Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Rishi


__ADS_3

Di klinik, Malika yang hanya sendirian akhirnya kini merasa kesepian, karena suster sedang sibuk memeriksa pasien lain.


Untuk mengisi kesepiannya, Malika pun berjalan menyusuri lorong klinik dengan membawa selang infus yang masih menancap di tangannya.


Klinik itu tidak terlalu besar, tidak juga terlalu kecil, ada sekitar 4 kamar pasien dan beberapa suster yang lalu lalang memeriksa pasien lain.


Malika akhirnya duduk di sebuah kursi kecil di bawah pohon rindang menikmati angin yang berhembus dengan damainya, rasanya setelah sekian lama, Malika kembali merasakan kedamaian kembali setelah semua yang terjadi menimpanya.


Setelah semua maslah hidup yang menderanya, baru kali ini lagi Malika merasakan ketenangan hati yang damai.


Malika sangat menikmati semilir angin yang meniup setiap ujung rambutnya dengan lembut.


Dia menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, Malika melihat ke arah sekitar klinik yang penuh dengan penghijauan,


Malika tidak sengaja melihat seorang nenek yang sedang berjemur di bawah terik matahari sendirian.


"Kenapa nenek itu sendirian? Loh kemana keluarganya ya?"


Pikir Malika saat itu, akhirnya Malika pun menghampiri nenek tua yang sedang berjemur sendirian.


Malika mengucapkan salam pada nenek itu dan duduk disampingnya.


"Boleh saya duduk disini nek?"


Tanya Malika pada nenek itu.


Nenek itu hanya tersenyum memandang Malika, namun seketika, senyumnya hilang, nenek itu kembali tertunduk sedih, terlihat ada beban pikiran yang sedang nenek itu alami.


"Kalau boleh tahu, nenek sakit apa?"


Tanya Malika serius.

__ADS_1


Nenek tua yang bernama nenek Rima itu akhirnya menceritakan sedikit tentang apa yang telah mengganggu pikirannya.


Nek Rima mengatakan jika dirinya saat ini sedang mengalami hal tersulit di hidupnya, tanpa bertanya lagi Malika pun cukup tahu jika saat ini nek Rima mengalami kerinduan yang mendalam akan keluarganya yang sudah tiada.


"Andai dulu kami tidak jadi pergi kesana? Mungkin saat ini anak dan menantuku masih hidup?"


Ucapnya berlarut dalam kesedihan.


Malika coba menjadi pendengar yang baik untuk nek Rima, hingga akhirnya dia merasa nyaman dengan Malika, nek Rima menceritakan semua tentang keluarganya pada Malika,


Nek Rima menyukai Malika karena dia sangat baik menurutnya.


Dan tiba-tiba saja seorang pria berjas hitam datang menghampiri nek Rima.


" Cucuku Rishi?"


Ucap nek Rima memanggil pria yang datang menghampirinya itu.


Malika terkejut saat melihat pria yang nek Rima katakan sebagai cucunya.


Tunjuk Malika pada pria yang kemarin menyelamatkannya di terminal.


Pria yang telah menyelamatkan Malika ternyata bernama Rishi, cucu dari nek Rima,


Nek Rima bertanya sejak kapan mereka saling mengenal.


"Tidak nek, Malika kemarin kecopetan, dan untunglah cucu nenek yang menyelamatkan tas Malika"


Nek Rima pun tersenyum, dan memuji Rishi,


"Pantas saja kamu kemarin terlambat jemput nenek dari rumah dan baju kamu lusuh sekali, ternyata kamu habis menolong nak Malika?"

__ADS_1


Jawab nek Rima pada Rishi.


Rishi yang berperawakan tinggi berisi terlihat sangat gagah, karena ternyata dia adalah seorang tentara angkatan udara muda yang belum lama ini baru di angkat menjadi kapten di regu dia bertugas.


Rishi terlihat sangat tampan dan rapih, maka tidak aneh jika setiap wanita yang melihat Rishi pasti akan tergoda dengan pesonanya.


Namun sikap dan wajah Rishi yang acuh dan cenderung cuek, justru membuatnya dijauhi para wanita, namun meskipun begitu, Rishi menikmati posisi dan statusnya.


***


Di tempat baru, Nico bekerja setengah hati di hari pertama, entah apa yang dia rasakan, tapi Nico merasa jika sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya dan rumah tangganya.


Meski Nico berusaha untuk bersikap tenang, namun hatinya tidak bisa berbohong, Nico sangat mencemaskan Malika yang saat ini sedang sendirian di klinik.


"Apa yang sedang Malika lakukan sekarang? bagaimana keadaannya? Astaga aku lupa, aku tidak meninggalkan ponsel untuknya? Pasti Malika sangat kesepian"


Ujar Nico yang berniat sehabis istirahat dia akan segera menemui Malika di klinik.


Di ruangan biasa dia bekerja, Clara mengintai Nico dari balik jendela, Clara menatap Nico dengan sangat tajam dan sinis,


Dengan senyum liciknya, Clara berucap pada dirinya sendiri akan Nico.


"Mungkin kamu pikir aku masih mencintaimu Nico? Tidak, sama sekali tidak, kamu salah besar sayang,


Aku sengaja bersikap seolah masih mengejar dan mencintaimu hanya karena aku ingin membalaskan dendam ku pada kamu dan wanita jelek itu si Malika,


Aku ingin menghancurkan hubungan kalian agar kalian bisa merasakan betapa hancur hati ini"


Ujar Clara dalam hati mengungkapkan semua niatnya pada Nico untuk balas dendam.


Dan ternyata sebenarnya, sikap Clara yang seolah masih mencintai Nico itu adalah sandiwara dendamnya pada Nico.

__ADS_1


Clara sakit hati karena dia telah menolaknya dulu hanya demi Malika.


Demi terbalasnya dendam cinta Clara, dia pun menyusun siasat agar dirinya bisa dekat dengan Nico tanpa dia curiga, dan menjatuhkannya disaat waktu yang tepat, agar Nico bisa Merasakan apa yang Clara rasakan dulu.


__ADS_2