
Keenan pun segera mencari darah untuk Malika,karena persediaan di rumah sakit hanya sedikit,sedangkan Malika membutuhkan banyak darah.
Keenan terus menelpon seluruh rekan kerja dan semua pegawainya berharap ada yang bergolongan darah sama dengan Malika,Sherli pun melakukan hal yang sama dengan Keenan,dia juga menelpon teman-temannya berharap ada seseorang yang bergolongan darah sama dan mau mendonorkannya.
Seseorang tersenyum menang melihat pemandangan Bu Arum yang sedih,Keenan yang cemas dan Sherli yang terus panik, membuat suasana semakin tegang.
Dilain tempat Seorang wanita yang sangat membenci Malika,kini tersenyum menang,karena dendamnya kini terbalaskan.
"Semoga kau tidak selamat Malika"
Ucap Lidya yang dipenuhi dengan rasa amarah dan dendam pada malika.
Ternyata si penabrak lari tersebut bukan lain adalah Lidya,semua yang terjadi pada malika.sudah dia sering sebelumnya,dimana saat Lidya tahu jika Malika keluar bersama Sherli,dia mengikuti mereka dan mengetahui jika Malika dan Sherli hendak makan di luar.
Lidya menunggu saat nya tiba dimana malika.turun dari mobil Sherli dan akan langsung menabraknya,
Namun kedatangan seorang anak kecil menunda aksinya untuk langsung menabrak Malika saat dia turun dari mobil Malika.
Dan saat Lidya menyadari jika dengan Malika menolong anak kecil itu justru semakin melancarkan niatnya untuk menghabisi Malika,dia segera putar arah dan sudah mengira jika Lidya akan menabrak anak kecil itu,maka Malika tidak akan tinggal diam, dia pasti akan menolong anak kecil itu.
Dan benar saja,dengan kecepatan tinggi Lidya melakukan mobilnya untuk menabrak anak kecil yang sudah Malika tolong,dan disaat yang bersamaan Malika yang belum berpaling dari pandangannya pada anak kecil tadi langsung dibuat terkejut dengan kedatangan sebuah sedan yang melaju kencang ke arah anak kecil itu.
Malika pun segera menyelamatkan anak kecil itu dengan berlari sekuat tenaganya,berpacu dengan laju maju mobil sedan Lidya,hingga akhirnya si anak berhasil selamat karena Malika mendorongnya ke tepian,
Namun naas,Malika tidak bisa menghindar dari serangan sedan yang melaju bagaikan kilat itu,hingga akhirnya tubuh Malika terlempar cukup jauh.
Dan jatuh terbentur dengan keras ke aspal.
"Hahahaha akhirnya aku merasa puas dengan semua ini,"
Ucap Lidya merasa bahagia,
Namun meskipun Lidya sudah berhasil mencelakai Malika,hatinya belum seutuhnya menang,karena dia belum berhasil mendapatkan cinta Keenan yang sudah sedari dulu tumbuh dihatinya.
__ADS_1
Lidya akan terus berusaha mendapatkan cinta Keenan meski dia sudah tidak bekerja di perusahaannya.
"Aku yakin,aku akan bisa membuatmu jatuh cinta padaku pak Keenan"
Keyakinan hati Lidya akan cinta nya pada Keenan.
Lidya pun berlalu dengan senyum liciknya meninggalkan pemandangan tegang Keenan dan keluarga Bu Arum.
***
Nico dan Clara sedang asik makan di sebuah resto,Clara coba menanyakan kembali perihal cintanya pada Nico,
Nico pun sudah bosan dengan semua ungkapan cinta Clara padanya.meski sudah beberapa kali Nico menolaknya,namun Clara seakan tidak bosan mengungkapkan cintanya.
Dan tiba-tiba saja saat Clara hendak berdiri untuk pulang,Clara jatuh pingsan di hadapan Nico,dan itu membuatnya sangat panik dan cemas.
"Clara Clara bangunlah"
Nico coba menyadarkan Clara.dia segera membawa Clara kedalam mobil untuk dia periksaan ke rumah sakit.
Satu drama pun berhasil Clara ciptakan untuk mengetuk kembali hati Nico secara perlahan.
Dan ternyata drama nya itu berhasil,Nico sangat panik dan kasihan kepada Clara,
Dokter pun menyuruh Nico untuk keluar sebentar,karena dia hendak memeriksa Clara.
Nico pun keluar dan menunggu di ruang tunggu dengan sangat cemas,
Pikirannya melayang,
"Apa mungkin Clara akan meninggal sekarang?"
Pikirannya semakin kacau mengingat kondisi Clara yang masih belum sadarkan diri.
__ADS_1
Di dalam ruangan,dokter dan Clara justru sedang berbincang,
"Sudah saya bilang mbak,saya tidak mau lagi membohongi tentang penyakit mba ini,saya tidak mau citra kedokteran saya akan rusak hanya gara-gara berbohong untuk membantu mbak"
Jelas dokter yang sudah tidak ingin menolong Clara untuk bekerja sama dengannya.
Dari awal dokter itu pun memang sudah menolak permintaan tolong Clara untuk berbohong pada Nico mengenai penyakit palsunya,namun Clara berhasil membujuk sang dokter dengan segala bujuk rayunya.hingga akhirnya sang dokter pun mau berbohong pada Nico jika dirinya sedang mengidap kanker darah stadium akhir,dan umurnya tidak akan lama lagi.
Dan kali ini dokter pun menolak untuk menolong Clara membohongi Nico,namun karena kecewa sang dokter tidak mau membantunya,saat dokter membalikan badannya hendak duduk di kursi nya,Clara pun mengambil sebuah gunting operasi dan mengancam dokter jika Clara akan melakukan percobaan bunuh diri jika dia tidak mau menurutinya.
"Jika kau tidak mau menolongku,maka jangan salahkan aku jika aku akan mengakhiri hidupku disini"
Ucap Clara menodongkan sebuah pisau operasi pada dokter yang tersungkur jatuh ke lantai karena di dorong oleh nya.
Sang dokter pun dengan terpaksa kembali menyetujui permintaan Clara padanya untuk berbohong lagi pada nico.hingga Nico pun kini masuk ke ruangan clara dokter coba menjelaskan pada Nico,kalau kondisi Clara saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Clara harus di jaga baik-baik,jangan sampai kecapean,karena penyakitnya semakin parah,
Dokter pun mengingatkan kembali pada Nico jika umur Clara hanya sebentar lagi,mungkin hanya satu tahun atau beberapa bulan lagi,dokter pun menyarankan Nico untuk selalu membahagiakan Clara,karena suasana hati yang bahagia akan membuat kesehatannya pulih.
Nico tidak mengerti dengan pesan terakhir dokter padanya yang mengatakan jika Clara harus selalu bahagia di sisa umurnya.
***
Di sebuah taman yang menghadap danau Lidya duduk sendiri menatap selembar foto lama dirinya dan sahabat nya yang bernama Kartika,sahabat baik yang selalu ada untuknya.
Sahabat yang menjadi kekasih Keenan di masa lalu.
Lidya menatap tajam foto itu dengan penuh amarah,dia kembali mengingat masa lalunya dulu yang indah dengan sahabatnya sebelum malapetaka terjadi kepada mereka yang mengakibatkan hubungan mereka terputus.
Di masa lalu Kartika dan Lidya bersahabat baik,mereka saling berbagi dalam senang maupun duka,hingga akhirnya Kartika bertemu dengan Keenan dan dekat dengannya,
Seiring berjalannya waktu kedekatan yang terjalin diantara Kartika dan Keenan berhasil menumbuhkan benih cinta di hati masing-masing.
__ADS_1
Keenan pun mengungkapkan perasaan cintanya pada Kartika,
Kartika yang kala itu masih menjadi karyawan baru di perusahaan Mahardika grup selalu sharing semua hal dengan Lidya sahabatnya,termasuk perasaan cintanya pada Keenan.