Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
sakit hati


__ADS_3

Dalam hati Bu Arum menggerutu kesal karena Nico berani datang ke rumahnya bersama Malika.


Apa yang akan dia lakukan dan mengapa Malika sampai hati menghianati pesan ibunya agar tidak berhubungan lagi dengan Nico.


"Ada apa kamu kesini?"


Tanpa mempersilahkan masuk rumah,Bu Arum terlihat sinis dan bertanya kenapa Nico darah ke rumahnya.


"Kita bicara di dalam yuk Bu,gak enak dilihat tetangga"


Malika meminta Bu Arum untuk mempersilahkan Nico masuk terlebih dahulu.


Bu Arum pun tak mampu menolak,akhirnya mereka pun masuk kedalam rumah, Malika mempersilahkan Nico untuk duduk sedangkan dia membuatkan minum untuknya.


"Sebentar ya co aku ambilkan minum dulu"


Malika berlalu ke dapur meninggalkan Nico dan Bu Arum duduk berdua,


Nico merasa gugup,dia sangat ragu jika ajakannya untuk menikahi Malika akan Bu Arum terima.


Suasana pun hening,Bu Arum sangat malas sekali harus bicara dengan Nico.


Akhirnya Bu Arum pun berdiri dan hendak meninggalkan Nico sendirian di ruang tamu.


"Tunggu Bu"


Malika dari belakang memanggil ibunya untuk berhenti dan jangan meninggalkannya.


"Ibu jangan pergi,ada hal yang ingin Nico sampaikan pada ibu?"


Lanjutnya.


Bu Arum pun menoleh dan menghentikan langkahnya dan duduk kembali di kursi.


"Sebenarnya kami ingin bicara serius dengan ibu,ya kan co?"


Ucap Malika pada ibunya dan bertanya pada Nico.


"Ia Bu,maafkan Nico sebelumnya karena sudah lancang dan berani masuk ke rumah ibu?"


Nico mulai perbincangan dengan meminta maaf terlebih dahulu.


"Memangnya apa yang ingin kalian bicarakan,cepatlah ibu tidak ada banyak waktu,ibu harus menyelesaikan pekerjaan ibu"


Masih dengan raut wajah yang ketus,Bu Arum meminta Malika dan Nico untuk tidak berlama-lama bicara dengannya.

__ADS_1


Malika dan Nico saling berpandangan,kedua mata mereka memberi kode untuk langsung mengutarakan maksud Nico padanya,


Nico pun paham,hingga akhirnya dia langsung mengutarakan maksudnya.


"Sebenarnya saya ingin menikahi Malika"


Sebuah kalimat yang sangat di damba oleh seorang gadis dari pujaan hatinya, sebagai tanda keseriusan cinta mereka.


Namun kalimat itu tidak ingin Bu Arum dengar dari mulut Nico .


Seketika tatapan Bu Arum berubah,dia ingin sekali marah karena Nico berani sekali melamar Malika,sedangkan Bu Arum tahu dengan jelas asal usul Nico.


Dalam hati Bu Arum tidak ingin membiarkan anaknya terjebak pada pria seperti Nico,karena disaat ayahnya berdosa pada suaminya maka tidak mustahil jika Nico pun bisa melakukan hal yang sama dengan sang ayah.


"Saya tahu,mungkin keputusan saya terlalu terburu-buru,tapi percayalah niat saya baik,saya ingin menikahi Malika dan membahagiakannya Bu"


Ucap Nico coba meyakinkan Bu Arum.


Namun meski berapa kali pun Nico coba meyakinkannya,hati Bu Arum sudah tertutup untuknya semenjak dia tahu jika Nico adalah anak dari Gunawan.


Dia tidak ingin berhubungan dengannya.


"Malika mohon Bu,ibu mau merestui kami kan?"


Tanya Malika ikut meyakinkan niat Nico untuk menikahinya.


Lanjut Malika.


Dengan cepat,Bu Arum menarik tangan Malika dari samping Nico dan berdiri,


Bu Arum mengusir Nico.


"Saya mohon pergilah,sebelum saya benar-benar marah pergi sekarang juga"


tanpa menjawab lamaran Nico Bu Arum berdiri dan mengusir Nico,


Nico sangat terkejut,Bu Arum bisa Setega itu kepadanya,apa rasa bencinya terlalu besar hingga dia begitu sangat tidak ingin Nico berada di samping Malika walau hanya sebentar.


"Jangan usir Nico Bu,niat Nico baik,dia ingin menikahi Malika dengan restu ibu,"


"Diam..


Pergi kamu ke kamar,ibu tidak mau kamu bicara sepatah katapun"


Mendengar Bu Arum marah kepadanya,Malikapun berlari ke kamarnya dengan menangis,dia sangat sedih karena ibunya tega berbuat seperti itu padanya.

__ADS_1


Melihat Malika menangis dan pergi dari sana,Nico sudah tidak tahan lagi,


"Baiklah Bu baik,saya akan pergi,tapi jangan marahi Malika,kasihan dia,Malika tidak bersalah dalam hal ini,ayahku yang bersalah,ya ayahku,itu sebabnya ibu tidak mau saya menjadi bagian hidup Malika kan?"


Mendengar semua penjelasan Nico,Bu Arum sangat terkejut,mengapa dia tahu jika ayahnya adalah pembunuh suaminya,dan mengapa dia mengatakan semua itu dengan jelas padanya.


"Saya tahu semua,saya mohon bu,jangan hukum Malika atas apa yang terjadi di masa lalu,kami saling mencintai,mungkin ayahku memang orang yang jahat,tapi dia sudah mendapatkan balasannya dengan hukuman di penjara itu"


"Mendapat balasan katamu,tidak Nico tidak,semua hukuman apapun tidak akan pernah membalaskan kematian suamiku,apakah dengan kurungan penjara suamiku akan kembali hidup, tidak kan,berpikirlah,.jika kau masih menghargai ku sebagai ibunya Malika,pergi sekarang juga dan jauhi Malika,jangan pernah kamu temui lagi Malika."


Dengan tegas Bu Arum meminta Nico untuk tidak masuk di kehidupan Malika.


Nico tidak mampu lagi membalas semua ucapan Bu Arum padanya,karena percuma saja jika dia lanjutkan perdebatan mereka,yang ada nanti malika tahu yang sebenarnya,karena Nico memang tidak ingin Malika tahu jika dia adalah anak dari pembunuh ayahnya.


Nico pun pergi dan pamit pada Bu Arum,dia coba bersikap baik meski Bu Arum masih belum bisa bersikap baik padanya.


...


Di dalam kamar Malika menangis sedih mengingat penolakan ibunya pada Nico yang berniat ingin menikahi dirinya,


Dia tidak menyangka ibunya bisa tega bersikap kasar memarahi dirinya di depan Nico.


Apa salahnya dan kenapa?


Ponsel Malika pun berbunyi,satu pesan masuk dari Nico dia meminta Malika untuk tidak bersedih dan tetap tersenyum,anggaplah ini sebagai ujian cinta mereka untuk secepatnya bersatu.


Seketika bibir Malika pun kembali merekah dan tersenyum membaca pesan dari Nico,Malika mulai menyeka air matanya yang membasahi pipi merahnya.


Malika pun meminta Nico untuk menemuinya di cafe biasa mereka bertemu.


Nico menyarankan agar mereka tidak dulu bertemu karena Bu Arum masih sangat marah kepadanya.


Namun Malika memaksa karena dia ingin sekali bertemu dengannya.


Tanpa meminta ijin,Malika pun pergi meninggalkan rumah untuk bertemu dengan Nico.


Bu Arum yang melihat Malika pergi bertanya padanya mau kemana dia pergi,


"Malika mau pergi keluar Bu"


"Ibu tidak ijinkan kamu pergi kemana-mana"


Tanpa menjawab ucapan sang ibu,Malika pun langsung membuka pintu dan pergi keluar dengan terburu-buru,


Di cafe,Nico sudah menunggu Malika,dengan membawa sebuah obat bius untuk merangsang hasrat Malika kepadanya.

__ADS_1


Ya,sakit hati karena penolakan Bu Arum padanya,membuat pikiran Nico pendek,dia berniat ingin menjebak Malika dengan cintanya.


Nico ingin menjerat Malika dengan merenggut kesuciannya hingga dia tidak akan pernah meninggalkannya meski ibunya sendiri melarang keras hubungan mereka.


__ADS_2