak ada siapa-siapa,


"Apa yang harus aku lakukan?"


Nico pun hendak mengambil segelas air untuk menyadarkannya,


Nico membasuh wajah wanita itu dengan air putih,


"Kau memang laki-laki brengsek,pengecut,"


Wanita itu menarik kerah baju Nico sampai wajah Nico hanya terbatas 1 cm dari wajah wanita itu,


Nico coba melepaskan tarikan tangan ke bajunya dengan lembut,tanpa peduli apa yang dia katakan


"Aku sangat mencintaimu,aku sangat menyayangimu,itu sebabnya ku relakan semuanya untukmu,tapi kau malah pergi dengan dia,aku sangat membencimu"


Nico samasekali tidak peduli dengan semua yang wanita itu katakan,yang dia pikirkan sekarang,dia ingin melepaskan genggaman tangan wanita itu dari kerah bajunya,


Namun seketika tubuh wanita itu melemah dan mendarat di pelukan Nico,


Wanita itu tidak sadarkan diri,dia tak lagi bicara dan bergerak menarik kerah baju Nico,


"Hei...apa kau baik-baik saja"


Tanya Nico pada wanita itu,Nico semakin panik,akhirnya dia membaringkan wanita itu,


"Apa yang terjadi hari ini,sungguh ini hari sial untukku"


Dengan terpaksa Nico terus coba menyadarkan wanita tersebut,Nico mencari minyak angin di sekeliling rumahnya,namun tidak dia temukan,Nico berniat untuk masuk kedalam kamarnya mencari sesuatu yang bisa menyadarkan wanita tersebut,namun dia kembali mengurungkan niatnya karena memasuki kamar orang lain tanpa ijin sangatlah tidak sopan,


Akhirnya Nico mengambil langkah lain,


"Maafkan aku,bukan maksudku berlaku tidak sopan kepadamu"


Nico memegang pipi wanita tersebut dan mencium wanita itu untuk dia beri nafas buatan,


"mmuah!!"


Sekali belum berhasil,dua kali ciuman belum juga berhasil dan kali ketiga akhirnya wanita itu sadarkan diri meski belum sepenuhnya,


"Syukurlah kau sadar,bangunlah mbak bangun,"


Ucap Nico kepada wanita tersebut,


Wanita itu masih terdiam,matanya pun masih belum sepenuhnya terbuka,


"Kau,,kau siapa?"


Tanya wanita itu kepada Nico,


"Justru saya yang mau bertanya,mbak siapa,mengapa mbak mabuk berat seperti ini"


Nico kembali bertanya,


"Aku,kau menanyakan aku,aku ini Liora"


Jawab wanita tak sadarkan diri itu yang ternyata anak dari pak Leo yang Nico kenal di bengkel,


Nico pun diam,dia merasa percuma jika terus melayani Liora yang masih belum sadarkan diri,semua akan sia-sia,lagipula niat dan maksud kedatangan Nico kesini hanya untuk memperbaiki mobil anaknya,


"Maaf mbak,saya harus secepatnya memperbaiki mobil mbak yang mogok,kunci mobilnya dimana ya,saya tidak bisa lama-lama disini,"


Ucap Nico bergegas meninggalkan Liora di kursi,

__ADS_1


Liora tidak menjawab pertanyaan Nico,


Dia hanya diam dan senyum sendiri seperti orang tidak waras,


Nico pun merasa kesal,dalam hatinya dia ingin memutuskan untuk pergi saja saat ini,karena dia tidak ingin sesuatu terjadi pada dirinya jika terus berada di rumah pak Leo bersama Liora,


"Sepertinya ini sudah semakin sore mbak,untuk memperbaiki mobilnya besok saja ya,saya harus kembali ke bengkel"


Ucap Nico berniat untuk kembali sebelum memperbaiki mobilnya,


Saat Nico melangkahkan kakinya,tiba-tiba saja Liora tertawa


"Hahaha aku sangat menyukai ciuman mu itu "


Ucap Liora pada Nico,


Sontak membuat Nico terkejut,


"Ambillah kunci ini,kau bisa memperbaiki mobilnya,maafkan aku,semua salahku"


Ucap Liora membuat Nico semakin tidak mengerti,


"Apa maksudnya mbak cuma pura-pura pingsan tadi?"


Tanya Nico serius,


"Sudahlah semua sudah terjadi,aku tidak menjelaskan semuanya padamu,tapi yang jelas aku sangat menyukai ciuman mu,thank u "


Liora pun berlalu ke kamarnya meninggalkan Nico,


"Wanita tidak waras"


Ujar Nico kesal,akhirnya Nico pun keluar dan coba memperbaiki mobilnya,


Selama memperbaiki mobil,pikiran Nico masih belum mengerti dengan sikap Liora,


Apa benar dia tidak waras,atau apa dia memang wanita tidak benar,


Saat Nico membuka pintu mobil,Nico menemukan ada beberapa obat pil dan banyak sekali alat kontrasepsi bekas dan satu dus masih baru di dalam mobil,


"Astaga apa-apa an ini,sepertinya aku memang harus segera pergi"


Nico semakin yakin bahwa dirinya harus segera pergi dari sini,


***


Malika dan Lidya pun kembali ke mejanya masing-masing,


Malika mulai merasa tenang karena dirinya tidak sampai dipecat oleh pak Mahardika,dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada ibunya jika sampai dia dipecat di hari pertamanya,


"Semoga aku tidak akan berurusan lagi dengan Lidya"


Ucap hati Malika,


Perasaan Malika pun gelisah,apa yang sebenarnya terjadi,padahal dia sudah menyelesaikan hukumannya,tapi mengapa perasaannya tiba-tiba tidak enak,


"Mengapa hati ini gelisah,seperti sesuatu yang buruk akan terjadi "


Malika menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan,


Ditempat lain Lidya melihat Malika dengan sinis,api dendam dihatinya masih menyala,doa seperti sedang merencanakan sesuatu terhadapnya,


...


Jam pulang pun tiba,Malika memesan ojek online untuk menjemputnya,Sherli pun datang menemani Malika,


"Kamu baik baik saja Malika?"


Tanya Sherli,


"Aku baik-baik saja ka Sherli,"


"Sebaiknya kamu jangan berurusan lagi dengan Lidya ka,dia itu wanita jahat,"

__ADS_1


__ADS_2