Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Pertengkaran


__ADS_3

Jantung Malika tiba-tiba saja sesak,Malika merasa gelisah,apa yang sebenarnya terjadi,


"Kenapa dadaku sesak sekali,perasaanku juga sangat gelisah"


Ucap hati Malika mengusap dadanya yang memang dirasa sesak,


Malika coba menarik nafasnya dalam-dalam,dan mengeluarkannya perlahan,


Huh...


Malika membuang nafasnya perlahan,


Dia pun mulai menghidupkan ponselnya,beberapa panggilan masuk dari Nico membuatnya tersenyum,


"Pasti Nico sedang merindukanku,eh Nico kirim foto apa?


Dalam hati Malika penasaran,


Betapa terkejut Malika ketika tahu foto yang Nico kirim adalah foto dirinya bersama Keenan,


"Astaga,apa ini"


Malika sangat terkejut,dan tak percaya mengapa Nico mempunyai foto dirinya bersama Keenan,


Malika pun segera pergi keluar kantor untuk menghubungi Nico,


Malika tidak bisa bicara di dalam kantor,karena dia tahu sifat Nico,


Saat ini dia pasti sedang marah besar karena cemburu,itu sebabnya untuk mencegah hal yang tidak di inginkan,Malika pergi keluar untuk menghubunginya,


Tut...


Tut...


Nico pun akhirnya menjawab panggilan Malika kepadanya,


"Co,aku tidak mengkhianatimu,itu pak Keenan atasan aku disini,kamu jangan salah paham,aku samasekali tidak mengkhianatimu "


Tanpa basa basi Malika langsung menjelaskan siapa itu Keenan kepada Nico,


"Oh begitu,jika dia atasanmu,kenapa dia menggendong mu sampai segitu nya,kau terlihat seperti wanita murahan"


Jawab Nico diseberang telpon dengan kata-katanya yang kasar,


Malika sangat sakit hati dengan semua ucapan Nico kepadanya,


Namun dia coba mengerti dengan emosi yang sedang Nico rasakan


"Alah sekali penghianat ya penghianat"


Nico pun menutup telponnya,


Malika sedih dengan semua yang terjadi,dia menangis,Malika kembali mencoba menghubungi Nico,namun Nico tidak menjawab telponnya,


Lidya tersenyum menang melihat Malika menangis sedih,


Lidya merasa puas akhirnya dia berhasil membuat Malika tak berdaya,


"Ini baru permulaan Malika"


Ucap Lidya


Masih dalam keadaan penuh amarah,Nico membanting kursi yang ada di dalam kamar mes nya hingga rusak,


Clara yang mendengar semua keributan di kamar Nico coba melihat,apa yang terjadi,

__ADS_1


Nico tampak menangis di pojok kamarnya,tangannya berdarah karena terus menonjok tembok untuk melampiaskan amarah nya,


"Aku tidak bisa percaya ini Malika"


Ucap Nico dalam tangisnya,


Clara pun datang ke kamar Nico,dia terkejut melihat kondisi Nico,


"Astaga,kau kenapa Nico,tanganmu berdarah?"


Ucap Clara merasa khawatir,


Nico langsung menyeka air matanya,dia terlalu malu jika Clara melihatnya sedang menangis,


"Kenapa kau kesini?"


Tanya Nico sinis,


Clara merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Nico padanya, tapi dia coba mengerti melihat keadaan Nico seperti sedang dalam masalah,


"Kau ada masalah apa Nico,jika kau butuh teman untuk bicara,maka aku siap untuk mendengar mu,tapi aku juga tidak akan memaksa jika kamu memang tidak mau?"


Ucap Clara menawarkan diri untuk menjadi teman bicaranya,


Nico hanya terdiam,mendengar Clara bicara seperti itu,Nico merasa dirinya dipedulikan oleh Clara,Nico berasa mendapat seorang kakak,meski umur mereka hanya berjarak 2 tahun,


"Terimakasih,aku tidak ingin merepotkan mu,aku bisa menyelesaikan masalahku"


Jawab Nico coba menolak tawaran Clara dengan halus, agar dia tidak tersinggung,


"Baiklah kalau begitu,jika kau tidak ingin bicara,tapi setidaknya aku bisa mengobati luka ditangan mu,boleh kan,?"


Clara coba memaksa Nico untuk mengobati tangannya,Nico pun tak bisa menolak karena menghargai kebaikan clara padanya,


...


Malika terus menghubungi Nico,namun tak kunjung dia jawab,


"Ayolah co angkat,aku ingin bicara denganmu,aku ingin menjelaskan semua kepadamu,"


Ucapnya saat kesal karena panggilannya tidak Nico jawab


Malika pun berpikir mengapa ada orang yang tega memotret dirinya dan mengirimkannya pada Nico,tapi siapa,dan apa yang dia mau?


Pikiran Malika langsung tertuju pada Lidya,


"Apa mungkin Lidya yang telah memotret ku dan mengirimkannya pada Nico?ah tapi itu tidak mungkin"


Ucapnya menerka siapa yang telah mengirim foto dirinya bersama Keenan,


Malika tidak bisa menuduh Lidya orang yang sudah membuatnya bertengkar dengan Nico,


Karena lidya samasekali tidak mengenal Nico,kalaupun dia mengenal Nico,dapat darimana nomor ponsel Nico,dan untuk apa Lidya melakukan semua itu,


***


Nico menelpon ibunya yang ada di Bandung,dia menceritakan semua yang sedang terjadi padanya dan Malika,


Bu Ratna pun ikut peduli dengan masalah yang menimpa anaknya itu,


"Kau jangan khawatir nak,biar ibu cari tahu yang sebenarnya?"


Jawab Bu Ratna untuk semua pengaduan Nico kepadanya,


Bu Ratna memang sudah menyukai Malika,dia merasa Malika gadis yang tepat untuk Nico,selain cantik dan pintar Malika juga gadis yang baik dan penurut,itu sebabnya Bu Ratna menyukai Malika,

__ADS_1


Bu Ratna pun berniat datang ke rumah Malika sore ini,


"Biar ku hubungi dulu Malika,takutnya dia tidak ada di rumah"


Bu Ratna tidak mengetahui jika Malika saat ini sedang backstreet dengan Nico dari Bu Arum,


Hingga dia berani datang ke rumah Malika,


Malika tidak menjawab panggilan Bu Ratna,karena dia masih bekerja,


Bu Ratna pun mengirim pesan pada Malika kalau dirinya ingin bertemu,dan menyuruhnya untuk menghubunginya jika Malika sudah selesai bekerja,


***


Clara yang saat itu terus terpikirkan Nico,merasa tidak tenang,akhirnya dia memberanikan diri untuk menghubunginya,


Dan Nico pun menjawab panggilan dari Clara,


Clara menanyakan bagaimana keadaan nya sekarang,apakah tangannya masih sakit atau ada yang dibutuhkan untuknya,


Nico senang dengan semua perhatian dari Clara,


Nico pun merespon semua perhatiannya dengan sikapnya yang baik dan manis kepadanya,


Nico dan Clara semakin dekat,namun Nico menganggap kedekatan mereka hanya sebatas sahabat atau rekan,lain halnya dengan Clara yang menginginkan lebih dekat lagi dengan Nico,


Clara pun mengajak Nico untuk makan malam bersamanya,


Andre yang mengetahui kalau Nico diajak makan malam oleh Clara tersenyum,dia menawarkan Nico untuk mengajak Clara ke tempatnya,


Nico pun setuju dengan saran Andre,


Karena ternyata Nico mulai menyukai tempat tongkrongan Andre dan teman-temannya


Sebuah bar yang banyak di datangi mereka yang sedang dalam masalah,


Nico pun setuju untuk makan malam bersama Clara di tempat tongkrongan Andre,Clara pun tidak keberatan,


...


Sepanjang waktu Malika bekerja,dia terus teringat akan Nico dan semua kata-katanya yang kasar,


"Bagaimana ini,bagaimana denganmu co?"


Ucap Malika sedih,


Sherli datang ke meja Malika,memastikan bahwa Malika baik-baik saja,karena Sherli melihat mata Malika sedikit sembab


"Kau tidak apa-apa ka?"


Tanya Sherli padanya,


"Iam oke ka,terimakasih atas perhatiannya"


Malika mengakui bahwa dirinya baik-baik saja pada Sherli,dia tidak ingin yang lain tahu kalau saat ini dirinya sedang di runding Maslah uang begitu besar,


"Ka,aku mau tanya,?"


Ucap Malika pada Sherli,


"Apa perusahaan Mahardika grup membuka cabang di Jakarta"


Tanya Malika,


"Loh kenapa kamu bertanya seperti itu,memangnya ada apa?"

__ADS_1


Tanya Sherli pada Malika,


"Aku ingin sekali ke Jakarta ka"


__ADS_2