Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Menikah denganku


__ADS_3

Langit seakan mendung dan gelap,hancur hati Nico menerima kenyataan jika dirinya adalah anak dari seorang pembunuh ayah kekasihnya yang sangat dia cintai.


"Aku tidak percaya ini,mana mungkin ayahku yang telah membunuh ayahnya Malika"ujarnya yang terlihat sangat kecewa berat.


Nico menangis,dia memang mengetahui 20 tahun yang lalu ayahnya di tahan polisi untuk dugaan pembunuhan yang dia lakukan kepada rekan kerjanya,


Namun dia tidak menyangka jika korban ayahnya itu adalah ayah Malika.


"Apa ini maksudnya,apa yang harus aku lakukan sekarang?"


Ujarnya dengan lemah pada Tiara.


"Saat ini aku juga tidak bisa memberimu saran apapun kecuali Doa, karena hanya dengan berdoa maka semua akan bisa cepat terselesaikan dengan baik"


Tiara pun pamit pergi dari Nico,dia percaya jika Nico bisa mengatasi semua ini dengan baik,karena dia tahu apa yang harus dia lakukan dari pada dirinya.


Nico meratap sedih,sang ibu pun bertanya apa yang sudah mengganggu pikirannya saat ini.


Nico hanya terdiam,dia bertanya pada ibunya tentang sang ayah.


"Bu Nico mau tanya sesuatu pada ibu?"


"Tanyalah nak,selagi ibu bisa menjawabnya maka ibu akan menjawab semua pertanyaannya"


Jawab Bu Ratna pada Nico.


Nico pun mengambil sebuah foto dari ruang kerja ayahnya dulu.


Nico menunjukan foto kebersamaan ayahnya dengan alm.Herman rekan kerjanya di kantor.


Bu Ratna sedikit terkejut karena dia tidak ingin membuka luka lama tentang kejadian yang menimpa suaminya itu.


Bu Ratna pun menanyakan darimana Nico Mendapatkan foto tersebut,Nico hanya menjawab jika semua itu tidak penting karena yang terpenting sekarang dia harus tahu kebenarannya.


Bu Ratna terdiam sedih.


Dia pun menceritakan semua kejadian dulu.


Bu Ratna menceritakan jika pak Herman adalah karib dari ayahnya,namun entah karena insiden apa ,keduanya renggang dan saling menjatuhkan satu sama lain.


Hingga pada suatu kejadian,dimana pak Gunawan nyaris terjatuh dari atas gedung namun berhasil pak Herman selamatkan,


Dan disaat itu pula sikap pak Gunawan berbalik pada pak Herman.


Dengan kelicikannya pak Gunawan mendorong pak Herman sampai terjatuh dari atas gedung hingga dan meninggal.


Dalam rekaman cctv,memang sebelum tragedi itu terjadi keduanya terlihat sedang bertengkar.

__ADS_1


Meski pak Gunawan sempat mengelak telah mendorongnya namun dia tidak bisa berkelit karena rekaman cctv lebih kuat menjadi bukti,hingga akhirnya pak Gunawan pun ditangkap polisi dan di jatuhi hukuman penjara selama 20 tahun,disaat itu Nico masih berusia 3 tahun jadi dia tidak terlalu ingat wajah sang ayah.


Nico kecewa mendengar semua kebenaran ini,dia bingung harus berbuat apa,kebencian Bu Arum padanya terlihat nyata,tidak mungkin dia bisa merebut hatinya kembali untuk merestui hubungan mereka.


"Apa yang harus Nico lakukan sekarang Bu?"


Tanya Nico yang sangat sedih dengan semuanya.


Bu Ratna ikut sedih melihat anaknya seperti itu,Nico sangat mencintai Malika. dia tidak bisa melarang dan meminta Nico untuk melupakannya.


Bu Ratna pun berpikir sesuatu yang akan membuat Bu Arum terpaksa merestui hubungan mereka.


***


Ditempat lain Malika dan Keenan kini tiba di bandara, Keenan bersiap untuk masuk,


Dan sebelum dia pergi,Keenan sempat kembali berpesan pada Malika untuk tidak menjalin hubungan kembali bersama Nico.


"Ingat Malika,kamu ini adalah wanita yang sangat pintar,maka kamu pantas mendapat pria yang lebih pintar darimu,kamu juga baik dan tulus,maka pria baik juga yang pantas mendapatkan kamu,jaga diri kamu baik-baik,aku sudah terlanjur menyayangimu,itu sebabnya aku tidak ingin kamu jatuh pada pria yang salah,"


Pesan terakhir Keenan pada Malika membuat hatinya tersentuh.


"Terimakasih pak, aku juga menyayangimu, semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu, jaga kesehatan bapak disana,salam juga untuk Kartika"


Jawab Malika meneteskan air mata tak kuasa menahan haru akan pesan dan kejujuran Keenan yang menyayanginya.


Mereka berdua paham akan arti menyayangi, menyayangi bukan berarti mencintai.


"Maafkan aku,karena aku telah singgah di hatimu sesaat,ingat pesanku jaga dirimu dan ibumu "


Ucap Keenan saat mendekap Malika untuk yang terakhir kalinya.


Air mata Malika semakin tidak bisa dia tahan,dia merasa jika hidupnya sebentar lagi akan berubah jika mengingat pesan Keenan padanya.


Keenan pun melepaskan dekapannya dan meminta ijin untuk mengecup kening Malika untuk yang terakhir kalinya.


Malika pun hanya diam dan terus menyeka air matanya melepas kepergian Keenan dari hadapannya.


Keenan pun mengecup kening Malika dan akhirnya pergi dari hadapannya.


Malika menangis sedih,dia merasa kehilangan akan Keenan ,pria yang selama ini selalu ada untuknya.


Karena kepergian ini hatinya mulai sadar jika sebenarnya dia memang sudah terlanjur mencintainya sangat dalam,


Namun dia terlalu munafik karena memikirkan perasaan Kartika yang juga menginginkan cinta Keenan kembali padanya.


"Apa-apa an aku ini, stop Malika stop, Keenan hanya mencintai Kartika dan itu kenyataannya.stop jangan memikirkan dia lagi"

__ADS_1


Malika coba meyakinkan dirinya akan Keenan,dia pun pergi dari bandara dengan air mata yang masih membasahi pipi.


Ponsel Malika berdering,Nico manggilnya,dia meminta Malika untuk menemuinya di sebuah cafe yang biasa mereka datangi,


"Kamu bisa datang kan sayang,aku mohon"


Ujar Nico pada Malika,ada hal yang ingin aku sampaikan sama kamu?"


Lanjutnya


Entah apa yang terjadi,perasaan Malika begitu hambar pada Nico saat itu,rasa sayang dan cinta yang selalu menggebu dihatinya seakan sirna.


Malika pun tidak mengerti,namun dia pun akhirnya menuruti permintaan Nico untuk menemuinya di cafe itu.


Setiba disana Nico sudah menunggunya di kursi meja yang sudah dia pesan,Malika pun yang merasa masih sedih akan kepergian Keenan mencoba kembali ceria dihadapan Nico agar dia tidak mencurigainya jika dia memang sudah jatuh cinta pada Keenan.


Nico tersenyum ke arah malika.dia sangat senang dengan kedatangannya.


Malika yang masih mengenakan seragam kantornya terlihat sangat cantik dan seksi Dimata Nico.


Malika pun duduk,Nico memuji kecantikan Malika yang rambutnya terurai dan sedikit ikal diujung rambut.


"Kamu sangat cantik sekali Malika"


Tangan Nico menyentuh ujung rambut kepala Malika dengan memujinya,namun Malika menepis tangan Nico hingga membuatnya tersinggung.


"Kamu kenapa ,aku hanya ingin menyentuhmu"


Raut wajah Nico seakan ingin marah pada Malika.


"Malu co,disini banyak orang,nanti dikira aku cewe apaan?"


Jawab Malika sedikit ketus padanya,karena dia msih belum bisa mengontrol suasana hatinya.


Nico pun mengerti,dia menyuruh Malika untuk memesan makanan yang dia suka,


Sementara menunggu makanan mereka datang,Nico bertanya pada Malika tentang perasaannya.


"Malika,aku ingin kamu jawab jujur untuk ini?"


Perasaan Malika pun kini mulai tegang,apa yang ingin Nico tanyakan padanya,astaga apa mungkin Nico tahu tentang perasaanku pada Keenan.


Pikir Malika saat itu.


"Kamu mau tanya apa co?"


"Apa kamu mencintaiku "

__ADS_1


Malika pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Nico,senyum yang selalu Nico sukai,senyum yang selalu membuat hatinya tenang.


"Kalau kau memang mencintaiku,apa kamu mau menikah denganku?"


__ADS_2