
Arkana meminta Keenan untuk mendengarkannya sebentar,
Dia ingin menceritakan semua kebenaran yang terjadi diantara Kartika dan Keenan.
"Dengarkan aku dulu,jika kamu tidak ingin menyesal nantinya"
"Apa lagi yang ingin kamu bicarakan,sudah jelas dia yang mengkhianati ku dulu,dia telah tidur satu kamar dengan pria lain,bahkan aku tidak ingin mengingatnya lagi"
Jawab Keenan menepis semua pembelaan Arkana untuk Kartika dengan emosional.
"Tidak,bukan itu yang sebenarnya terjadi?"
Jawab Arkana coba meyakinkan.
"Sudahlah aku tidak ingin mendengar tentangnya lagi,hidupku sudah cukup damai tanpa dirinya"
Jawab Keenan dengan tenang,sambil berjalan membawa bolpoin di mejanya.
"Ini semua karena Lidya Keenan,kau harus percaya padaku"
Ucap Arkana berharap Keenan mau mendengarkannya.
Keenan pun sejenak terdiam saat mendengar nama Lidya terucap dari mulut Arkana .
"Ya,sebenarnya yang terjadi karena lidya.dia sengaja menjebak Kartika bersama seorang pria di dalam hotel agar kamu mengira dia mengkhianatimu,itu yang sebenarnya terjadi"
Keenan tersenyum dan berpikir mengapa Arkana sampai segitunya membela Kartika agar dia mau memaafkan Kartika.
"Aku yakin,kau pasti berpikir mungkin aku sedang mengarang cerita ini,tapi memang inilah yang terjadi sebenarnya,Lidya juga sudah mengakui semua kesalahannya pada Kartika,lihatlah ini"
Arkana memperlihatkan sebuah video Lidya yang sedang meminta maaf pada Kartika akan kesalahannya di masa lalu.
Dan ternyata untuk memperkuat bukti,Arkana langsung merekam semua yang dia lihat agar Keenan percaya padanya,karena dia tahu Keenan buka tipe pria yang mudah percaya begitu saja.
"Maafkan aku Kartika,sebenarnya semua yang terjadi padamu malam itu,aku yang merencanakannya,aku yang memanggil pria itu untuk tidur di sampingmu agar Keenan melihat dan mengira kamu telah mengkhianatinya,cinta di hati ini sudah membuat aku buta ka,sehingga aku bisa melakukan semuanya padamu,maafkan aku,sungguh aku menyesal "
Lidya menangis tak hentinya pada Kartika,dia meminta maaf dan menyesali semua yang telah dia lakukan padanya.
Sebagai wanita biasa,Kartika pun marah sama seperti yang lain jika hal ini menimpanya.
Kartika diam dan melepaskan genggaman tangan Lidya,terlihat sekali pandangan kekecewaan di mata Kartika pada Lidya,
Dia tidak menyangka jika sahabatnya tega melakukan hal serendah itu padanya.
Lidya terus meminta maaf padanya berharap Kartika mau memaafkannya.
"Aku mohon maafkan aku Kartika,aku mohon"
Lidya bersujud meminta maaf pada Kartika.
__ADS_1
Kartika tidak tega melihat penyesalan yang dalam di mata Lidya untuk semua kesalahannya.
Kartika pun meminta Lidya untuk bangkit dan berdiri,kemudian dia pun memeluk Lidya seraya berkata.
"Semua sudah terjadi,aku pun sudah melupakan semuanya,jangan menangis "
Kartika mengusap air mata Lidya,dia tidak tega melihatnya menangis menyesali semua kesalahannya.
"Apa kau Sudi memaafkan ku untuk semuanya?"
Kartika pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil pada Lidya.
Lidya merasa tenang karena kini Kartika sudah mau memaafkannya.
Dalam hati Lidya berniat untuk meminta maaf juga kepada Malika,namun dia menunggu waktu yang tepat untuk melakukan semuanya.
Arkana pun memuji keberanian Lidya yang mau mengakui kesalahannya pada Kartika,dia tidak menyangka jika Lidya bisa melakukan dan menyesali semuanya.
"Semoga kau memang benar-benar berubah dan menyesali semuanya Lidya"
Ucap Arkana berharap yang terbaik untuk Lidya.
...
Keenan yang melihat semua video bukti penyesalan Lidya kepada Kartika terdiam dan bingung harus menerima kenyataan ini atau tidak.
"Itu artinya Kartika tidak salah?"
Ucap Keenan dalam kebisuannya.
"Ya,Kartika tidak mengkhianatimu sama sekali,dia sangat mencintaimu bahkan sampai detik ini dia pun masih menjaga perasaannya untukmu"
Jawab Arkana.
Keenan dibuat dilema dan gelisah harus berbuat apa,hatinya kini sudah berada pada Malika,namun masa lalu yang terungkap membuat sanubarinya kembali mengingat Kartika.
"Temui lah dia,selesaikanlah semua kesalahpahaman kalian."
Saran Arkana pada Keenan,sebagai sahabat dia ingin yang terbaik untuknya.
...
Kartika merasa terharu atas tawaran dari Malika yang ingin membantunya,
Niat hati ingin merebut kembali cinta Keenan untuknya,namun kini niatnya seakan hilang kala melihat kebaikan Malika yang tulus.
Kartika pun pamit pada Malika untuk pulang,
Malika menawarkan diri untuk mengantarnya,namun Kartika menolaknya,dia tidak ingin semakin merepotkan Malika.
__ADS_1
Karena sedang libur semester,Tiara kini pulang kembali ke Bandung untuk waktu yang tidak di tentukan,dia ingin sekali menemui Malika sahabatnya.
Dan kebetulan saat Nico melintas di terminal kereta,dia tidak sengaja melihat Tiara keluar dari station,
Nico pun menghentikan motornya dan menyapa Tiara.
"Tiara kau pulang"
Tanya Nico menyapa Tiara,
Nico menawarkan diri untuk mengantar Tiara pulang,
Tiara pun tidak keberatan dan menerima tawarannya,karena Tiara tahu meski Nico pria tempramen,namun dia sangat baik pada semua temannya,terlebih pada karib Malika yaitu Tiara.
Akhirnya Tiara dan Nico pun berangkat,sepanjang perjalanan Nico banyak bertanya seputar kesibukan Tiara di Surabaya,bagaimana studi nya dan bagaimana situasi disana.
Tiara pun menjawab semua pertanyaan Nico dengan asyik dan santai aja,Tiara menyebutkan jika dirinya sangat betah disana,dia mempunyai banyak teman baru disana.
"Syukurlah kalau kau menemukan teman yang baik disana"
Nico pun memulai perbincangan tentang niatnya mencari tahu alasan sebenarnya mengapa Bu Arum tidak mau merestui hubungan mereka.
Nico meminta bantuan Tiara untuk mencari tahu semua itu,setidaknya jika Nico tahu alasan nya,maka dia akan mencari cara agar Bu Arum kembali merestuinya.
"Baiklah co,karena aku temanmu,sebisa mungkin aku akan mencari tahu dan membantumu agar Bu Arum kembali merestui hubungan kalian kembali"
Jawab Tiara membuat Nico merasa seseorang ada yang mendukungnya saat ini.
"Terimakasih sebelumnya Tiara,kamu memang sangat baik"
Tiara hanya menepuk punggung Nico dan tersenyum menyuruh Nico untuk tidak berterimakasih padanya,karena mereka sudah berteman sejak lama.
Nico dan Tiara pun sampai di depan rumah Tiara.
Sang bunda pun sudah menunggunya di depan rumah,dia bertanya mengapa Tiara bisa di jemput oleh Nico.
Tiara pun menjelaskan jika dirinya tidak sengaja bertemu dan kebetulan jalannya searah jadi Tiara bersedia ikut bersamanya.
Kedua orangtua Tiara pun meminta Nico untuk masuk dulu ke rumah,namun Nico menolaknya dengan lembut,
"Terimakasih om,tante lain waktu Nico main kembali kesini,"
Nico menolak tawaran mereka dengan senyumnya.
Nico pun merasa tenang karena kini dia mendapat kawan untuk membantunya mencari tahu alasan Bu Arum tidak merestui nya.
Nico berharap banyak pada Tiara,semoga dia bisa membantunya kali ini.
Dia tidak akan menyerah mengejar cinta Malika kembali.apapun akan dia perjuangkan demi cintanya pada Malika.
__ADS_1