Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Perasaan Clara


__ADS_3

Akhirnya Keenan membangunkan Malika yang sekian lama kepanasan diluar menunggu mereka pulang,


"Ayo kita pulang,bangunlah sekarang"


Ucap Keenan memaksa Malika untuk bangun dan jangan memohon lagi seperi itu,karena dia tidak suka.


Malika pun bangkit dan langsung memeluk Alana yang terlihat sangat bahagia melihat Malika tersenyum dan keduanya bisa kembali akur,


"Tapi ibu bagaimana jika kita pulang om,Alana ingin sama ibu"


Ucap Alana yang tidak mau pulang karena ingin tetap bersama ibunya,


Malika pun memberi usul untuk dirinya pulang terlebih dahulu bersama Alana,agar Keenan bisa berpikir jernih demi keadaan dan keputusan untuk suci


"Bapak tidak usah cemas,Alana akan berada di rumahku,aku akan menjaganya,bapak fokus saja dengan keadaan mba suci"


Ucap Malika sedikit bijak.


Keenan pun menyetujui saran Malika,meski hatinya tidak ingin merepotkan orang lain,namun saat ini memang dia harus menerima bantuan dari orang lain.


Alana akhirnya mengalah dan ikut bersama Malika pulang kerumahnya,


Tak lupa keenan juga berterimakasih kepada Malika karena sudah mau menolong keluarganya disaat seperti ini.


Keenan pun masuk kembali kedalam rumah sakit,sedangkan Malika bersama Alana coba pergi pulang ke rumah Malika,dengan menaiki taksi.


Di rumah Malika sangat memanjakan Alana,mulai dari mandi,makan dan lain sebaginya,


Malika merasa seperti mempunyai adik baru,mengurus Alana


Bu Arum pun menyukai semua yang dilakukan Malika kepada Alana,dia tersenyum menyukai Malika yang begitu sangat memperhatikan Alana,


...


Dilain tempat adik bungsu Nico pun juga sudah mulai boleh pulang, karena keadaannya sudah membaik,


"anak ibu sudah bisa pulang"


Ucap dokter pada Bu Ratna,


Nico yang mendengar semua itu pun merasa lega karena akhirnya adiknya bisa pulang dan semoga lekas sembuh,


"Sebelum itu ibu bisa urus semua administrasinya di depan"


Mendengar itu Clara pun segera mengajak Nico untuk ikut dengannya mengurus semua administrasi adiknya,


"Ayo co,biar aku bantu administrasinya"

__ADS_1


Ucap Clara dengan senyum manisnya,


Nico pun mengingat perkataan dokter padanya yang menyatakan bahwa Clara harus rutin cek kesehatan setiap satu Minggu sekali,


"Oh ya Clara,ini sudah satu minggu dari kamu sakit dulu,kamu belum check up lagi kan,kenapa tidak sekalian disini saja periksa kesehatanmu"


Nico coba mengingatkan tentang penyakit Clara,


Clara yang saat itu sudah mulai melupakan dramanya dibuat terkejut dengan semua nasihat Nico kepadanya,


Drama antara dirinya dan sang dokter yang telah menyeting semua penyakit yang dia derita selama ini kepada Nico,


Clara berbohong pada Nico akan penyakit kanker darah stadium 4 yang dideritanya,Clara berbohong agar Nico tidak jadi pergi ke Bandung kala itu,dan Clara bisa memanfaatkan waktunya bersama dengan Nico dengan alasan penyakitnya itu,


Dan saat ini Clara pun bingung harus menjawab apa saat Nico mengingatkannya untuk check up.


Clara pun berpikir,dan mulai merangkai kata untuk keluar dari jebakannya sendiri.


"Tapi saat ini tidak ada keluhan yang aku rasakan co,semua berkat kamu"


Jawab Clara tersipu,


Nico pun bingung dengan maksud ucapan Clara kepadanya,


"Maksud kamu"


"Ya,semua berkat kamu,berkat semua perhatian dan kasih sayang mu selama ini yang telah mengurusku,aku mencintaimu co"


Tiba-tiba saja Clara mengungkapkan perasaannya pada Nico.


Nico pun dibuat diam dengan perasaan cinta Clara kepadanya,


Tidak mungkin Nico bisa mencintai wanita lain selain Malika,cintanya hanya untuk Malika,Nico tidak bisa berpaling pada wanita lain selain Malika,karena dunia ya hanyalah Malika.


"Aku tahu,pasti kamu terkejut dengan semua ungkapan perasaanku padamu,aku juga menyadari jika kamu tidak mungkin mencintaiku,karena kamu hanya mencintai Malika,tapi apa salah jika aku juga mencintaimu,apa salah disisa umurku yang tidak lama lagi aku merasakan cinta dari orang yang aku cintai"


Lanjut Clara saat Nico masih terdiam,


Clara terus berucap tentang penyakit nya yang Takan berumur lama pada Nico untuk menarik simpatinya agar Nico berpikir kembali untuk menerima cintanya,meski dengan rasa kasihan,


Nico pun merasa iba dengan semua yang terjadi pada Clara,


Nico menyayangi Clara,namun hanya sebatas teman,Nico juga merasa nyaman jika bersama Clara,namun nyaman sebatas saudara,tidak lebih,Nico selama ini selalu menemani Clara juga karena dia kasihan kepadanya.


"Aku ingin disisa umurku,kebahagiaan datang di setiap waktuku dengan ditemani oleh pria yang kita cintai,Aku akan pergi dengan tenang jika semua itu bisa terjadi"


"Kamu jangan bicara seperti itu Clara,kamu tidak akan pergi kemana-mana,yakinlah kamu akan sembuh"

__ADS_1


Jawab Nico dengan pikiran yang bingung dengan semua keinginan terakhir Clara kepadanya,


Clara pun menangis dan menyenderkan kepalanya pada Nico,dan itu membuat dirinya nyaman,meski Nico begitu risih dengan sikap Clara,namun dia coba mengerti.


Dan disaat itu pula,Keenan melihat Nico dan Clara sedang berpelukan,Keenan mengenal wajah Nico dari ponsel Bu Arum yang memberitahunya jika dia adalah Nico pria yang sangat mencintai Malika,


Keenan yang melihat semuanya hanya menganggap semua pria sama saja,sama-sama serakah akan wanita,


"Bagus sekali jika Bu Arum melarang Malika melanjutkan hubungannya dengan pria itu,ternyata dia pria tidak baik, dia tidak pantas untuk Malika"


Ujar Keenan dengan kesal dengan semua yang dia lihat,dia pun melanjutkan langkah nya menuju ruang operasi yang tak jauh dari tempat administrasi.


Clara tersenyum menang saat berada dalam dekapan Nico,


"Aku yakin kau pasti tidak akan berani menolak Nico"


Ucap hati Clara yang licik.


Dan ternyata Clara memang sudah berhasil membuat hati dan pikiran Nico iba kepadanya sehingga dia ingin mengabulkan semua keinginannya untuk hidup bersama pria yang dia cintai.


"Sudah ya,semua pasti akan baik-baik saj,sekarang kita urus dulu kepulangan adikku oke"


Nico melepas dekapan Clara dengan pelan agar Clara tidak tersinggung kepadanya.


Clara pun mengerti dan melepaskan dekapannya pada Nico,Clara dan Nico kini mengurus administrasi kepulangan adiknya,


Semua biaya untuk pengobatan adiknya ditanggung oleh Clara semua,termasuk alat bantu dan obat-obatan dari luar semua sudah Clara bayar.


Keenan coba menghubungi ponsel Bu Arum untuk menanyakan keadaan Alana di rumahnya,


Dia juga bertanya Malika tidak akan pergi kemana-mana kan,dia memerintahkan Malika untuk selalu menjaga keponakan nya,jangan sampai dia pergi keluar rumah,


Bu Arum pun hanya menjawab semua baik-baik saja,


"Nak Keenan tidak usah khawatir,semua baik-baik saja,Alana kami rawat seperti bagian keluarga kami sendiri,jadi kau tidak usaha khawatir,fokuslah pada operasi suci "


Jawab Bu Arum pada Keenan berharap semoga suci bisa cepat sadar dan sembuh kembali,


Sa***lam reader semua


semoga selalu dalam keadaan sehat semua ya,,,


mohon maaf 3 hari kemarin author meriang jadi gak bisa up 🙏🏻🙏🏻


selanjutnya up setiap harinya,


tapi jangan lupa tinggalkan like,komentar,vote dan tips nya ya .biar author lebih semangat lagi menulisnya 🥰🥰

__ADS_1


kalian juga bisa sumbang ide kalian di komentar ..terimakasih***


__ADS_2