Kesetiaanku Kebodohanku

Kesetiaanku Kebodohanku
Kembali bekerja


__ADS_3

Sepanjang jalan di dalam taksi Malika terdiam merenung akan semua yang telah dia lakukan kepada Nico barusan.


Perasaan sesal begitu mendera di dalam hatinya,


Tidak seharusnya dia melakukan itu semua dengan Nico tadi.


Hatinya terus bertanya-tanya mengapa dia bisa melakukan hal itu,setan apa yang telah merasukinya hingga dia mampu melakukan nya pada Nico.


Malika juga manusia sama seperti yang lain,dia juga punya nafsu birahi,mungkin karena itulah nafsunya pun bangkit setelah usaha Nico merangsang nafsunya.


"Tidak...tidak..tidak..aku harus melupakan semua yang terjadi tadi,jangan sampai ada yang tahu dengan semua yang telah terjadi tadi"


Pikir Malika mencemaskan peristiwa indah yang sudah dia lewati bersama Nico.


Saat di lampu merah,Malika tak sengaja melihat Keenan di dalam mobilnya,Malika bertanya-tanya darimana Keenan dan mau kemana?,


Jika Keenan ada disini,lantas suci dengan siapa?


Malika pun banyak bertanya dalam hatinya,


Malika memutuskan untuk mengikuti Keenan kemanapun dia pergi,


Namun setelah dia pikir kembali,tidak mungkin rasanya dia harus mengikuti Keenan,karena ibunya sudah menunggunya sedari tadi di rumah,terlebih ini juga sudah larut malam.


Malika pun memutuskan untuk pulang saja,sementara mobil Keenan melaju ke arah Utara,


Malika pun tiba di depan rumah,disana Bu Arum sudah menunggunya dengan cemas,


"Kamu kemana saja sih nak,kenapa kamu tidak bilang dulu kalau kamu mau pergi keluar?"


Tanya Bu Arum dengan sangat kkkkkjgg788j7777777jjj Malika.


"Malika hanya pergi keluar sebentar cari makan Bu"


Jawab Malika dengan tenang,


Namun dia mulai terkejut kala Bu arum melihat sinis Malika dan menatapnya tajam.


Bu Arum juga bertanya mengapa rambut Malika sangat berantakan,wajah Malika pun memerah,pakaiannya juga sangat kusut.


RS 3nnjjjpo


Semua pertanyaan Bu Arum membuatnya salah tingkah hingga Malika pun coba mencari alasan dengan langsung lari ke kamarnya.


"Malika kebelet Bu,itu martabak buat ibu di meja"


Teriak Malika sembari lari menuju kamar.


Bu Arum pun heran dengan sikap Malika yang masih kekanakan menurutnya.


Saat Bu Arum membuka martabak bawaan Malika,entah kenapa perasaannya teringat akan Nico,karena biasanya Nico yang sering membawakan martabak pisang coklat keju kesukaannya.


Seketika Bu Arum pun menepis semua ingatannya pada Nico,


"Aku tidak boleh lagi membiarkan bayang-bayang Nico mengganggu kehidupan anakku"

__ADS_1


Ucap hati Bu Arum.


***


Keesokan paginya,Malika sudah bersiap berangkat ke kantor,namun dia merasa kaget karena melihat wadah martabak yang Nico berikan untuk ibunya ada di ruangan para pekerja konveksi ibunya.


"Sarapan mu sudah siap nak"


Bu Arum menyuruh Malika untuk segera sarapan.


Malika pun menanyakan mengapa martabaknya tidak Bu Arum makan,


"Semalam ibu sangat mengantuk sekali, itu sebabnya ibu berikan sama mang Arman biar di makan sama yang lainya"


Jawab Bu Arum membuat Malika sedikit kecewa,karena itu adalah martabak spesial yang selalu Nico belikan untuknya dulu.


Malika pun tidak mau memperbesar masalah itu,dia pasrah karena bagaimana pun Malika juga tahu mungkin ibunya teringat akan Nico itu sebabnya Bu Arum tidak memakan martabak nya.


Malika menanyakan Alana,


"Biar ibu yang nanti antar Alana ke rumah sakit,kamu kan harus masuk kantor kata Keenan ada meeting penting hari ini"


Bu Arum menyuruh Malika untuk tidak mencemaskan Alana.


Malika pun mengerti dan berterimakasih kepada ibunya karena sudah mau membantu tugasnya menjaga Alana.


"Kalau begitu Malika pamit ya Bu"


Malika pun berangkat seperti biasa dengan ojek online pesanannya.


Bu Arum pun segera menyiapkan segala sesuatu untuk dia bawa ke rumah sakit dan membangunkan Alana yang masih tertidur pulas.


Di kantor Lidya sudah menunggu Malika dengan penuh kecemasan,


Hingga Malika pun tiba di pintu depan kantor.


"Malika tunggu sebentar"


Panggil Lidya dengan mimik wajahnya yang terlihat cemas pada Malika.


Malika berbalik ke arah sumber suara yang memanggilnya,Malika pun langsung memasang wajah kesal kala melihat Lidya.


"Mau apa lagi kamu memanggilku"


Tanya Malika pada Lidya.


"Kenapa kamu terlihat sangat marah padaku,aku hanya mencemaskan mu Malika"


Jawab Lidya sangat terlihat kekhawatirannya pada Malika.


Lidya menanyakan keadaan Malika,dia juga menanyakan mengapa dia pergi saat makan bersamanya kemarin,pergi kemana Malika.


"Kau masih bertanya mengapa dan kemana aku pergi,bukankah kau yang memindahkan aku ke tempat pemakaman umum itu"


Mendengar semua jawaban Malika,Lidya sungguh sangat terkejut.

__ADS_1


"Apa,tempat pemakaman umum apa maksudmu,dan kenapa kamu mengira aku yang telah melakukan itu"


Lidya menunduk sedih dengan tuduhan Malika kepadanya,air matanya hampir saja menetes.


Malika sangat kesal dengan tingkah Lidya yang merasa tidak bersalah dan justru seolah menyalahkan Malika karena telah menuduhnya.


Dan ternyata rencana Lidya berhasil juga kali ini dia menyusun rencana untuk menjebak Malika agar terlihat seperti wanita yang sombong dan tidak tahu terimakasih,sedangkan Lidya terlihat sebagai wanita yang teraniaya dengan tuduhan Malika kepadanya.


Semua karyawan melihat dan mendengar pertikaian Malika dan Lidya,


Malika memang terdengar jelas menyalahkan Lidya untuk semua yang dia lakukan kepadanya di pemakaman umum,namun dengan kelicikannya Lidya tidak mau mengakuinya.


Untunglah Sherli datang tepat pada waktunya,


Sherli menarik Malika untuk tidak menghiraukan Lidya,


"Sudahlah Malika,kamu jangan ladenin dia,ayo kita masuk "


Ajak Sherli pada Malika.


Namun Malika tidak menuruti Sherli,Malika terlanjur kesal pada Lidya karena sudah jelas Malika tahu jika Lidya lah yang memindahkannya ke pemakaman.namun Lidya masih tidak mau mengakuinya.


Dengan semua kegaduhan dan teguh nya pendirian Malika bahwa dirinya benar dan Lidya salah membuat semua karyawan yang melihat pun sedikit ilfil akan sikap Malika yang berlebihan dengan pendiriannya.


Untuk menarik simpati lebih dalam lagi,Lidya sengaja meneteskan air matanya dan coba mengalah pada Malika.


"Baiklah Malika,kalau kau memang tidak percaya padaku kalau aku benar-benar tidak tahu apa-apa aku minta maaf,bahkan jika perlu aku akan bersujud di kakimu agar kamu percaya kalau aku benar tidak melakukannya"


Lidya pun mulai mendekati Malika dan hendak bersujud di kakinya.


Namun saat Lidya hendak sujud di kaki Malika,tiba-tiba saja keenan menarik tangan Malika hingga Lidya akhirnya sujud di kaki Keenan.


"Sudah cukup dramanya?"


Tanya Keenan serius pada Lidya,


Lidya pun sangat terkejut dengan kedatangan Keenan yang menggantikan Malika berdiri di tempatnya,


"Pak Keenan,"


Lidya menatap tajam ke arah Keenan berdiri.


Seluruh karyawan yang tadi menyaksikan pertengkaran Malika dan Lidya pun kini membubarkan dirinya dan kembali ke ruangan dan mejanya masing-masing.


Lidya terlihat sangat bingung dan takut akan kebohongannya pada Malika,


Namun dia berusaha berlaga sok baik pada Malika dan Keenan.


**Salam reader


sabar ya,kita masih berada di antara masa percintaan yang dalam antara Nico dan Malika.


kita tidak usah terburu-buru langsung pada konflik rumah tangganya ya, karena masih banyak misteri yang belum terungkap dari semua kisah ini.


terus simak ceritanya oke 🥰🥰

__ADS_1


happy reading guys.


jangan lupa tinggalkan like,komentar,vote dan gift nya ya 🙏🏻**


__ADS_2