Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Keyakinan cinta Nico


__ADS_3

Nico baru menyadari semua yang terjadi pada Malika,dia kecewa mengapa tidak ada satupun yang memberitahu kecelakaan Malika padanya termasuk ibunya sendiri.


"Malika,jadi selama ini dia.hilang ingatan"


Nico pun menanyakan di bawa ke rumah sakit mana Malika,


Suci yang polos memberitahu alamat rumah sakit Malika kepada Nico tanpa ragu,karena dia tidak tahu jika informasi yang sudah dia beritahu kepada Nico akan membuat segalanya berubah.


Nico pun segera pergi menuju rumah sakit Malika di rawat,dia menanyakan ruangan Malika kepada perawat.


"Pasien atas nama Malika ada di kamar no b 25"


"Terimakasih sus"


Nico pun segera menuju kamar Malika,perasaannya campur aduk,dia sangat sedih dengan semua yang menimpa kekasihnya itu.


Nico pun tiba di depan pintu kamar Malika,terlihat di dalam ada seorang pria yang sedang bersama Malika,


"Aku janji,aku tidak akan membiarkan kamu sampai celaka lagi Malika,maafkan aku"


"Sudah,kamu jangan terus menyalahkan diri untuk semua yang sudah terjadi,aku tidak apa-apa ko"


Keenan menggenggam erat tangan Malika dan menangis di tangannya karena merasa bersalah tidak bisa menjaga Malika hingga dia bisa di culik oleh Lidya.


"Kau jangan menangis"


Malika mengusap air mata Keenan,terlihat jelas cinta yang besar di mata Keenan untuknya.


Malika merasa bersyukur karena dia sangat dicintai pria seperti Keenan.


Nico sangat sedih melihat kemesraan Keenan dan Malika,hatinya terbakar cemburu,dia ingin sekali menghajar Keenan yang sudah berani menggenggam tangan Malika.


Nico pun hendak masuk dan membuka pintu kamar,namun langkah nya terhenti kala Bu Arum menarik tangannya dan melarang Nico masuk kedalam.


"Berhenti"


Nico berbalik ke arah Bu Arum dengan wajah yang Bingung,mengapa Bu Arum menghentikannya.


"Kau jangan masuk kedalam,saya tidak ingin kamu mengganggu mereka,sebentar lagi mereka akan menikah,jadi berhenti mengganggu hidup Malika"


Langit terasa runtuh kala mendengar ucapan Bu Arum kepadanya,dia tidak menyangka jika Malika akan segera menikah dengan Keenan.


"Saya tidak akan membiarkan itu semua Bu,


Saya tahu Malika hanya mencintai saya"


"Kau tidak lihat betapa dekat mereka,Malika sudah melupakanmu dia tidak akan kembali padamu,jadi saya minta sekali lagi,pergi dari sini,berhenti mengganggu Malika"


Tegas Bu Arum untuk yang kedua kalinya menyuruh dia untuk pergi.


"Mereka dekat karena Malika tidak mengingat kebenaran tentang hidupnya,dia tidak mengingat semua tentang cintanya,tapi saya yakin jika dia kembali ingat,maka dia tidak akan pernah meninggalkanku"

__ADS_1


Jawab Nico dengan hatinya yang yakin akan cinta Malika kepadanya.


Bu Arum merasa terkejut,mengapa Nico bisa sampai tahu jika Malika hilang ingatan,padahal belum banyak yang tahu tentang kecelakaan yang menimpa putrinya itu.


Bu Arum menghela nafasnya,dia berusaha untuk tenang menghadapi Nico,begitupun sebaliknya,Nico yang mengetahui jika Malika hilang ingatan coba berusaha mengendalikan amarahnya.


Bu Arum pun menarik tangan Nico dan mengusirnya dari depan pintu kamar Malika.


"Sekali lagi sebelum saya memanggil satpam untuk mengusir mu,pergilah dari sini"


Bu Arum coba kembali mengusir Nico.


Nico pun mengalah,dia tidak mau memperkeruh suasana hati Bu Arum yang sedang tidak stabil,


Dengan langkah yang penuh keyakinan Nico berjanji pada dirinya sendiri jika dia akan kembali mendapatkan cinta Malika meski saat ini ingatannya sedang tiada.


"Aku berjanji Malika,demi janji cinta kita,aku tidak akan menyerah sampai disini,aku akan berusaha mendapatkan cintamu lagi"


Ucap hati Nico penuh keyakinan pada cintanya.


Keenan pun menyadari jika diluar terdengar ada keributan,dia pun coba melihat keadaan.


"Sebentar Malika,biar saya yang lihat keluar"


Keenan pun pergi keluar,dan ternyata Bu Arum sudah masuk terlebih dahulu sebelum Keenan keluar.


"Bu Arum,mengapa kau terlihat sangat cemas"


Terlihat sekali Bu Arum sedang menyembunyikan sesuatu darinya,Keenan pun tidak memaksa Bu Arum untuk bicara padanya saat ini,namun pasti dia akan bicara padanya di waktu yang tepat.


"Bagaimana keadaanmu sekarang nak,kau sudah membaik?"


Malika pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Bu Arum,dengan kondisinya yang masih sangat lemas.


Bu Arum membawakan kue kesukaan Malika,dia sangat senang melihat Bu Arum membawakan kue itu.


"Coba lihat ibu bawakan cake kesukaanmu nak"


Dengan senyum penuh cinta Bu Arum menyuapi Malika,


"Kau harus segera sembuh nak,ibu kesepian sendirian di rumah"


Malika hanya tersenyum dengan memakan cake kesukaannya yang dibawakan Bu Arum untuknya.


Kemudian Malika pun memakan obat dan kembali tertidur.


....


Bu Arum pun mulai bicara pada Keenan tentang semua yang terjadi padanya


"Jadi Nico sudah tahu jika Malika hilang ingatan,lantas apa yang akan kita lakukan?"

__ADS_1


"Segeralah nikahi Malika nak Keenan"


Permintaan Bu Arum pada Keenan yang cukup berat untuk dia wujudkan,


Keenan menyadari jika dia sudah salah karena telah membohongi Malika dengan status palsunya,


Dia tidak ingin lebih membohonginya dengan segera mengajak Malika menikah,meski dia juga sangat mencintai nya.


"Tapi semua tidak semudah yang kita bayangkan bu,kita sudah membohongi Malika dengan status palsuku padanya,saya tidak bisa semakin membohongi dia hanya untuk menjatuhkannya dari Nico"


Keenan coba menolak permintaan Bu Arum tanpa membuatnya sakit hati,


Bu Arum pun bingung harus berbuat apa.


***


Di lain tempat Clara yang sedang mencari keberadaan Nico yang tidak ada di rumahnya terus menghubungi Nico,namun Nico tidak mengangkat panggilannya.


"Nico kemana,mengapa dia pergi meninggalkan aku?"


Clara sangat kesal pada Nico.


Dan ternyata Nico pergi ke tempat tongkrongan biasa bersama teman-temannya.


"Hello bro,bagaimana keadaanmu "


Revan salah satu teman Nico bertanya padanya.


"Apa kau tahu tentang kecelakaan yang menimpa Malika Van?"


Nico langsung bertanya.


"Tahu lah,Malika tertabrak sedan putih,dia juga hilang ingatan katanya,tapi entahlah,mereka yang masuk kedalam,"


"Mereka siapa maksud kamu,tapi mengapa kamu tidak sekali pun memberitahuku tentang kecelakaan yang menimpa kekasihnya itu.


Revan pun terkejut,dia tidak percaya jika Nico tidak tahu tentang semua yang sudah terjadi pada Malika.


"Kau sangat sulit untuk dihubungi saat itu co,"


"Sulit bagaimana,"


"Kau memblok koneksi kita,wa,inbox,semua media sosialmu memblok kami yang ada di Bandung,itu sebabnya kami tidak kembali menghubungi mu,aku kira kamu memang sengaja tidak mau tahu tentang Malika"


"Memblokir maksudnya"


Nico samasekali tidak mengerti dengan semua ucapan Revan kepadanya,kapan dia memblokir semua kontak temannya,dan mengapa dia tidak tahu.


Pikiran Nico pun langsung tertuju pada Clara.


"Pasti ini semua ulah Clara."

__ADS_1


__ADS_2